Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Tikus besar dalam kolong meja


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"Umi,ini yang beli bubur siapa?" tanya Gus Arsyad heran.


"Ohhhh yang membeli bubur ayam ini nak Sal..." ucap umi terhenti ketika ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Tok tok..


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumussalam warahmatullah,itu le ada yang mau bertamu " ucap umi Zulaikha.


"Baik umi,Arsyad buka pintunya dulu" ucap Gus Arsyad undur diri dan berjalan menuju pintu depan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah..." ucap Gus Arsyad menjawab salam akan tetapi...


Tatapan Gus Arsyad bingung,lo tumben lewat depan aku kira siapa.


"Lo...Kang Faris tumben lewat depan biasanya masuk lewat pintu dapur" ucap Gus Arsyad heran.


"Hehehe anu Gus,saya malu lewat pintu belakang,banyak mbak santri lagi di dapur" ucap Ustadz Salman malu malu.


"Oalah gitu,iya sudah kang langsung masuk saja" ucap Gus Arsyad mempersilahkan.


Ustadz Salman berjalan masuk ke ndalem untuk menyerahkan pesanan umi.


"Assalamu'alaikum umi,Gus Ahmad" ucap ustadz Salman sopan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah,eh lo nak Salman ternyata tamunya,gimana pesanan Umi dapat?" ucap umi Zulaikha antusias.


"Alhamdulillah angsal umi,pangapunten niki " sambil menyerahkan satu kantung kresek.


"Lo tumben ris,sampean ora melbu seko dapur?" tanya Gus Ahmad heran.


"Nggih niki Gus teng dapur rame kula nggih isin kalian mbak santri" ucap ustadz Salman malu malu.


"Oalah pantesan,ternyata gara-gara ukhty " ucap Gus Ahmad.


"Oh iya nak Salman,Terima kasih tadi sudah dibelikan sarapan juga,ini malah umi juga yang sering merepotkan kamu,maaf iya Le" ucap umi Zulaikha sungkan.


"Mboten nopo nopo umi,alhamdulillah Salman ugi remen waget nyadong barokah keluargi ndalem" ucap ustadz Salman kembali.


Gus Ahmad dan Gus Arsyad yang mendengar penuturan umi Zulaikha saling menatap satu sama lain.


"Lo,jadi yang beli bubur ayam buat sarapan kita,Kang Faris?" ucap Gus Arsyad sungkan.


"Hehehe iya Gus ngapunten,kebetulan saya tadi mendapat bagian tugas untuk ke pasar,sekalian saja beli bubur ayam kesukaan umi" ucap ustadz Salman sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Nah begitu Le,Umi juga tidak ada maksud minta di belikan nak Salman,tapi mumpung bubur nya ada iya udah umi sarapan dulu nunggu kamu kelamaan Le,keburu laper" ucap umi Zulaikha .


Gus Arsyad terdiam tanpa kata,gara-gara dirinya umi jadi nunggu lama,perasaan bersalah nya kembali muncul padahal umi Zulaikha sudah memaklumi kesalahan putranya itu,Tiba-tiba raut wajah Gus Arsyad berubah mendung dan....


"Umiiiiii......" ucap Gus Arsyad menangis sambil memeluk ibunya kembali.


"Nah to,mulai maneh"ucap Gus Ahmad sambil menepuk jidatnya.


"Duh,ngapunten nggih umi gara-gara kula Gus Arsyad nangis" ucap Ustadz Salman merasa bersalah.


"Sudah Le tidak apa apa,maafin putra umi iya " ucap umi Zulaikha tersenyum sambil mengelus kepala putranya.


"Kula pamit rumiyin umi kalian Gus Ahmad assalamu'alaikum" ucap ustadz Salman berpamitan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah" ucap umi dan Gus Ahmad serempak.


"Sampun to Le,tidak boleh begitu apalagi di depan santri lain,sudah iya umi minta maaf juga,gara-gara umi cah bagus malah nangis lagi sudah iya?" ucap umi Zulaikha mengelus rambut di kepala Gus Arsyad dengan lembut.


"Sudah lah Syad,Kang Faris jadi nggak enak hati tuh sama kamu,dia ngerasa bersalah sekali,entar jelasin masalah nya" ucap Gus Ahmad menasehati.


"Iya Le,minta maaf sama nak Salman nanti,iya sudah umi mau masuk ke kamar dulu" ucap nya sambil berjalan pelan karena luka yang belum sembuh.


