
Di perjalanan pulang menuju rumah
Aqila dan Najma berbincang bincang di temani senja sore hari.
"Ehhhh qila,kamu tadi pulang sekolah bareng sama ustadz salman?" tanya najma penasaran.
Dengan perasaan malu aqila mpun menjawab
"Hehehe iya najma,tadi waktu aku nelfon ayah minta di jemput malah nggak diangkat,kan aku bosen nunggu nya,nah kebetulan ada mobil yang ngasih tumpangan aku awalnya takut si di kira mau nyulik gitu ehhhh ternyata malah ustadz baru kita๐ ."
Sambil mengelengkan kepala najma pun menjawab " Kamu ini ada ada saja ustadz ganteng gitu di kira mau nyulik"
"Hehehe kan sekarang juga lagi marak tu penculikan takut nya aku di culik terus di jual di luar negeri,hiiiii ngeri" jawab aqila dengan nada ketakutan.
"Iya si betul juga apa lagi kita dalam masa pubertas gitu,apalagi cewek." timpal najma.
"pokoknya tetep harus berhati-hati jadi was was nih kalo pulang sekolah,makanya ayah selalu jemput aku kalo nggak ada halangan." ucap Aqila
"Betul tuh ayah kamu emang the best, eh aqila ngomong ngomong kamu mau lanjut SMA di mana nih?" ucap najma penasaran.
"hmmm mungkin aku akan melanjutkan ke pesantren karena keinginan ayah ku di luar kota,kata ayah pesantren nya deket tempat kuliah kakak ku,padahal sebenarnya aku pingin sekolah di sini belum siap untuk jauh dari orang tua tapi bagaimana lagi takdir berkata lain." ucap nya dengan nada sedih.
__ADS_1
Rasa sesak di dada di rasakan oleh najma,kenapa secepat itu mereka berpisah.
"Aqila,kenapa kamu harus pergi ke pesantren yang jauh,nanti aku nggak ada temen buat curhat partner jajan jalan jalan juga nggak ada,
yang jailin ustadzah ana juga nggak ada aku sedih jadi nya" ucap najma memelas.
"Aku juga bingung,aku takut jadi anak durhaka bila menentang ayah,lagi pula ini juga hal baik untuk ku agar lebih serius dalam mengaji dan mendalami ilmu yang masih kurang dan mungkin saja dengan ini aku bisa jadi mantu kyai" sambil menahan tawa.
"uluh kamu ini aku lagi serius malah kamu nya menghalu hehehe semoga saja impian itu terwujud biar nggak halu terus." ucap najma dengan tertawa.
"Hehehe aamiin tapi kayak nya nggak mungkin deh aku juga anak nya pecicilan gini".timpal nya dengan tertawa.
" Ehhh tadi kok aku nggak liat ayah dan ibu aku si,apa mungkin pulang dulu iya?" ucapnya kembali.
"nggak ada,tadi pagi ayah bilang ada acara penyambutan gitu . ah sudahlah yuk kita harus cepet pulang nih keburu maghrib".ucap aqila.
" Iya nih kita harus cepet udah mepet nih waktu nya kan mau sholat berjamaah juga".timpal najma.
Setelah sampai di depan gang mereka pun berpisah.
Sesampainya dirumah
__ADS_1
"Ceklek assalamu'alaikum ayah ibu,aqila pulang" ucap aqila
"Wa'alaikumussalam warahmatullah " ucap mereka serempak.
"Kapan kamu pulang nak?maaf tadi ayah lupa harus jemput kamu,terus aqila pulang sama siapa? najma?" ucap sang ayah
"nggak kok yah tadi aqila pulang bareng ustadz salman kebetulan tadi liat aqila sendiri terus di kasih tumpangan deh" ucap aqila nyengir.
"iya sudah sekarang kamu wudhu dan siap siap untuk sholat jamaah di masjid,buruan iya nak keburu adzan" ucap sang ayah.
"siap laksanakan" ucap aqila berjalan layaknya seorang paskibra yang membuat ayah nya tertawa akan tingkahnya.
"Allahu Akbar Allahu Akbar..."
adzan maghrib pun berkumandang saatnya menuju masjid untuk melaksanakan sholat
"Aqila,ayo cepat nak" panggil ibu nya dengan menenteng sajadah.
"Iya ibu sebentar" ucap aqila dengan tergesa-gesa"memakai mukena.
Setelah selesai,mereka pun langsung berangkat menuju masjid.
__ADS_1
.