Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Insiden di Pagi hari


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar,mereka berdua berjalan menuju masjid pesantren yang jaraknya tidak jauh dari ndalem dan berjalan beriringan.(serasa melihat kapten Yoo dan sersan seo berjalan bersama yang berseragam tentara dengan kacamata hitam nya,Huhuhu pemandangan yang indah


Sepanjang jalan menuju masjid,para santri yang berlarian untuk sholat berjamaah berhenti, dan menundukkan kepala nya sebagai adab santri terhadap dzuriyah ndalem,apalagi kedua nya sama-sama berpengaruh di pesantren.


"Wih,jadi artis dadakan nih " ucap Gus Ahmad dengan pede nya sambil membenarkan peci nya.


"Halah koyo durung tau wae mas,sampean malah biasane to" ucap Gus Arsyad ketus.


"Hehehe tapi ini sensasinya beda apalagi sekarang kamu pulang dan tidak kembali lagi di pesantren,rasanya huh mantap" ucapnya sambil terkekeh.


Gus Arsyad yang mendengar penuturan sepupunya langsung memutar mata malas dan mempercepat langkahnya.


"Loh malah ninggal,heh syad tungguin" ucap Gus Ahmad mengejar sepupunya.


Tak lama kemudian terdengar lantunan iqomah dari muadzin masjid,pertanda bahwa sholat berjamaah akan dilaksanakan,sedangkan para santri putra dan putri berlarian masuk sebelum terlambat.


"Allahu akbar.." takbiratul ihram terdengar begitu jelas sehingga para makmum sholat pun husyuk dalam beribadah.


Hening,tanpa ada suara berisik dari makmum hanya terdengar suara imam yang melantunkan bacaan yang begitu fashih hingga masuk ke dalam qalbu yang paling dalam bahkan ada beberapa jamaah yang menangis.


"Assalamu'alaikum warahmatullah..." ucapan salam terdengar menunjukkan bahwa sholat berjamaah telah dilaksanakan,kemudian di lanjutkan dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan dan pertolongan-Nya.


Setelah itu,para santri tidak dianjurkan untuk beranjak dari masjid karena akan dilanjutkan dengan mengaji bersama,akan tetapi banyak drama para santri yang terlihat seperti mengantuk,mencuri curi pandang dengan lawan jenis lewat satir masjid,malas,bersandar di tembok,tidak bersemangat,hehehe iya seperti itulah perjuangan mereka menuntut ilmu walaupun rasa mengantuk sering melanda.


"Bismillahirrahmanirrahim,sebelum kegiatan mengaji di mulai,mari kita berdoa terlebih dahulu agar Allah meridhoi kegiatan hari ini dan senantiasa di berikan kesehatan dan kekuatan untuk menuntut ilmu, Al-fatihah.." ucap Gus Arsyad mengawali.


(بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ ۝


ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ ۝


ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ ۝


مَـٰلِكِ یَوۡمِ ٱلدِّینِ ۝


إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ ۝


ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَ ٰ⁠طَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ ۝


صِرَ ٰ⁠طَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمۡتَ عَلَیۡهِمۡ غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ)


"Baik,seperti sebelumnya yang membimbing mengaji setiap ba'da subuh kan abah atau mas Ahmad,sekarang giliran saya untuk belajar bersama mas santri dan mbak santri sekalian" ucap nya kembali.


Sontak para santri putra maupun putri kaget mendengar penuturan Gus Arsyad,seketika rasa mengantuk mulai hilang dan tergantikan oleh rasa semangat apalagi santri putri.


"Dan maaf sebelumnya,karena ada sedikit halangan,saya belum bisa mengajar mulai hari ini" ucap Gus Arsyad.


"InshaAllah sampai kondisi saya pulih,doakan saja yang terbaik agar saya bisa belajar bersama panjenengan semua,dan jangan lupa untuk persiapan imtihan,di mulai minggu depan,semangat belajar serta jangan membuang waktu untuk hal yang kurang bermanfaat,sekian dari saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Gus Arsyad berpamitan dan beranjak keluar dari masjid akan tetapi


"Oh iya saya hampir saja lupa,untuk hari ini mengaji diliburkan karena nanti akan ada acara,jadi bersiaplah untuk membantu kelancaran acara ini" ucap Gus Arsyad sambil menyunggingkan senyum hingga membuat kalangan santri putri terbawa perasaan.