Ketika berjalan,tubuh umi Zulaikha terasa berat seperti ada yang mengganjal dan ternyata....


"Astaghfirullah Syad,itu bude mau ke kamar dulu,malah kamu ganggu terus" ucap Gus Ahmad merasa jengkel melihat sepupunya yang bertingkah seperti anak kecil.


"Le,Umi kakinya masih sakit,kamu malah minta gendong,kamu udah besar nak" ucap umi Zulaikha merasa terganggu.

__ADS_1


Tanpa aba aba,tangan Gus Arsyad dengan sigap nya memapah tubuh umi Zulaikha ke dalam kamar.


"Kan Arsyad sudah besar,berarti sekarang gantian Arsyad yang gendong umi ke dalam kamar" ucap Gus Arsyad.


"Le turunin,umi bisa jalan sendiri,kamu itu kalau buat kesalahan nebusnya dengan hal yang kurang wajar" ucap Umi Zulaikha sambil mencubit pipi putranya.


"Nggak mau umi,pokoknya Arsyad mau nganter umi sampai ke dalam kamar" ucap Gus Arsyad.


Gus Ahmad yang melihat tingkah aneh sepupunya pun hanya bisa pasrah,karena Arsyad orang nya jika dalam hal seperti itu tidak bisa di ganggu gugat.


"Le,nanti abi kalau pulang kena marah kamu nak"ucap umi Zulaikha khawatir.


Ceklek.." Assalamu'alaikum..."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Kak ulul..." suara yang cempreng terdengar dari mulut mungil adik perempuan nya.


Sebenarnya sudah menjadi hal biasa jika kak ulul pulang ke rumah,maka suara itu akan sering terdengar.


"Huh,ganggu orang sarapan aja nih bocil" ucap kak ulul sambil mengunyah makanan.


"Kak,kakak?" ucap nya semakin banyak tingkah karena mencari sang kakak yang tak kunjung ketemu.


"Sabar ulul,besok kalau adek mu sudah di pesantren aman" ucap kak ulul dalam batin.


Karena lelah mencari keberadaan kakak nya,akhirnya Aqila pun bertanya kepada sang ibu.


"Bu,kak ulul kemana iya?di cariin nggak ketemu?" ucap Aqila.


"Kan tadi ngobrol sama Aqila" ucap sang ibu sambil mengelus pundak putrinya.


"Iya si,tapi tadi bilang mau sarapan,kok nggak ada iya di ruang makan?" ucapnya kembali.


"Coba cari di kamar kakak mu" ucap Ibu.


"Nggak ada bu tadi udah di cari,takutnya kak ulul di makan tikus "ucap nya sambil menutup mulut karena keceplosan.


Sang ibu kaget mendengar penuturan putri nya,masa iya kak ulul di makan tikus,nggak kebalik itu🀭.


"nggak bu,kebetulan dari tadi Aqila dengar suara yang aneh di situ" sambil menunjuk ke arah kolong meja makan.


"Ada ada aja kamu,kakak mu nyari makan di luar mungkin" ucap Ibu menenangkan.


Aqila pun tersenyum nakal lalu berkata


"Aqila coba liat dulu bu,mungkin disana ada tikus" sambil melihat ke kolong meja.


Ahha,lumayan nih bisa jailin kak ulul.


"Huaaa,ibu ada tikus besar sekali" ucap nya berteriak sambil pura-pura terpental kebelakang.


Seseorang yang berada di kolong meja makan juga ikut panik.


"Mana mana tikus nya?" ucap nya tergesa gesa dan kepala nya terbentur meja makan.


Dug...


"aduhh,mana tuh tikus nya,ganggu orang makan aja" ucap nya sambil mengusap kepalanya yang terbentur meja.


"Itu bu,tikus nya besar sekali" sambil menunjuk ke arah kakak nya.


"Dimana nak?ini di pukul pake sapu" ucap sang ibu panik.


"Itu bu tikus nya besar sekali,habis sarapan" ucap Aqila sambil tertawa jail ke arah kakak nya.


Awalnya kak ulul ikut panik,dan tak berselang lama dia paham sedang di prank oleh sang adik.


"Heh sembarangan kamu dek,ganteng ganteng gini di bilang tikus" ucap kak ulul dengan pede nya.


huek..


"gantengan Gus azmi kali kak" ucap Aqila sambil pura-pura muak melihat tingkah kakaknya.


"Gantengan kakak mu ini dek,sebelas duabelas lah kakak sama tuh Gus azmi"sambil memainkan rambut jambulnya.

