
Langkah yang tergesa gesa tanpa memedulikan lingkungan sekitar,dengan sigap nya Gus Ahmad memapah tubuh Gus Arsyad yang terbaring lemah.
Beberapa Nakes yang melihat Gus Ahmad dengan sigap mendorong brankar dan memindahkan Gus Arsyad di ruang pengobatan.
Ketika akan menelfon orang tua Gus Arsyad,dia teringat pesan bahwa tidak di perbolehkan untuk mengabari kedua orang tuanya karena di takutkan akan menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran biarlah nanti Gus Arsyad yang akan menjelaskan.
"Ya Allah syad,ada saja peristiwa yang menimpa mu ,inilah yang aku khawatir kan ketika kamu pulang tanpa mengabari keluarga satu pun." ucap nya sambil mengacak rambut yang tidak gatal.
"Sabar mas,do'akan saja semoga Gus Arsyad segera membaik,oh iya Gus njenengan mau sholat dulu atau saya duluan?" ucap ustadz Salman dengan penuh takdzim.
"Kamu duluan saja nanti gantian untuk menunggu kelanjutan kondisi Arsyad" ucap Gus Ahmad mempersilahkan.
"Baik Gus,saya duluan apabila nanti ada sesuatu yang penting saya sholat di mushola situ" ucap nya sambil menunjukkan letak mushola dan di angguki oleh Gus Ahmad.
Tidak henti hentinya Gus Ahmad berdzikir dan berdoa memohon untuk keselamatan sepupunya, hingga akhirnya seorang dokter pun keluar dari ruangan.
"Bagaimana kondisi sepupu saya dok?" ucap Gus Ahmad cemas.
Sambil melepas masker yang di kenakan, sang dokter pun menjawab
"Alhamdulillah keadaan Gus Arsyad baik Gus,setelah ini boleh di bawa pulang hanya ada luka goresan tepat di kaki belakang,salam takdzim Gus" Tiba-tiba dokter tersebut menyalami tangan Gus Ahmad akan tetapi dengan gerak cepat Gus Ahmad menarik tangan nya.
"Afwan dokter,kenapa anda menyalami tangan saya,njenengan siapa?" tanya Gus Ahmad heran.
Dokter tersebut pun tersenyum dan menjawab
"Kula Reihan Gus,saya adik dari mas Ilyas yang paling bungsu,pasti njenengan kaget melihat saya"
"Lo bukan nya adek Gus Ilyas itu Ning Kayla?" ucap Gus Ahmad bertanya.
"Hehehe iya Gus setelah mbk Kayla ada saya si bungsu,kalau Gus Arsyad sudah tidak asing dengan saya tapi kalau Gus Ahmad pasti asing sekali dengan saya karena tidak mirip sama sekali dengan kakak kakak saya" ucap nya sambil menjelaskan.
"MashaAllah,abah mendidik putra putri nya dengan baik sampaikan salam pada abah dan umik di sana,tapi kalau dilihat lihat Gus Reihan ini mirip umik iya" ucap Gus Ahmad terkekeh geli.
"Hehehe Gus Ahmad bisa saja,kalau begitu silahkan jenguk Gus Arsyad terlebih dahulu saya akan melanjutkan tugas kembali,Assalamu'alaikum" ketika hendak menyalami mereka berdua langsung mencium punggung tangan secara bersamaan dan tertawa.
"Wa'alaikumussalam Gus Reihan " ucap Gus Ahmad dan membuka pintu bangsal untuk masuk akan tetapi di cegat oleh Ustadz Salman yang menghampiri nya.
"Ris,sudah selesai kamu sholat nya?" ucap Gus Ahmad pada ustadz Salman.
"Alhamdulillah sampun Gus,kalau njenengan mau sholat dulu silahkan saya akan menjaga Gus Arsyad di dalam" ucap Ustadz Salman.
"Ohhh iya sudah kalau begitu tolong jaga Arsyad sebentar" ucap Gus Ahmad menepuk bahu ustadz Salman.
"Baik Gus Ahmad saya masuk dulu" ucap ustadz Salman dan di angguki oleh Gus Ahmad.
Ceklek....
"Assalamu'alaikum Gus,boleh saya masuk?"
#Kembali ke Aqila...
"Ibu... dingin bu... qila takut" suara Aqila menggigil.
Sang ibu yang terlelap di samping nya pun terbangun dan mengecek suhu tubuh putri kecilnya.
"Astaghfirullah nak,panas sekali tubuh mu kita ke dokter sekarang iya" ucap Ibu khawatir akan keadaan putrinya.
"Ibu... dingin...mas ulul Qila kangen,mas ulul dingin.." ucap Aqila mengigau tentang kakak nya yang jauh di perantauan.
"Iya nanti ibu telfon mas ulul biar pulang dulu iya sayang,sekarang kita siap siap ke dokter" ucap Ibu sambil memakaikan jaket serta jilbab.
__ADS_1
"Ayah,Qila demam tinggi kita langsung ke dokter saja" sambil memanggil suami nya.
Tanpa aba aba Sang ayah langsung menggendong putri nya dan memapah aqila di tengah-tengah ibu lalu berangkat lah mereka menuju dokter.
Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke klinik karena jarak yang lumayan dekat hingga tibalah saat nya giliran Aqila untuk di periksa.Hanya ibu yang menemani Aqila masuk di ruang pemeriksaan sedang ayah menunggu di luar.
Ayah 👨:
Assalamu'alaikum le,gimana keadaan kamu?
M.Ulul ilmi 👦:
Alhamdulillah sehat yah,pangestunipun. Ada apa yah tumben chat Ulul,apa ada hal penting?.
Ayah 👨:
Adek kamu lagi sakit,dari kemarin mengigau nyebut nama kamu terus,kalau ada waktu untuk pulang nanti kabari ayah iya nak, iya sudah nanti ayah chat kembali,jaga kesehatan iya nak assalamu'alaikum.
M. Ulul ilmi👦:
Wa'alaikumussalam warahmatullah yah,InshaAllah nanti Ulul kabari kembali jadi pulang atau tidaknya.
"Ada apa lul, seperti nya kamu sedang dilanda gelisah?" tanya seorang teman satu kost nya.
"Adek gue lagi sakit bro,demam tinggi dari kemarin manggil manggil nama gue,apa gue pulang aja iya mumpung lagi nggak padet banget kegiatan nya?" ucap Kak Ulul berpikir.
"Boleh juga itu bro,entar ngambil cuti seminggu cukup lah sampai adek lu bener bener sembuh ini lapak gue yang urus" ucap teman nya tersebut meyakinkan.
"Wah makasih bro loe emang bisa di andalkan,gue nitip beberapa hari nih lapak,sampai gue balik kesini lagi , loe bisa kan menghandal semuanya sendiri kalau enggak minta bantuan temen atau saudara loe sabi lah"
Ucap kak Ulul dengan begitu santai.
"InshaAllah bisa bro,entar kalau ada apa-apa gue kabarin balik lah,salam buat orang tua loe dan hati hati dijalan" ucap teman nya tersebut.
"Loe mau pulang pake motor? gilak jauh bener bro,emang serius tuh mau pake motor nggak pake bis atau travel hemat tenaga bro" ucap temannya menyarankan.
"Gue lagi pingin menikmati suasana perjalanan bro,sekali kali lah bisa tau daerah lain lumayan bisa dapet cewek di pinggir jalan biar nggak di katain jomblo akut" ucap nya sambil tertawa.
"Yeh,bukan cewek cantik yang lo dapet malah dapet mbak kunti atau odgj di pinggir jalan,ada ada aja lo nyari cewek di pinggir jalan" ucap temannya sambil menggeleng geleng kan kepala.
"Bercanda bro,hayuk lah buruan ke bengkel biar nggak kemaleman pulang nya." ucap kak Ulul yang sudah mengenakan helm.
"Hayuk lah eh tapi beli makanan dulu bro sebelum pulang gue laper,perut serasa mau demo menuntut makan" ucapnya sambil memegang perut yang keroncongan.
Kruyuk...kruyuk..
"Hehehe plis bro antar gue makan dulu keburu demo nih" ucap teman kak Ulul tersebut yang bernama Fahmi.
"Iya udah hayuk,mau makan dimana?" tanya kak Ulul.
"Di tempat biasa aja bro yang porsi kuli" ucap kak Fahmi ceplas-ceplos.
Akhirnya mereka berdua berangkat menuju tempat langganan makan dan dilanjutkan servis motor di bengkel.
#Kembali menuju Gus Arsyad.
"Assalamu'alaikum Gus,boleh saya masuk?"
ucap ustadz Salman lembut.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah monggo kang,Alhamdulillah Allah masih mempertemukan kita kembali,Kang Faris apa kabar? betah kah di tempat pengabdian?" tanya Gus Arsyad begitu semangat.
__ADS_1
"Alhamdulillah Gus pangestunipun,suatu kehormatan Gus abah yai menempatkan saya di desa itu masyarakat yang ramah dan mudah berbaur begitu saja,dan alhamdulillah Allah melancarkan semua kegiatan di sana,Panjenengan kundur nopo mboten ngabari Gus Ahmad mawon Gus,wedose kedadean kados wau malih" ucap ustadz Salman prihatin dengan keadaan putra Kyai nya.
Gus Arsyad pun tersenyum dan berkata
"Ini sudah kehendak Allah mas,saya juga ingin memberi kejutan buat abi dan umik tapi Allah berkehendak lain ternyata sungguh luar biasa dan di luar dugaan,saya juga tidak ingin ini terjadi tapi di balik semua itu Allah mempertemukan saya dengan murid murid abi dan bertemu kembali dengan panjenengan kang,Alhamdulillah sekali bisa bertemu dengan shohib karib yang sangat saya rindukan tanpa harus berkomunikasi lewat handphone dahulu,Allah masih memberi saya keselamatan itu saja sudah membuat saya bersyukur apalagi jika dilancarkan semua urusan mulus tanpa ada kendala,Alhamdulillah sekali Allah masih sayang kepada mahluknya." raut wajah yang menyejukkan terpancar dari cara beliau berucap dan bertata krama membuat siapa saja kagum melihat nya.