Tak selang berapa lama terdengar teriakan


"Aaaaaa,Gus Arsyad kembali,aduh senangnya"


"Aaaaa jantung ku hampir copot melihat senyum manis nya,auto semangat mengaji nih"


"Semangat mengaji ku membara setelah pujaan hatiku kembali,Aaaaa mamak tolong anak mu ini"


"Tolong Gus,jangan membuat kami baper dengan senyuman mu"


Sedangkan santri putra hanya bisa menggeleng kan kepala dan salah satu dari mereka menjawab


"Heh mbak,kalau ngimpi jangan ketinggian,kalau jatuh ujung-ujungnya kan sakit,mending sama santri putra aja,iya nggak bro?" ucap santri putra tersebut walaupun terhalang satir tapi mereka masih bisa bersahutan.


"Iya mbak,Mau dapetin Gus Arsyad kan saingannya berat,mending sama kita aja yang masih jomblo,kalau saingan jangan di tanya lagi,nggak ada saingan jadi aman" ucap salah satu temannya


Akhirnya salah satu santri putri pun bersuara


"Heh mas,dengerin iya kita menghalu Gus Arsyad juga buat bercanda,kita sadar diri lah ilmu kita nggak sebanding dengan beliau,tapi kan di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, jika Allah telah berkehendak kun fayakun,maka terjadilah,yang tadinya hanya menghalu akhirnya bisa menjadi kenyataan"sambil membayangkan pesta pernikahan bersama Gus Arsyad.


"Haduh,katanya sadar diri,tapi sama saja itu masih mengharapkan,udah lah kita keluar aja bro dari masjid,daripada ngobrol nggak jelas" ucap santri putra tersebut yang akhirnya beranjak dari masjid menuju asrama.


"Hayuk lah,entar malah kena takzir bahaya " ucap nya sambil melihat ke arah santri putri.


Kemudian,terdengar lagi sahutan dari salah satu santri putri


"Ingat mas,jangan pernah meng ghosob sendal kami lagi,jika ingin menjadi idaman santri putri"


Sedangkan santri putra yang mendengar hanya bisa terkekeh geli karena sering mengambil sandal milik santri putri dan berakibat pada hukuman.


Drama perdebatan santri putra dan santri putri pun usai,akhirnya mereka kembali ke asrama masing-masing.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ibu,mas ulul jadi pulang tidak?" tanya Aqila kepada ibu nya.


Sang ibu yang mendengar penuturan putri nya langsung diam tanpa kata,seperti nya dia pernah bilang pada Aqila bahwa kakak nya akan pulang.


"Aqila sayang,sepertinya kepulangan kakak mu di tunda dulu,dia sedang fokus dengan usaha yang baru dirintis nya,jadi bersabar lah dan berdoa untuk kelancaran usaha kakakmu" ucap sang ayah menenangkan.


"Baik ayah,tapi mengapa ibu melamun?apa ada yang salah dengan mas ulul?" ucap Aqila kembali akan tetapi ibu hanya diam.


"Ohh iya sudah bu,Aqila akan membantu membereskan, ibu dan ayah duduk saja" ucap nya mengambil piring kotor setelah sarapan.


Ketika Aqila sedang mencuci piring,ayah pun mengajak ibu bicara.


"Istriku,kenapa engkau melamun,bahkan mengacuhkan putrimu sendiri?apa ada yang salah dengan ucapan Aqila?" ucap sang ayah berusaha mencairkan suasana.


Sang ibu yang mendengar obrolan suaminya langsung menatap dan memegang tangan nya.


"Ayah,ibu Baik baik saja mungkin karena efek mood yang berubah-ubah jadi begini" sambil menyunggingkan senyum.


"Tidak biasanya istriku bersikap begini,apalagi sampai mengacuhkan putrinya sendiri,cerita lah tidak ada yang perlu di tutupi kepada suami mu ini" ucap ayah kembali.


Tatapan ibu berubah menjadi sendu,dan langsung memeluk tubuh suami nya.