__ADS_1


"hiiii...kakak terlalu pede" ucap adek nya risih.


"Lo emang bener lo dek,nyatanya aja nama lengkap hampir sama,dia Muhammad ulul azmi nah kalau kakak Muhammad ulul ilmi,tuh cuma beda sedikit,yang lahir duluan malah kakak berarti dia nyopas nama lengkap kakak" ucap kak ulul menjelaskan.


"Iya nggak dong kak,Gus azmi mah nama lengkap nya ada tambahan Askandar al Abshor,Kak mah cuma Muhammad ulul ilmi,beda jauh" ucap aqila menyangkal.


"Sudah,kalian ini malah ribut tentang nama,alhamdulillah kalian punya nama yang baik juga,jadi harusnya tuh bersyukur" ucap sang ibu melerai perdebatan.


"Tuh kak,dengerin ibu" ucap Aqila.


"Yee... yang tadi ribut tentang nama lengkap kan kamu dek" ucap kak ulul sambil mengejek adik nya.


"Salah siapa,mancing emosi duluan" ucap Aqila membalas ejekan sang kakak.


"Lo siapa yang mancing,kak ulul baru selesai makan bukan lagi mancing,wleeeπŸ˜›" ucap nya kembali.


"Ih....awas aja kamu kak" sambil menatap tajam sang kakak.


"Mau apa kamu dek?" membalas tatapan tajam adiknya.


Hingga masing-masing kedua bola mata saling menatap tanpa berkedip sekali pun.


Tak lama kemudian kejadian itu berakhir dan masing-masing dari mereka kembali ke habitat semula.🀭


Sang ibu yang melihat tingkah anak anak nya pun hanya bisa pasrah,karena hal itu sering terjadi jika Ulul pulang ke rumah,kemudian ibu melanjutkan aktivitas nya semula.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Ceklek.." Assalamu'alaikum..."


Ucap seseorang sambil membuka pintu rumah,sedangkan Gus Arsyad tidak menghiraukan orang tersebut hanya menjawab salam.


"Astaghfirullah...Umi kenapa nak?" tanya seseorang tersebut yang tak lain ada Kyai Hanif.


Gus Ahmad yang mendengar suara kekhawatiran Kyai Hanif langsung menemui nya.


"Sudah pulang pakde?" ucap Gus Ahmad bertanya.


"Sudah mad,itu umik kenapa kok sampe di gotong segala?" ucap Kyai Hanif panik.


"Hehehe itu pakde,mas Arsyad nggak tega liat umik kaki nya sakit " ucap Gus Ahmad bingung.


Kyai Hanif pun langsung mengerti dan berjalan menuju tandas untuk membersihkan diri,sedangkan Gus Ahmad membantu membereskan barang yang di bawa oleh mbak Laila.


"Alhamdulillah mbak,gimana perjalanan nya?" ucap Gus Ahmad.


"Alhamdulillah lancar mad,cuma tadi macet di jalan,bagaimana dengan kabar kamu mad?" ucap mbak Laila.


"Alhamdulillah baik mbak,oh iya yusuf mana mbak?" ucap Gus Ahmad penasaran.


"Ohhh yusuf di gendong abi nya,minta main di depan rumah,mbak ketemu umi dulu iya mad?" ucap mbak Laila berpamitan.


"Baik mbak,biar ini Ahmad bantu membereskan" ucap Gus Ahmad.


"Makasih iya mad" ucap mbak Laila tersenyum dan berjalan menuju kamar.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah berkecimpung dengan alat dapur,akhirnya hidangan untuk acara syukuran Gus Arsyad pun telah siap,tinggal waktu nya menata hidangan di aula pesantren.


"Huh,alhamdulillah akhirnya selesai juga ini,tinggal persiapan acara nih" ucap mbak dila sambil merenggangkan otot otot tangan yang pegal.


"Iya ini mbak alhamdulillah,oh iya tadi piring nya di lemari ruang makan iya mbak?Izah ambil dulu iya mbak" ucap mbak izah dan di angguki oleh mbak dila.


Mbak Izah pun berjalan menuju ruang makan tiba-tiba....


Aduh....


ucap mbak Izzah tidak sengaja menabrak seseorang dari arah berlawanan.


"Maaf saya tidak memperhatikan jalan,mbak nya tidak apa-apa?"


Jeng jeng.....


Kira-kira siapa iya?🀭

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya iya🀭


__ADS_2