Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Ilal liqo' Pesantren ku


__ADS_3

"Kring kring kring" sebuah jam berwarna biru bentuk doraemon berbunyi menunjukkan pukul 03.00 wib,aqila pun terusik dengan bunyi alarm yang membangunkan nya dan terbangun dari tidur nya.


"Alhamdulillahilladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihin nusyur" doa yang terucap dari bibir mungil nya ketika bangun dari tidurnya.


"Huamm,masih ngantuk sebenarnya aku,tapi harus aku paksa supaya tidak kaget ketika hidup di lingkungan pesantren ayo semangat aqila" ucapnya sambil mengucek kedua bola matanya menuju kamar mandi.


#Disisi lain berbeda daerah...


Bel pesantren akan berbunyi pada pukul 03.00 waktunya untuk para santri melaksanakan sholat sunah dan di saat itulah petugas keamanan pondok bersiap untuk membangunkan para santri yang malas.


"Mas mas ayo bangun sudah waktunya sholat sunah,bangunlah atau takziran akan menghampiri mu" ucap salah satu pengurus keamanan.


Di sebelah kamar yang berbeda


"Mas mas bangunlah waktunya kita melaksanakan sholat sunah karena waktu ini sangat di anjurkan untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah bangunlah kita raih pahala bersama" ucap gus Arsyad lembut dan banyak para santri yang terbangun menuju tempat wudhu.


Percikan air menimpa wajah mereka "ayo ayo bangun berwudu lah atau kalian akan mandi di sini." para santri yang mendengar suara bariton tersebut langsung lari terbirit-birit menuju tempat wudhu.


Setelah para santri berkumpul saatnya melaksanakan sholat sunah yang di pimpin oleh putra abah yai yaitu gus Ilyas dan dilanjutkan dengan membaca Al-Quran bersama sambil menunggu waktu shubuh.


Ketika membaca Al-Quran banyak dari santri yang tidak berkonsentrasi karena rasa mengantuk yang melanda secara tiba-tiba,dan disini lah tugas kita sebagai teman untuk membangun kan kembali.


Tidak terasa waktu sholat subuh pun tiba dan waktunya muazin untuk mengumandangkan adzan.


"Allahu akbar Allahu akbar.."


mereka kembali berwudhu untuk menyempurnakan nya dan bergegas masuk ke dalam untuk menggelar sajadah di shof masing-masing.


Iqomah pun di kumandangkan bahwa sholat berjamaah akan di laksanakan,sebelum itu imam sholat mengingat kan untuk merapatkan barisan shof nya.


"Assalamu'alaikum warahmatullah..." salam terucap dari bibir sang imam menandakan bahwa sholat berjamaah telah dilaksanakan dan waktunya untuk berdzikir kepada Allah mengingat sang rabbi mengucap rasa syukur kepada Nya lalu di lanjutkan dengan berdoa yang di aamiin kan oleh makmum nya.


Setelah sholat berjamaah,para santri tidak di anjurkan untuk kembali ke kamar karena akan di lanjutkan dengan mengaji ilmu tafsir walaupun akhirnya banyak santri yang tidur waktu mengaji hehehe pengalaman nih waktu nyantri


Jam dinding menunjukkan pukul 05.30 bahwa waktu mengaji telah usai dan para santri bergegas menuju tandas membersihkan diri untuk persiapan berangkat sekolah karena pondok pesantren tidak menyediakan sekolah jadi para santri bebas untuk bersekolah di mana saja.


Antrian mandi yang sangat lama bahkan ada yang sampai tidur di depan pintu untuk menunggu giliran.


"tok tok siapa di dalam?" ucap salah satu yang mengetuk pintu kamar mandi.


"Arsyad mas, gimana?" ucap gus Arsyad santai


(aduh salah sasaran ini ternyata malah gus Arsyad aduh malu aku)ucap santri tersebut dalam hati lalu diam.


"Kalau mas nya mau ngantri silahkan nggak apa apa saya juga nggak ada yang ngantri" ucap gus Arsyad


"Nggih gus mangke kula ngantri panjenengan" ucap nya malu.