"Entahlah ayah,ibu telah salah meyakinkan Aqila kalau Ulul akan pulang tetapi nyatanya tidak,ulul sedang sibuk ayah,ibu merasa bersalah telah membohongi Aqila dengan hal itu,Ibu khawatir jika Aqila sakit,di saat itulah ibu merasa bahwa istrimu ini sangat ceroboh dan tidak bisa diandalkan,ibu macam apa aku ini ayah,jika menjaga putrinya saja belum bisa" ucap nya sambil menyesal.

__ADS_1


"Husttt...sayang,dengar kan ayah,it's okay semua orang tidak ada yang sempurna,kita di ciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling bersaing dengan kemampuan sendiri,sayang percayalah,diawal pernikahan ketika aku mengucapkan ijab qabul di hadapan ayah mu,penghulu dan para saksi disitulah aku harus siap menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan hidup,dan aku tidak akan Menuntutmu untuk bisa semua itu tidak,aku ingin tahu seberapa besar kemampuan dan kesabaran mu ketika mengabdi kepada ku yaitu suami mu,aku memilih mu karena aku yakin kaulah pelengkap hidup ku disegala kekurangan ku,dan ketika ijab qabul itu terucap bukan hanya kalangan manusia saja yang menjadi saksi,tapi Allah beserta malaikat pun menjadi saksinya,berarti secara tidak langsung aku juga telah berjanji kepada Allah untuk membahagiakan mahluk ciptaan nya,apabila aku menyakiti atau berbuat kasar kepada istriku,maka saat itu juga aku telah ingkar janji kepada Allah serta orang tuamu,apalagi anak perempuan itu cinta pertama nya ketika lahir di dunia adalah seorang ayah,jadi aku juga ingin menjadi contoh yang baik untuk kedua anak ku yaitu ulul dan Aqila,kamu adalah wanita sholihah sayang yang berani mempertaruhkan nyawa untuk kedua buah cinta kita,sekarang tidak ada yang perlu di sesali,ok" ucap sang ayah menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi 🤭.


(Huhuhu,ayahnya Aqila setia sekali dengan istrinya bahkan bisa mencair kan suasana yang gundah menjadi bahagia,idaman sekali tetapi sayang nya itu hanya ada dalam hayalan mu author 😅).


"Terimakasih ayah,telah memilih ibu menjadi kekasih mu,menjalani kehidupan yang penuh dengan hambatan,ayah adalah sosok laki-laki setia dan pengertian untuk istri dan anaknya,bahkan bisa menjadi contoh yang baik juga,tidak sia-sia ayah mengamalkan ilmu yang di dapatkan selama di pesantren,walaupun awal ayah melamar ibu,disitulah muncul keraguan,apakah bisa dia membahagiakan ku,ternyata bisa bahkan lebih dari bahagia,ibu bersyukur ayah bisa menjadi istrimu,karena disitulah aku mengerti pentingnya peran seorang suami di dalam keluarga " ucap Ibu dalam pelukan ayah.


Disamping itu,Aqila tidak sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya pun ikut menangis bahagia


"Ternyata ayah pernah berjuang untuk mendapatkan hati ibu,walaupun awalnya di ragukan,ternyata sebesar itu perjuangan nya untuk menikah,ayah juga paham tentang ilmu agama,tidak kusangka bahwa ayah adalah seorang santri,Aku bangga pada ayah dan ibu" ucap Aqila dalam batin sambil mengusap air matanya.


"Sudah yah,hari ini cukup untuk nasehat nya dan pelukan hangat dari mu,terimakasih sekarang Ibu akan minta maaf kepada putri ibu yang cantik serta sholihah" ucap sang ibu sambil melepaskan pelukan dan menetralkan suasana haru.


"Ayah,ibu Aqila mau mandi dulu iya,kan udah siang masa belum mandi si,kan bau" ucap Aqila masuk ke ruang makan dan beranjak ke kamar untuk mengambil baju.


"Nak..ibu minta maaf iya,belum bisa menjadi contoh yang baik buat kamu,maaf ibu kadang sering marah ke putri ibu yang baik dan sholihah ini" ucap ibu dari kursi ruang makan.


