
"Assholatu khoirum minan naum....."
suara muadzin masjid terdengar begitu nyaring nya hingga mengusik aktivitas warga yang sedang mengelabui mimpi masing-masing.
"Huaaaaammm.... π₯±rasanya baru saja aku tidur kok sudah pagi"ucap seorang gadis yang terbangun sambil mengucek kedua mata nya
kemudian melanjutkan mimpinya.
"Nak.. sudah subuh ayo bangun kita sholat jamaah di mushola" ucap sang ibu sambil mengetok pintu kamar putri nya.
"Emmm... sebentar bu,lima menit lagi" ucapnya.
"Kamu mah lima menit jadi nya satu jam,ayo nak buruan keburu iqomah, ibu masuk iya nak".
Ceklek..
" Ya Allah nak..kapan kamu berubah jadi sholat tepat waktu,kalo gini terus ibu daftar kan kamu di pesantren yang jauh sekalian " lanjut sang ibu sambil mengelus dada nya.
"Hmmmmmπ΄ iya deh bu aqila nurut" ucap sang gadis tanpa sadar.
"Baiklah kalo begitu,ibu akan bilang ke ayah kalo kamu mau masuk di pesantren, iya udah ayo bangun dulu sholat shubuh terus persiapan berangkat sekolah,katanya mau ada acara menjelang kelulusan."sambil menarik selimut sang anak yang masih terlelap.
" Iya iya ibu ku sayang yang paling cantikπ₯±"
aqila pun bangun menuju kamar mandi dengan menenteng handuk dan baju ganti kemudian melanjutkan kegiatan untuk melaksanakan kewajiban nya yaitu sholat subuh.
Di pagi yang cerah ini,kicauan burung burung kecil terdengar di telinga hingga tetesan embun pagi yang jatuh dari tanaman sungguh menyejukkan pandangan,terlintas senyuman dari beberapa warga yang berjalan menuju lahan garapan nya ada pula yang bersiap siap untuk menjajakan dagangan nya di pasar ohhhhh sungguh pemandangan yang indah bukan.
Ciuman mendarat tepat di pipi sang ibu
"Pagi ibu ku sayangπ,hari ini kita sarapan apa bu?" ucap aqila
Tersirat senyum yang terlukis di wajah nya
"Hari ini kita akan sarapan kesukaan mu nak seperti biasa kan nasi goreng telur plus kerupuk yang ibu beli tadi malam di warung"
"Aaaaaaa..ibu tahu aja sarapan favorit kuπ"
ucap aqila sambil merayu sang ibu.
"Hehehe iya dong siapa dulu,ehhhh nak kamu nggak bosen sarapan nasi goreng terus??
ucap sang ibu dengan nada heran.
" Aqila nggak bosen bu bahkan kalo bisa menu makanan di rumah nasi goreng terus π€.
ucapnya dengan semangat.
"Bisa bisa bisulan nih kalo makan telur setiap hari π€" ucap sang ibu
"Hehehe ibu bisa aja,ohhh iya bu ayah dimana kok tumben belum keliatan dari tadi?" ucap aqila dengan rasa penasaran.
"Ada apa nak nyari ayah paling cuma mau bilang selamat pagi dunia tipu tipu".
kekehan sang ayah membuat qila tersipu malu.
" Ihhhh ayah itu kan lelucon aku kok ayah nyopas si" rengekan aqila terdengar begitu lucu.
"Hehehe biasanya kan yang dapet slogan itu kakak mu karna kebetulan nggak dirumah jadi ayah yang bales keusilan mu "
ucap sang ayah sambil tertawa
__ADS_1
Raut wajah aqila pun berubah menjadi cemberut "ibu,ayah sama kakak suka ngusilin qilaπ"
Sambil menahan tawa,sang ibu berkata"udah atu yah kasian nih anak nya jadi cemberut gitu kaya ikan ibu mertua π€"
"Aaaaaa ibu sama ayah sama ajaπ"
rengek aqila
Sambil mengelus rambut sang anak ayah pun berkata "udah udah ayo sarapan nya udah siapp kita langsung serbu tanpa ada sisa"
"Let's go yah" ucap sang ibu dan anak penuh semangat.