Setelah berkecimpung dengan air,gus Arsyad pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian kaos hitam dan bersarung.


Sambil tersenyum"Saya sudah selesai mas monggo kalau mau mandi maaf jadi menunggu lama." ucap gus Arsyad sambil menenteng ember berisi cucian baju untuk di jemur.


"Nggih gus maturnuwun mboten dangu kok gus" ucap santri tersebut menunduk.


"Iya sudah saya duluan mas" sambil menyunggingkan kan senyum.


#kembali ke rumah aqila..


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga kegiatan ku pagi ini,sholat subuh udah tinggal bantu ibu masak terus berangkat sekolah" ucap aqila bersemangat.

__ADS_1


"Pagi ibu,hari ini kita masak apa" ucap aqila sambil memeluk ibu nya.


"Kita masak sayur sop,tempe goreng terus sama sambel tomat gimana qila setuju?" ucap sang ibu mengelus kepala putri nya.


"Setuju dong udah lama bu qila nggak makan menu ini di pagi hari" ucap nya tersenyum.


"Iya sudah aqila bantu ibu potong sayuran dulu nak ibu ke tandas sebentar" ucap sang ibu sambil mengelus perut nya menahan hajat🤭.


"Ok ibu siapp laksanakan" ucap aqila antusias.


Setelah beberapa menit kemudian,ibu aqila pun selesai sedangkan aqila menyelesaikan masakan hari ini.


"Alhamdulillah,aqila udah jago masak iya sayur sop tinggal menunggu matang,tempe nya juga juga sudah matang tinggal sambal saja yang belum sini biar ibu saja yang menyelesaikan aqila bersih bersih terus ganti baju nak" ucap sang ibu berbinar masakan nya hampir matang.


"Hehehe iya ibu makasih,kan ibu juga yang ngajarin aqila memasak,iya udah aqila mandi dulu bu " sambil mencium pipi ibunya.


Ibu nya pun mengangguk dan menyelesaikan sedikit pekerjaan memasak pagi ini.


Dan ternyata hari ini adalah hari pengumuman kelulusan sekolah aqila,maka dari itu dia bersiap siap menunggu hasil ujian sekolah nya selama 3 tahun.


"Sudah selesai mandi dan memakai seragam rapi tinggal jilbab saja yang belum,semoga hasilnya memuaskan ya rabb aamiin" ucap nya sambil mengusap kedua telapak tangan di wajah mungil nya.


Setelah selesai memakai jilbab,aqila menuju ruang makan menghampiri orang tua nya.


"Pagi ayah ibu" Ucap nya tersenyum manis dan duduk di kursi meja makan


"Pagi sayang,semangat sekali hari ini nak tumben" ucap sang ayah mengerut kan dahi.


"Hehehe hari ini itu pengumuman kelulusan sekolah aqila ayah,harus semangat agar hasil nya memuaskan." Ucap nya antusias.


"Astaghfirullah ayah lupa kalau hari ini pengumuman kelulusan aqila,jadi gimana nih aqila ayah gak bisa datang" ucap ayah nya menyesal.


"Hehehe nggak apa apa ayah,lagi pula masih ada ibu yang bisa berangkat ke sekolah qila" ucap nya tersenyum.


"Hehehe iya ayah urusan itu mah gampang sekarang ayah berangkat kerja dulu keburu siang" ucap aqila


"Iya sudah,bund dan aqila, ayah berangkat dulu iya assalamu'alaikum " ucap nya sambil berpamitan dengan kedua bidadarinya.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah ayah hati hati" sambil melambaikan tangan kepada ayah nya begitu pula sebaliknya.


#Disisi lain berbeda daerah..


Ketika memasuki ruang kamar,sambil menghela nafas sebentar dan memperhatikan sekeliling nya.


(tidak terasa sudah cukup lama aku disini,melukiskan kenangan yang begitu indah tholabul ilmi bersama teman-teman,roan linkungan pesantren,mayoran bahkan sampai menjadi penderek kyai,semoga bisa menjadi pengalaman dan bermanfaat bagi diriku kelak)


ucapnya dalam hati.