Aqila pun membalikkan badan menghampiri ibu nya dan berkata


"Ibu,Aqila yang seharusnya minta maaf,karena belum bisa berbakti kepada ibu dan ayah,Aqila masih banyak kekurangan bahkan sering nakal,tapi Aqila bersyukur bisa menjadi anak ibu dan ayah yang selalu berusaha memberi kan yang terbaik untuk mas ulul dan Aqila,tetap bimbing aqila sampai sukses nanti" ucap Aqila memeluk tubuh ibunya.


"InshaAllah nak,pasti ibu dan ayah akan membimbing kamu sampai ada seorang laki-laki yang mau meminang mu dan membahagiakan mu hingga akhir hayat nanti" ucap Ibu sambil mengelus rambut putri nya.


"Iya sudah sekarang Aqila mandi dulu,nanti kita ngobrol ngobrol lagi iya sayang" ucap sang ibu dan diangguki oleh Aqila.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


#Kembali ke Gus Arsyad


Setelah pulang dari masjid,umi dan abah berencana akan mengadakan syukuran Gus Arsyad yang telah lama meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu di pesantren lain,sungguh hari yang dinanti orang tua ketika si bungsu kembali ke rumah kembali dalam keadaan sehat wal afiat.


Sebelum itu sebagian santri putri yang ahli dalam bidang memasak ditugaskan untuk membantu dalam penyajian hidangan,sedangkan yang lainnya membantu membersihkan aula pesantren yang cukup luas,dan santri putra mendapat bagian untuk mengecek dan memasang sound sistem di aula serta menata alas duduk berupa karpet,dalam sebuah kegiatan walaupun hanya di ikuti para santri saja sudah cukup melelahkan apalagi jika di adakan acara besar,sungguh membutuhkan tenaga ekstra.


"Ceklek... Assalamu'alaikum umi,abi" ucap Gus Arsyad masuk ke dalam rumah.


Akan tetapi tidak ada jawaban,akhirnya Gus Arsyad pun masuk ke dalam kamar.


"Tumben sepi,biasanya umi dan abi berbincang di ruang tamu,apa sedang di dapur iya?" ucap Gus Arsyad dan beranjak menuju dapur.


"Lo kok dapur masih sepi,apa mbak ndalem lagi ke pasar semua iya?" ucap nya kembali dan kaget melihat suasana dapur yang masih sepi.


Dari arah dalam tiba-tiba muncul suara


"Huammm... ente nyari siapa syad,pagi pagi udah ke dapur tumben" ucap Gus Ahmad sambil menguap.


"Lo mas Ahmad kok baru bangun?nggak jama'ah shubuh iya?" ucap Gus Arsyad jail.


"Sembarangan kamu,tadi yang berangkat bareng ke masjid siapa lagi kalau bukan ane? jin ifrit?" ucap Gus Ahmad kesal.


"Yeh jin ifrit mulu yang dibahas,nggak bosen ente mas bahas jin ifrit?"ucap Gus Arsyad bosan.


"Enggak lah,yang buat ane bosan itu ente,di mobil tau tau molor,emang koala🐨" ucap Gus Ahmad jail.


"Iya udah ane bilang ke umi sama abi katanya mas Ahmad udah bosen sama Arsyad,biar bisa berangkat ke pesantren lagi" ucap Gus Arsyad cemberut.


"Hehehe ane bercanda mas bro,santuy,kalau ente berangkat lagi,ane disini sama siapa dong?sepi tanpa mu syad" ucap Gus Ahmad sedih.


"Arsyad,ini beneran ane nggak mau di pisah lagi ama ente" sambil menunjukkan wajah memelas.


"Huh iya sudah,mas Ahmad tau umi nggak ada dimana?" ucap Gus Arsyad.


"Kaya nya lagi kamar,kalau abah tadi keluar sama Alfin,mungkin sedang menjemput mbak Ulya sama suaminya di bandara" ucap Gus Ahmad.


"Ohh gitu,nyari makan di depan yuk mas,Arsyad laper" sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi.


"Hah,iya sudah ayo sekalian kamu tanya umi pingin makan apa?" ucap Gus Ahmad beranjak ke kamar mandi.


"Woke siapp,Arsyad ke kamar umi dulu" ucap Gus Arsyad kembali.


Tok tok"Assalamu'alaikum umi" ucap Gus Arsyad mengetuk pintu kamar orang tuanya.


"Wa'alaikumussalam nak,masuk saja,tidak di kunci." ucap umi Zulaikha.