(Ya rabbi,hamba iri terhadap beliau yang selalu sabar dan tawakal kepadamu tanpa ada rasa mengeluh di hatinya,aura yang menyejukkan teduh keimanan nya kepada mu,terimakasih engkau telah mempertemukan aku dengan beliau yang sangat alim dan takdzim,izinkan hamba berlama-lama bersama nya hingga beliau menemukan tambatan hati nya Aamiin).
ucap ustadz Salman dalam hati sambil meresapi kata kata yang terucap dari bibir beliau.
"Kang maaf sebelumnya apa saya boleh meminta bantuan njenengan?" ucap Gus Arsyad.
"Ohh tentu boleh sekali Gus,ada yang bisa saya bantu?" sambil menawarkan bantuan.
"Saya belum sholat ashar bimbing saya menuju tandas untuk mengambil air wudhu kang" ucap Gus Arsyad.
"Baik Gus monggo saya bantu tapi kalau tidak mampu berdiri atau duduk,sholat dengan posisi telentang atau tidur miring Gus" sambil membantu Gus Arsyad berdiri menuju tandas.
"Baik kang terimakasih atas saran nya,saya ber wudhu dahulu"
Ketika membantu menuntun Gus Arsyad,tak sengaja ustadz Salman melihat sarung yang di gunakan Gus Arsyad tergores dan menimbulkan robekan kecil,sedang ia bingung tadi sarung nya sedang di pinjam Gus Ahmad.
"Gus,ngapunten setelah ber wudhu nanti saya ijin mengambil sarung sebentar untuk mengganti sarung Gus Arsyad yang robek tadi" ucap ustadz Salman berhati-hati.
"Oh baik kang terimakasih banyak bantuan nya saya jadi merepotkan." ucap Gus Arsyad sungkan.
"Tidak masalah Gus,sudah kewajiban saya untuk membantu" ucap nya sambil melanjutkan kegiatan menuntun putra Kyai nya dan di balas senyuman.
Akhirnya kegiatan berwudu pun usai dan menuntun kembali Gus Arsyad menuju ranjang untuk duduk sebentar kemudian dirinya akan mengambil sarung di mobil.
Tiba-tiba .... Bruk..
Tubuh ustadz Salman dan Gus Ahmad bertabrakan.
Karena tergesa-gesa ustadz Salman tidak melihat Gus Ahmad sudah di depan pintu.
"Astaghfirullah lo piye sampean kang mlaku kok ndlenger" ucap Gus Ahmad sembari memegang jidat nya.
"Haduh pangapunten Gus kula mboten mangertos nek panjenengan sampun teng ngajeng mriku" ucap ustadz Salman tidak enak karena telah menabrak nya.
"Kurang Aqua kowe mesti kang(kebiasaan Gus Ahmad suka menjaili teman teman nya),arep ngopo to kok gugup?" ucap Gus Ahmad penuh selidik.
"Niki Gus bade mundut sarung ngge Gus Arsyad bade sholat" ucap ustadz Salman tertunduk.
Sambil menyerah kan sarung dan berkata
"Nyo iki sarunge suwun Iyo kang hehehe,syad cepet kowe ganti sarung dewe,biso to?"
"Nggih saget to mas,aku dudu santri anyar sek durung biso sarungan ojo padakno aku karo awak mu sek nggo sarung mlorot" ucap Gus Arsyad mengejek sepupunya karena pernah kejadian sarung yang ia pakai melorot dan jadi pusat perhatian teman teman nya untung saja memakai celana boxer kalau tidak,bahaya🤣.
"Arsyad kowe ki iku aib ku,ojo mbok kowe umbar aku Iyo ngerti aibe kowe ora gelem di sunat to,hayo ngaku?" ucap Gus Ahmad membalas perbuatan kakak sepupunya mereka saling sahut sahut an hingga ustadz Salman angkat bicara.
"Sampun to mas Gus sedanten le debat ngenjang tak sediaken mimbar ngge panjenengan sedoyo debat sak puase ngenjang tak sanjangke abah,mas Arsyad Ture ajeng sholat keburu telas wekdale niki" sambil menunjukkan jam tangan yang menunjukkan jam 04.15. wib.
"Hehehe ok mas ustadz siap laksanakeun,mas Ahmad si ngajak debat mawon,kan Arsyad njuk telat niki,niku mas Ahmad mirengke ampun ngakhiraken wekdal sholat mboten sae mangke ndak pahalane njuk kirang" sambil tertawa.
"Aku mono tepat waktu le sholat,wleee" sambil menjulurkan lidah nya.
"Niko pak ustadz,mas Ahmad nakal dukani mawon" ucap Gus Arsyad menirukan suara anak kecil.
"Arsyad duluan pak ustadz yang nakal "ucap Gus Ahmad sambil menggoyangkan tangan ustadz Salman layak nya anak kecil yang sedang mengadu.
__ADS_1
" Haduh(ucap nya sambil menepuk jidat) nggih mpun ustadz sek salah" akhirnya debat pun di akhiri dengan gelak tawa mereka dan Gus Arsyad pun melaksanakan sholat ashar.