
"Ini mas semoga kita bisa bertemu di lain waktu" Ucap Yoseph tersenyum dan menyerahkan kertas kecil bertuliskan alamat rumah nya.
Gus Arsyad pun tersenyum dan bersalaman kembali
"Aamiin mas semoga kita masih di berikan kesehatan dan kelonggaran waktu untuk bisa bertemu,Mas nya ini sebenarnya kuliah di mana
bukankah di Semarang juga banyak fakultas favorit?" ucap nya bingung lantaran saudara nya lebih memilih kuliah di Semarang daripada di Jawa Timur.
"Saya jauh-jauh kuliah di Jawa Timur untuk mencari pengalaman mas,dari kecil saya sudah tinggal di Semarang ada rasa bosan melanda kehidupan saya,hingga akhirnya hati saya tergerak untuk merantau di kota tetangga dan sampai sekarang ini aku menikmati nya." ucap Yoseph.
"Oalah begitu mas,oh iya sebentar lagi saya akan sampai,hati hati di jalan mas semoga selamat sampai tujuan saya duluan" ucap Gus Arsyad sambil mengucap salam perpisahan.
"Baik mas terimakasih,mas Arsyad juga hati hati di jalan." ucap Yoseph sambil melambaikan tangan.
#Kembali ke Aqila
Byur... suara air yang membasahi seluruh tubuh Aqila menghilangkan rasa gerah yang melekat di badan nya.
Setelah berkecimpung dengan air yang begitu segar,Aqila pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan rapi.
"Ibu,Aqila berangkat ke masjid dulu iya " ucap nya setelah menenteng mukena beserta buku dan kitab.
"Iya nak hati-hati,jangan lupa bawa payung jaga jaga kalau nanti hujan" ucap sang ibu sambil menyerah kan sebuah payung.
"Hari ini cuacanya panas bu,nggak mungkin hujan,Aqila berangkat dulu bu Assalamu'alaikum" sambil tergesa-gesa menuju mushola.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullah,duh ini anak kalau di bilangin masih belum percaya" ucap Ibu sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Qod qomatis sholah qod qomatis sholah...."
Terdengar lantunan iqomah dari sang muadzin,Aqila dengan cepat berlari menuju masjid.
"Huh,makmum masbuk lagi nih" ucap Aqila menggerutu
Beberapa menit kemudian agenda sholat berjamaah telah usai dan sekarang waktunya untuk mengaji bersama akan tetapi...
"Stt stt najma ustadz Salman kemana kok nggak keliatan?" ucap Aqila sambil menepuk paha Najma.
"Aku juga kurang tau,padahal kan sekarang jadwalnya ustadz Salman ngajar?" ucap najma.
"Yuk kita tanyakan sama Ustadzah Ana" ucap Aqila sambil menarik tangan najma
"Ustadzah Ana kan lagi pulang ke kampung halaman nya beberapa hari yang lalu,kamu ini Aqila tukang pelupa" ucap Najma dengan nada ketus.
"Hehehe iya maaf,kan wajar kalau aku pelupa karena manusia itu tempat nya salah dan dosa" ucap Aqila nyengir.
"Nggih Ustadzah Aqila Rumaisa Zahrana yang cantik dan unyu unyu cinta nya Ustadz Salman alfarizi " ucap Najma dengan menekankan kata kata terakhir.
"Apaan sih Najma,aku tu cuma kagum sama Ustadz Salman doang nggak lebih,kita masih kecil belum saatnya mengenal hal seperti itu" ucap Aqila sambil menunduk.
"Aciee ciee,yang pipi nya merah kaya udang habis di rebus"ucap Najma menggoda sahabatnya.
Bruk..
" Au,sakit nih kepala ane kena timpuk"ucap Najma mengerang kesakitan karena sajadah Aqila mengenai kepalanya.