"Ingih umi" Gus Arsyad masuk ke dalam kamar dengan posisi setengah berdiri dan menunduk.


"MashaAllah Arsyad,kamu tuh iya sudah umi bilang berapa kali,Arsyad kan anak umi mengapa jalan nya begitu,tinggal berdiri dan bicaralah ada apa nak?" ucap umi Zulaikha yang sedang membaca buku.


"Umi,Arsyad dan mas Ahmad mau nyari makan di depan,Umi mau pesan apa biar nanti Arsyad belikan" ucap Gus Arsyad sopan.


"Umi nitip bubur ayam sama gorengan nak,maaf iya gara-gara umi mas Arsyad jadi kelaparan" ucap umi Zulaikha membelai pipi putranya.


"Mboten nopo nopo umi,iya sudah Arsyad berangkat dulu,Assalamu'alaikum" ucap Gus Arsyad berpamitan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah,Hati-hati di jalan nak" ucap umi Zulaikha dan Gus Arsyad pun beranjak keluar kamar dengan berjalan mundur.


Tiba-tiba... pyar...


Terdengar suara gelas yang jatuh dari nampan dan pecah.


"Astaghfirullah,maaf mbak(ucap Gus Arsyad sambil membenahi pecahan gelas kaca)maaf saya kurang hati-hati jadi pecah ini gelas."


Mbak santri tersebut pun menjawab dengan posisi kepala menunduk.


"Mboten nopo-nopo Gus,niki kula mawon sek mberesi,kula nyuwun ngapunten ugi mboten persa panjenengan bade medal" ucap mbak santri sambil membersihkan pecahan tersebut akan tetapi


"Auh,astaghfirullah" ucapnya sambil memegang jari yang terkena goresan hingga mengeluarkan darah.


"Astaghfirullah mbak nya terluka,sebentar saya ambilkan obat merah dan plester" ucap Gus Arsyad yang reflek hampir memegang tangan santri putri tersebut karena panik.


"Mboten Gus,niki namung lecet sekedik,mangke kula obati kiambek" ucap santri tersebut dan melanjutkan pekerjaan nya.


"Sudah mbak,sini saya bantu mengobati,maaf iya mbak" ucap Gus Arsyad sambil meneteskan obat merah dan memasang kan plester.


"Arsyad,kita langsung berangkat sekarang sebelum..." ucapan Gus Ahmad menggantung ketika melihat kejadian di depan matanya.


"Uhuy,yang diam-diam perhatian sama ukhty,ane bilangin ke pakde kalau ente lagi kasmaran" ucap Gus Ahmad menggoda sedangkan Gus Arsyad dan santri tersebut langsung melirik ke sumber suara.


Dengan cepatnya,Gus Arsyad langsung membereskan kota p3k dengan ekspresi pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


Karena merasa terusik dengan suara di depan kamar,umi Zulaikha pun keluar dari kamar.


Ceklek..."Ini ada apa iya,tumben rame sekali " ucap umi Zulaikha penasaran.


"Ini bude,Mas Arsyad...." ucap Gus Ahmad menjelaskan akan tetapi di tutup mulutnya oleh Gus Arsyad.


"Kita berangkat dulu umi,keburu siang,assalamu'alaikum" ucap Gus Arsyad mengalihkan pembicaraan dengan menarik tubuh sepupunya beranjak keluar rumah.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah,Hati-hati di jalan nak,jangan ngebut" ucap umi Zulaikha.


"Pangapunten umi,kula pamit rumiyin bade damelaken unjukan umi," ucap santri tersebut dan membersihkan sisa insiden tadi.


"Inggih nduk,lain kali hati-hati nggih,maaf Arsyad suka begitu orang nya" ucap umi Zulaikha memberi pengertian.


"Injih umi,mboten nopo-nopo,kula pamit" ucapnya sambil membawa nampan berjalan mundur menuju ke dapur.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Santri itu mengingat kejadian tadi ketika Gus Arsyad membantu mengobati luka di tangan nya,sungguh kejadian yang sangat langka karena Gus Arsyad yang terkenal cuek dan dingin bisa menjadi pribadi yang ramah dan perhatian.


"Gus,njenengan kalau lagi panik,lucu iya" ucap nya lirih sambil mengaduk teh yang akan di berikan pada umi Zulaikha.