Suara dentuman sendok yang beradu dengan piring pun terdengar tanpa ada ocehan dari masing-masing anggota setelah itu aqila membantu ibu nya mencuci piring serta peralatan yang dipakai untuk membuat menu sarapan,sedang ibunya mencuci pakaian.
Waktu menunjukan pukul 06.30 WIB,aqila dengan seragam biru putih nya serta jilbab yang menutup dada bersiap untuk berangkat sekolah.
Terdengar ucapan manja dari sang anak"Ayah.. anterin aqila ke sekolah dong,kan tempat ayah mengajar juga searah "
Senyum usil tergambar di wajah ayah nya lalu berkata "Wani piro dekπ€??"
Raut wajah kesal mewakili suara aqila "Ihhhh udah ayah,aqila keburu telat"
"Hehehe iya ayah bercanda kokπ€,ayo pamit dulu sama ibu" ucap sang ayah
"Ibu,Aqila yang manis dan imut ini berangkat sekolah dulu bu do'ain aqila bisa lulus dengan hasil terbaik" ucap sang anak dengan penuh harap.
"Iya nak ibu selalu mendoakan yang terbaik buat putri ibu ini" sambil mengusap lembut pipi aqila.
"Bund,Ayah berangkat dulu ya,bunda hati hati di rumah" kecupan mendarat di kening istri nya.
"Iya ayah juga hati hati di jalan juga jaga hati"
mencium punggung tangan suami nya.
"Hehehe iya sayang nya ayah,yang paling gemeus,ayo kita berangkat " ucap sang ayah dan menggandeng tangan anak nya.
"Assalamu'alaikum bu,kita berangkat dulu".sahut mereka berdua secara bersamaan.
" Wa'alaikumussalam warahmatullah ,hati hati dijalan" sambil melambaikan tangan ke arah mereka berdua.
Motor matic yang biasa di kendarai ayah telah menunggu di depan rumah,di kepala mereka telah tersemat kan helm yang biasa di gunakan lalu sang ayah menancap kunci untuk menghidupkan mesin dan melajukan motor nya di jalan yang di lapisi aspal dengan tenang.
Ditengah tengah perjalanan,mereka berdua bercakap cakap entah apa yang dibahas hingga saat nya sang ayah memberi tahu informasi kepada putrinya.
"Nak,nanti sore ada seorang ustadz baru yang akan mengajar mengaji di TPQ dekat rumah kita,jadi untuk nanti sore kalo bisa kita adakan acara penyambutan,iya walaupun kecil kecilan tapi bisa terkenang di hati sang ustadz dan betah mengajar di desa kita". ucap sang ayah dengan nada senang.
" Hmmmm, boleh juga ide ayah tapi maaf yah qila kayak nya nggak bisa ikut acara soal nya nanti ada acara syukuran di rumah wali kelas kan beberapa hari kelulusan."ucap nya yang terdengar lesu.
Senyum sang ayah tergambar di wajahnya dan memaklumi" nggak apa apa kok nak,tapi nanti qila kalo mau pulang telfon,biar ayah jemput.
"ok ayah.Ehhh ayah alhamdulillah udah nyampe sekolah,qila masuk dulu assalamu'alaikum yah.
Ayah hati hati di jalan." ucap qila dan mencium punggung tangan ayah nya.
"Wa'alaikumussalam nak belajar yang pintar nurut peraturan jangan buat masalah ok?" ucap sang ayah sambil mengelus jilbab yang ber tengger di kepala sang putri.
Dengan berjalan mundur aqila melambaikan tangan"Ok ayah siappp laksanakan."
Tiba-tiba ada tangan yang menutup kedua bola mata Aqila dan hap teriakan pun terlontar dari bibir mungil nya"Ihhhhh apa apa an sih lepasin dulu ini tangan nya kan jadi nggak liat."
Terdengar kekehan dari pelaku keisengan yang menimpa aqila" Hehehe ini aku sahabat mu najma".sembari melepaskan kedua tangan nya.