"Sudah saatnya aku boyong walaupun masa pengabdian ku belum selesai tapi ada abah dan umi yang menunggu kepulangan ku,bismillah semoga menjadi awal yang baik" Ucap nya sambil mengusap kedua telapak tangan di wajahnya.


Ketika gus Arsyad membenahi buku buku serta kitab nya,ada seseorang yang menyapa


"Gus,panjenengan mau boyong?" sambil menatap tumpukan buku buku yang di masukan ke dalam kardus.


"Iya mas,masa pengabdian ku di per singkat ada sesuatu hal yang membuat saya harus boyong pada hari ini" ucapnya tersenyum menahan gejolak rasa yang berkecamuk dalam hatinya.


"Mas Gus,secepat itukah panjenengan pulang kawan kawan masih ingin belajar ilmu dari njenengan Gus,terus yang akan menggantikan mengajar siapa Gus? Bukankah Gus Ilyas juga akan kembali ke Yaman?" ucapnya mengungkapkan rasa sedih "


Gus Arsyad tersenyum dan memegang lengan teman nya.

__ADS_1


"Mas jadi begini Gus Ilyas sudah selesai pendidikan nya dan beliau juga akan menerus kan perjuangan abah yai,saya juga demikian ada amanah dari bapak saya untuk melanjutkan perjuangan nya.jadi, selama saya disini punya salah kepada teman teman me minta maaf yang sebesar-besarnya dan setulus tulus nya,sampaikan salam ku kepada teman teman yang lain dan ini ada beberapa pakaian yang Insha Allah masih layak pakai semoga bermanfaat kang"ucapnya sambil menunjukkan beberapa potong koko serta sarung.


"Baik Gus Terima kasih saya panggil kan teman teman dulu" ucap seorang santri tersebut.


Tak berselang lama teman teman satu kamar datang dan beberapa pengurus pun menemui Gus Arsyad.


"Assalamu'alaikum mas Gus" ucap seseorang masuk ke dalam kamar santri pengabdian.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah monggo mas masuk masuk " ucapnya sambil tersenyum manis.


"Maaf Gus disini kami hanya menyampaikan permintaan maaf dari para santri karena kadang selalu membuat mas Gus jengkel ketika mengajar,kurang sopan dan takdzim kepada panjenengan Gus,panjenengan tiang sae Gus sabar terhadap para santri dan mohon maaf Gus tolong Terima bingkisan dari kami semua walaupun bukan barang mahal Gus "ucap salah satu pengurus pondok yang ternyata adalah lurah pesantren sambil menyerah kan sebuah bingkisan yang terbungkus rapi.


" Masya Allah jadi repot repot segala panjenengan Gus,syukron Jazakumullah saya ucapkan semoga semua kebaikan teman teman di sini bisa menjadi amal jariah yang akan menolong di akhirat kelak,InshaAllah barang yang teman teman beri untuk saya bisa bermanfaat ke depannya Terima kasih saya ucapkan kembali dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ketika disini banyak menyakiti hati teman teman semua baik yang sengaja maupun tidak karena saya disini hanya belajar dan bertholabul ilmi,Insha Allah bila ada waktu dan Allah mengizinkan saya akan berkunjung di pesantren ini"ucap Gus Arsyad menahan tangis.


"Baik Gus semoga kedepannya panjenengan bisa sukses Gus dan mendapatkan bidadari surga yang telah di takdirkan pada lauhul mahfudz panjenengan Gus hehehe jangan lupa mengundang kita Gus" ucap seorang santri memecah keheningan.


"Aamiin doa baik akan selalu terbalas kepada orang yang mendoakan nya" ucap Gus Arsyad meng aamiin kan doa nya.


"Iya sudah berhubung saya sudah selesai berkemas,saya akan berangkat menuju stasiun kereta karena perjalanan pulang juga lumayan jauh" ucap Gus Arsyad berpamitan.