"Rasain,kamu nih bisanya cuma menggoda mulu nyebelin kamu Najma" ucap Aqila sambil memoncongkan bibir
"Hehehe maaf,abisnya kalau ketemu kamu nggak berantem hampa terasa hidup ku tanpa dirimu" ucap Najma dengan tersenyum jail.(eits bacanya jangan sambil nyanyi)🤭
"Aku tinggal berangkat ke pesantren ndais,ora ono sik di jak gelut" ucap Aqila sinis
__ADS_1
"Ih aqila nggak lucu tauk,kamu mah sukanya begitu jangan pergi dulu Aqila,aku belum siap ditinggal kamu pergi ke pesantren" tidak terasa air mata Najma runtuh dan mengalir sambil memeluk sahabatnya.
Yang di peluk pun merasakan kesedihan serupa
"Udah Najma jangan nangis,hey sahabat ku yang ceria nggak boleh nangis harus kuat, aku hanya pergi tuk sementara bukan tuk meninggalkan mu selamanya ku pasti kan kembali pada dirimu" ucap Aqila sambil menghilangkan suasana sedih
"Tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali" ucap mereka serentak dan tertawa bersama.
Disaat mereka sedang bercengkrama bersama,Tiba-tiba ada anak kecil yang memanggilnya
"Mbak Najma,mbk Najma di cari bapaknya" ucapnya sambil menemui Najma.
"Oh iya? emang mau kemana kamu Najma" ucap Aqila penasaran.
"Hehehe aku ada acara keluarga,Saudara sepupu ku ada yang nikah nih di Bali lumayan sekalian holiday" ucap nya nyengir.
"Oalah gitu buruan kasian bapak kamu udah nunggu di luar,kalau mau pulang bawa in aku oleh oleh dong" ucap Aqila dengan tersenyum usil.
"Boleh boleh, mau minta apa nanti aku bawain asal jangan minta yang aneh aneh" ucap Najma meyakinkan.
"Bawain pangeran Dubai aja boleh sekalian bawain pantai nya" ucap nya sambil tertawa.
"Itu mah bukan aneh lagi,tapi ngelunjak juga dikei ati njaluk rempelo" ucap Najma dengan nada ketus.
"Wkwkwk bercanda,terserah mau di bawain oleh oleh apa aja asal nggak memberatkan kamu" ucap Aqila
"Iya udah aku berangkat dulu iya,aku ijin libur mengaji beberapa hari ke depan " ucap Najma sambil melambaikan tangan dan keluar.
"Ok Najma hati hati dijalan" ucap Aqila.
Aqila duduk sambil membaca mushaf Al qur'an sembari mengingat hafalan nya yang hampir usai.
(ثُلَّةࣱ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِینَ)
"Haduhh ini lanjutan nya apa lagi si kok,bisa lupa semua".ucap nya berdecak kesal.
" Ulang lagi dari awal (فِی جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِیمِ)
(ثُلَّةࣱ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِینَ)...
terdiam seribu bahasa sambil mengingat
Tiba-tiba ada suara yang menyaut
(وَقَلِیلࣱ مِّنَ ٱلۡـَٔاخِرِینَ)
Aqila kaget siapa yang telah melanjutkan potongan ayat yang ia sendiri pun lupa,ingin rasanya menengok ke sumber suara tetapi ia takut karena sendiri di dalam masjid,
"Teruskan saja hafalan nya,saya akan menyimak" ucap nya dengan nada lembut.
Aqila di landa ketakutan,siapa gerangan yang berada di dalam masjid selain dia,sendiri di penuhi rasa was was,hafalan yang tadi terucap pun tidak jadi di lanjutkan, takut sunyi sendiri rasa nya ingin kabur tapi tiba-tiba terdengar suara yang menggelegar.
Duarrr...
Gemuruh petir yang begitu keras mengagetkan Aqila, ia pun berteriak
"Ibu.... Aqila takut " ucap nya sambil terisak ketakutan.
"Heuu heuuu heuuu Aqila pingin pulang,Ibu Aqila takut " isakan nya sambil memegangi kedua kakinya dan menangis.
Duarrr.....
__ADS_1
Gemuruh petir untuk kedua kalinya dan happ lampu di masjid padam,Aqila yang masih di rundung ketakutan tangisan nya menjadi jadi.
"Huaaaaa ibu,Aqila takut jemput Aqila pulang bu" ucap nya sambil menjerit.