Salah satu teman yang menyadari tingkah aneh santri tersebut pun di buat heran,tidak seperti biasanya tumben senyum senyum sendiri.


"Cieeee yang dari tadi senyum senyum sendiri,entar dikira orang gila lo" ucap teman nya yang tak lain adalah mbak dila.


"Hehehe nggak kok mbak,kebetulan hari ini mood aku lagi baik,jadi ceria deh dan semangat" ucap nya sambil menaruh satu gelas teh di nampan.


"Iya udah mbak,saya tinggal dulu ke dalam nganterin teh buat umi" ucap nya kembali dan diangguki oleh mbak dila.


#kembali ke Gus Arsyad.


"Huakkk...tangan mu asin syad" ucap Gus Ahmad sambil mengusap mulut nya yang baru saja di tutup oleh tangan sepupunya.


"Mas Ahmad juga ada ada saja,Arsyad kan cuma nolong mengobati luka,itu juga karena ulah Arsyad yang tidak sengaja menabrak nampan mbak santri itu" ucap nya sambil menggerutu.


"Tumben ente nggak bersikap dingin sama itu ukhty,biasanya kan sikap ente kaya kulkas dingin" ucap Gus Ahmad mengejek.


"Iya kali nggak di tolong,itu juga tangan nya sampai keluar darah,Arsyad juga kalau lagi panik hilang sudah sikap dingin ku,nggak tahu kenapa heran aja" ucap Gus Arsyad menjelaskan.


"Iya sudah tidak perlu di bahas lagi,ente tahu nggak tuh ukhty namanya siapa?" ucap Gus Ahmad bertanya.


"Lo mana Arsyad tahu,intinya dia itu santri pondok pesantren al Ikhlas" ucap Gus Arsyad.


"Yeee,kalau itu si ane tahu juga lah,dia itu yang pernah ane sebut buat rekomendasi calon istri ente" ucap Gus Ahmad jail.


"Ohhhh mbak Izzah" ucap nya datar.


"Nah itu tahu,dia itu orang nya..." ucap Gus Ahmad akan tetapi langsung di potong oleh sepupunya.


"Udah lah mas,keburu siang,umi juga nitip makanan,buruan naik kalau nggak Arsyad tinggal" ucap Gus Arsyad menstarter motor.


"Iya,sabar dikit napa" ucap Gus Ahmad ketus,kemudian motor melaju dengan kecepatan sedang menuju gang depan yang jarak nya lumayan jauh dari pesantren.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


**Renungan Hati


Dibalik relung hati yang paling dalam


Aku bersyukur bisa bertemu kembali


Setelah sekian lama engkau jauh disana


Pernah terlintas dalam jiwa ku yang lemah ini


Akan kah engkau kembali sebagai pelengkap jiwa yang hampir mati menunggu kepastian


Memang memiliki mu adalah hal yang mustahil untuk ku raih


Seperti angan ku menggapai bintang di langit


Tapi atas dasar cinta aku akan berjuang sampai akhir nafas ini


Walaupun banyak rintangan menghadang


Badai tornado bahkan tsunami tak akan menjadi penghalang


Haruskah aku ungkapkan kepada langit bahwa Engkaulah pelindung jiwa yang ku impikan


Dari sekian banyak laki-laki di dunia ini


Namamu akan selalu tersemat dalam doa ku


Sudah banyak ku melangit kan doa untuk mu


Di sujud sepertiga malam ku ini


Aku adalah hambamu yang mengemis akan cinta dan kasih sayang dari ciptaan mu


Jagalah jiwa dan cinta ini untuk satu mahluk ciptaan mu ya rabbi


Hamba hanyalah pendusta yang mengharap akan cinta


Dan hapuskan lah segala rasa iri di hati


Sebagai tanda rasa cintaku padamu


Boleh kah aku berharap sebelum ku tutup pintu hati ini untuk siapa pun


Aku takut rasa ini akan membuat mu iri karena melebihi rasa cinta ku kepada mu ya rabbi


Ampuni hamba yang lemah tanpa ada daya upaya


Karena pemilik segala kekuatan hanyalah engkau Tuhan ku


"Naimatul Izzah"

__ADS_1


__ADS_2