"Mari Gus saya bawakan barang nya" ucap seorang santri junior (maklum santri baru 🤭).


Gus Arsyad pun mengangguk bahkan para santri berebut bersalaman kepada Gus Arsyad hingga kewalahan.


"Maaf sebentar saya mau berpamitan ke ndalem dulu belum bertemu abah yai saya" ucapnya sungkan karena merasa tidak enak.


Para santri pun memberi jalan untuk Gus Arsyad lewat


Saat berjalan ada seseorang yang memanggil nama nya.


"Gus Arsyad tunggu sebentar" ucap seorang dari jauh dan lari menghampiri Gus Arsyad.


Sambil tersengal sengal seseorang tersebut memegang dada nya yang sakit karena berlari


"Maaf mas Gus ini ada titipan surat dari penggemar panjenengan katanya boleh di buka setelah sampai dirumah" ucap seorang santri tersebut.


"Terima kasih InsyaAllah akan saya buka nanti,saya akan berpamitan pada abah yai dan Gus Ilyas, mari kang" ucap Gus Arsyad tersenyum.


Santri tersebut mengangguk dan memberi jalan untuk Gus Arsyad.


Tok tok tok "Assalamu'alaikum " ucap Gus Arsyad mengetuk pintu.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah monggo Gus duduk dulu saya panggil kan abah sebentar"ucap Gus Ilyas.


Gus Arsyad pun mengangguk dan duduk di karpet ruang tamu,tanpa berani melihat ke atas ia hanya menunduk.


" Nak Arsyad,mau pulang sekarang?"Ucap abah yai yang menyadarkan lamunan Gus Arsyad.


"Nggih bah,sebelum nya Arsyad juga mau izin pamit pulang,Terima kasih bah atas semua ilmu dan nasehat yang selama ini di ajarkan,Dari pesantren ini Arsyad belajar tentang menghargai,menghormati dan tata cara adab yang benar,Arsyad mohon maaf bah karena sering lancang dan belum bisa takdzim dengan semua peraturan mohon ridho mu Abah" ucap Gus Arsyad menitihkan air mata dan bersalaman.


Sambil mengelus kepala Gus Arsyad,Abah yai pun menjawab


"Sudah nak,dirimu sudah dewasa dan saatnya Arsyad berada di alam bebas bukan di penjara suci ini,amalkan apa yang abah yai berikan di luar sana Arsyad akan menemukan banyak hal yang belum di ketahui di sini,dunia luar keras hadapilah dengan segala ilmu dan pesangon yang selama ini Arsyad disini,abah yai ridho nak hati hati dijalan,sampai kan salam abah pada ayah mu"ucap abah yai


"Nak,abah yai minta tolong mohon sampaikan kepada saudara mu nak Ahmad untuk kesini apabila ada waktu senggang,karena sesuatu hal yang akan abah bicarakan padanya mengenai suatu hal,tolong sampaikan nak maaf abah selalu merepotkan" ucapnya kembali


"InshaAllah tidak bah,akan Arsyad sampaikan kepada mas Ahmad nanti,pamit undur diri bah assalamu'alaikum" melangkah mundur dengan hati hati.


Setelah berpamitan,gus Arsyad menenteng barang yang akan di bawa pulang dengan di bantu santri lain nya.Rasa berat hati untuk meninggalkan pesantren tercinta,sudah lama sekali belajar disini banyak kenangan indah yang telah terukir bersama teman-teman nya,baik suka maupun duka tapi sekarang waktunya pulang karena orang tua yang telah menanti berapa tahun lamanya.

__ADS_1


"Bismillah semoga menjadi awal yang baik untuk masa depan ku" ucap gus Arsyad ke dalam angkutan menuju stasiun kereta.


Para santri melihat dari gerbang pesantren hanya bisa melambaikan tangan dan mengucapkan salam perpisahan tanpa terasa air mata pun membasahi wajah gus Arsyad bibir nya memang tersenyum tapi rasa sedih menimpa hatinya.


__ADS_2