__ADS_1
"Ihhhhh najma,usil kamu nggak ilang ilang,kalo mau ngasih kejutan beri aku coklat atau uang gitu biar aku seneng " π ucap qila dengan nada kesal.
"Idih kamu itu pikiran nya itu itu mulu,hehehe iya inshaAllah kalo aku punya uang lebih aku kasih deh tapi nggak janji" ucap najma di iringi senyuman usil.
"Kalo itu jadinya sama aja dong" ucap qila dengan nada lesu.
"Hehehe iya udah ayo kita masuk kelas keburu di omelin nih" sembari menggandeng tangan aqila.
Sepanjang jalan mereka bergandengan hingga masuk ke dalam kelas dan melepas tangan ketika duduk di bangku masing-masing.Hari ini mereka tetap masuk sekolah usai ujian nasional berakhir karena melengkapi kekurangan tugas selama kurang lebih 1 tahun,walaupun ada yang sudah lengkap tugas nya tetapi mereka tetap di wajibkan berangkat sebelum mereka berpisah di sekolah pilihan masing masing.
Setelah mengisi absen di kelas,kedua gadis tersebut melangkah kan kaki nya menuju mushola untuk melaksanakan sholat dhuha lalu pergi ke kantin.
Di kantin,mereka akan memesan dua mangkok mie ayam dengan di temani dua gelas es teh yang datang dalam hitungan detik.
Sembari menunggu pesanan datang mereka berbincang bincang tentang sekolah Lanjutan yang akan di pilih.
"Ehhhh qila,setelah lulus dari sekolah ini,kamu mau melanjutkan dimana?" tanya najma dengan rasa penasaran.
"Entahlah aku juga masih bingung,aku ingin melanjutkan di sekolah favorit tapi aku juga di bingung kan dengan pilihan ayah yang mendaftarkan aku di pesantren tempat sahabat nya di Jawa Timur.Aku tidak tahu kehidupan pesantren seperti apa jangan kan muqim disana masuk ke halaman pesantren juga belum pernah".ucap nya dengan nada bingung.
Sebelum najma menjawab,pesanan mereka telah sampai " Ini mbk najma,mbk qila pesanan favorit kalian,Terima kasih neng selama tiga tahun menjadi langganan tetap saya dan khusus untuk hari ini gratis neng."ucap sang ibu kantin sembari membawa nampan yang biasanya untuk mengantar pesanan siswa siswi yang membeli.
Kedua nya serentak menjawab dengan mata berbinar "Wahhh Alhamdulillah nih,makasih iya bu udah setia melayani kami yang banyak maunya,semoga rezeki ibu dilancarkan dan sehat selalu."
"Aamiin,makasih neng doanya,semoga kalian bisa lulus dengan hasil yang memuaskan." ucap ibu kantin dengan tersenyum.
"Aamiin bu makasih banyak ini jadi dapat gratisan nih, hehehe π ." ucap keduanya
"Sama sama neng kalo begitu,saya pamit dulu selamat menikmati." ucap sang ibu kantin dan di angguki kedua gadis tersebut.
Dua porsi makanan dan minuman yang mereka pesan telah ludes tanpa ada sisa akan tetapi kedua nya menyelipkan selembar uang kertas 100 rupiah karena tak enak hati harus makan gratis,sudah kebiasaan dari kedua gadis tersebut walaupun di bilang gratis tapi tetap membayarπ€.(aneh iya di gratisin nggak mau).
Mereka melangkah kan kaki nya menuju kelas sembari berbincang bincang bersama teman teman yang lain hingga terdengar kekehan dari mulut mereka entah apa yang mereka bicarakan.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 wib,sebagian anggota sekolah yang ber agama muslim menuju masjid di seberang sekolah untuk melaksanakan kewajiban nya,kecuali bagi mereka yang berbeda agama dan sebagian siswi yang berhalangan tetap di dalam kelas, belum di perbolehkan untuk pulang.
Ketika Aqila selesai berwudhu terdengar lantunan iqamah,dengan tergesa gesa dia menuju pintu masjid,dari arah berlawanan seorang laki-laki tidak sengaja menabrak tubuh mungil aqila yang sedang menurunkan lengan baju seragam nya hingga terdengar suara
π½π§πͺπ π π π ....