"Stttt Aqila tenang iya,ada kakak disini jangan takut,istighfar iya dek" ucap nya sambil menenangkan Aqila.
Tanpa sadar Aqila langsung memeluk pemuda tersebut,iya karena sudah kebiasaan Aqila dalam kondisi seperti ini ia akan memeluk orang terdekat nya bahkan kakak laki-laki nya pun sering mendapat perlakuan tersebut dari Aqila yang ketakutan ketika lampu padam.
Wehhh main peluk peluk aja tuh anak🤭
Pemuda tersebut reflek kaget,ingin rasanya melepas pelukan tersebut tapi ia tahu seperti nya Aqila ini trauma terhadap suasana gelap.
Dalam batin ia berucap "Ya rabb maafkan hamba yang tidak sengaja menyentuh orang yang bukan mahram saya".
" Udah iya jangan nangis lagi adek,kakak antar pulang ke rumah kamu" ucap nya sambil mengelus kepala Aqila yang tertutup jilbab.
Akan tetapi pelukan nya belum bisa terlepas,ia memaklumi padahal sebenarnya pemuda tersebut sangat takut nanti menimbulkan fitnah dan menjadi perbincangan warga.
"Udah iya,yuk kita pulang keburu hujan nya bertambah lebat ayuk kakak gendong " sambil melepas pelukan dan merubah posisi menjadi jongkok.
Aqila hanya mengangguk dan menuruti perintah pemuda tersebut,di pikiran nya hanya ingin pulang saja.
"Aqila nunjukin kakak jalan ke rumah iya,maaf kakak nggak sopan melakukan hal ini" ucap pemuda tersebut meminta maaf.
Aqila yang berada di gendongan pemuda tersebut hanya bisa pasrah,ia diam karena lemas habis menangis, pulang menuju rumah dengan menerabas hujan dengan payung kecil yang di bawa pemuda tersebut.
Selama di perjalanan,pemuda tersebut mengikuti petunjuk arah yang di tunjukkan Aqila dan tak berselang lama akhirnya sampai juga di depan rumah Aqila.
"Adek,kakak pulang dulu iya,alhamdulillah kamu udah sampai di rumah salamkan pada orang tua mu Assalamu'alaikum" ucap pemuda tersebut pamit
"Wa'alaikumussalam kak,Terima kasih atas bantuan nya" ucapnya sambil menatap kepergian pemuda tersebut.
Tok tok
"Assalamu'alaikum ibu,Aqila pulang" ucap nya terdengar lesu.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah Ya Allah nak,kamu pucat sekali,kamu pulang di antar siapa,ganti baju dulu yuk terus ibu buatkan teh hangat." ucap Ibu khawatir sambil memegang jidat sang anak.
"Baik bu,Aqila ganti baju dulu iya" ucapnya terdengar begitu lesu menuju kamar dan mengganti baju nya.
Aqila pun mengganti baju gamis nya dengan setelan baju tidur lengkap dengan jaket dan jilbab instan nya,berbaring di tempat tidur berselimut tebal karena tubuh nya menggigil.
Tok tok
"Nak,ini ibu bawakan teh hangat dan sop ayam ibu masuk iya",
Sang ibu pun masuk ke kamar dan mencoba merayu Aqila agar mau makan.
" Nak ini teh nya mumpung masih hangat,diminum yuk biar stabil suhu tubuh nya ibu suapin iya" ucap ibu sambil menyuapi putri kecilnya.
"Maafin Aqila bu,tidak mendengar kan nasehat ibu tadi" ucap Aqila menyesal
"Sudah tidak apa apa yang penting sekarang aqila sembuh" ucap sang ibu dengan telaten menyuapi.
Tak berselang lama satu mangkuk sop ayam pun habis tidak tersisa kemudian ibu memberi obat penurun panas dan kembali ke dapur untuk mencuci peralatan yang kotor.
Dalam batin,Aqila berkata" kira kira siapa iya kakak tadi yang mau menolong ku?"
Hayoo kira kira siapa iya yang menolong nya.🤭
Coba tebak?🤭
__ADS_1