"Yah jadi batal deh wudhu nya" ucap aqila dengan nada kecewa.
Di seberang sana terdengar ucapan "Astaghfirullah maaf mbk nggak sengaja saya tadi terburu-buru dan tidak melihat ada mbk nya.sekali lagi mohon maafπ." ucap laki-laki tersebut dengan nada menyesal
Sembari menarik nafas,aqila menjawab tanpa melihat wajah laki-laki tersebut "Iya udah nggak apa apa lain kali hati hati iya mas" kemudian menuju tempat wudhu kembali, sembari berbicara dalam hati "yah akhirnya aku jadi makmum masbuk nih iya udah nggak apa apa".
Untung masih tahiyat pertama sehingga tidak ketinggalan jauh,walaupun harus jadi makmum masbuk.(Nasib deh malah di tabrak sama lawan jenisπ€).Setelah usai sholat,aqila keluar dari masjid dan beranjak menuju sekolah bersama dengan sahabat nya karena sebentar lagi jam sekolah usai waktunya untuk siswa siswi sekolah untuk pulang menuju rumah masing-masing kecuali bagi mereka yang mempunyai agenda organisasi atau ekstrakurikuler karena harus pulang terlambat.
Di kelas terdengar ucapan dari wali kelas 9 E,iya tepatnya kelas Aqila.
"Baik anak anak ibu mau minta waktunya sebentar karena sebentar lagi kalian akan lulus dari sekolah ini,ibu minta kalian tetap menjaga nama baik sekolah dan selama tiga tahun ini banyak pengalaman serta ilmu dari guru guru yang kalian ingat ambil yang baik baik saja.Dan untuk saat ini Terima kasih untuk kalian yang telah berbaik hati bertahan di kelas ini tetap setia sayang kepada ibu karena bagaimana pun kalian tetap menjadi anak anak ibu walau bukan kandung,tetap ingat ibu yang kadang kala ngomel,marah sama kalian tapi ini juga demi kebaikan kalian di masa depan.silahkan perjuangan kan apa yang kalian ingin kan.Ibu hanya bisa ngantar kalian hingga ke jenjang ini,ibu harap kalian jadi orang yang sukses,jika sewaktu waktu kalian kangen sama ibu boleh kok main ke rumah tapi tetap harus ada yang memberi kabar,dan untuk yang terakhir ibu minta maaf karena banyak kesalahan yang disengaja maupun tidak karena ibu hanya lah manusia biasa yang tak luput dari dosa.
Ambil hal yang Baik baik dari ibu Terima kasih π. I love you murid murid ibu jangan lupakan ibu iya ". ucap bu Hanifah menahan tangis.
Suasana kelas menjadi hening banyak dari mereka yang menunduk penuh penyesalan karena sering melanggar peraturan sekolah hingga suasana terpecah kan oleh suara Aqila
" Bu hani,emmmm aqila mewakili teman teman mengucapkan banyak minta maaf atas kesalahan yang pernah kita buat bahkan bu hani sampai jengkel menghadapi kita,termasuk aqila karena pernah telat beberapa kali hingga bu hani malu. Permohonan ini tulus bu dari kita semua karena kita menyesal membuat bu hani malu di hadapan semua guru,tolong di maaf kan iya bu dan ini hadiah dari kami semua sebagai permohonan maaf dan kenang kenangan, mohon di Terima bu dan Terima kasih bu Hanifah bertahan demi kami yang bandel nya minta ampun sehat selalu bu."
Kemudian beberapa siswa membentuk formasi dengan membawa tulisan dari kertas besar bertuliskan
"ππ ππππ πππ πππ. ππΌππππΌπ π
__ADS_1
Tak terasa air mata yang di tahan nya dari tadi lolos begitu saja,membuat suasana menjadi haru sebagian siswi memberikan hadiah berupa kado dan slempang berhiaskan permen hingga buket bunga.
Hingga tak terasa sesi foto dengan teman sekelas usai waktunya syukuran di tempat bu Hanifah.