Mati Saat Bermimpi

Mati Saat Bermimpi
Janji Dalam Gaun Merah


__ADS_3

Mall Grand Jakarta Indonesia, pukul 17.00.


Claire memilih-milih baju di sebuah toko perbelanjaan di mall. Ia berada di bagian pajangan pakaian formal. Adam yang mengikutinya dari belakang ikut memilih-milih pakaian untuk Claire. Lalu, ia mengambil sebuah gaun selutut


warna merah. Gaun itu tidak berlengan. Di atasnya ada brokat dengan ukiran yang cantik.


 


“Sayang. Kamu pasti cantik pakai ini?” kata Adam menunjukkan gaun tersebut pada Claire.


 


Claire berbalik dan melihat ke arah gaun tersebut.


 


“Masa sih?” tanya Calire memastikan.


 


“Pasti! Aku beliin ya buat kamu,” ujar Adam.


“Ya udah sini. Tapi enggak usah kamu beliin. Aku kan dapat uang dari kantor buat beli baju,”  kata Claire yang bermaksud mengambil gaun itu dari tangan Adam.


 


“Enggak! Baju yang lain terserah kamu yang bayar. Tapi gaun ini aku yang bayar,” kata Adam tegas sambil terus memegang gaun yang tergantung di gantungan baju itu.


 


“Loh, udah sini biar sekalian dibayar. Lagian ini kan aku pakai buat kerja, jadi biar pakai uang kantor aja,” paksa Claire.


 


“Siapa bilang ini aku pilihin buat baju kerja kamu,” terang Adam.


 


“Loh, terus buat apa dong? Aku kan ke sini buat beli baju untuk kerjaan aku di Medan,” tanya Claire bingung.


 


“Aku beliin ini buat kamu pakai di hari ulang tahun aku bulan depan. Jadi gaun ini harus aku yang bayar,” ujar Claire.


 


“Harus gitu? Kalau aku udah pakai gaun ini, aku harus gimana lagi?” tanya Claire sambil menggoda Adam.


 


“Kamu menggoda banget deh. Jadi pengen cium,” ujar Adam mendekatkan wajahnya ke wajah Claire.


 


“Hush! Ini tempat umum Adam,” ujar Claire sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Adam.


 


Adam dan Claire tertawa bersama. Kemudian mereka melanjutkan memilih baju.


 


Claire dan Adam memiliki tanggal lahir yang sama, yaitu tanggal 9. Namun bulannya yang berbeda. Claire lahir tanggal 9 Agustus 1989. Sedangkan Adam tanggal 9 bulan 9 tahun 1987. Adam adalah kakak kelas Claire semasa SMA. Adam sebenarnya sudah tertarik dengan Claire semasa ospek. Hanya saja rasa tertarik itu belum berubah menjadi cinta. Hanya rasa tertarik mengerjai adik kelas. Adam sudah memiliki kekasih yang merupakan teman sekelasnya, Anita. Kemudian mereka bertemu lagi di sebuah reuni akbar SMA mereka, yaitu SMA Suara Pikiran, 4 tahun lalu.


 


Hall Hotel Java, April 2015, pukul 19.30 WIB.


Claire sedang berbincang dengan mantan kekasihnya semasa SMA, Rendi. Tiba-tiba Adam menyapanya.


 


“Halo, apa kabar?” sapa Adam pada Claire dan Rendi.


 


“Halo. Siapa ya?” sahut Claire.


 


“Kamu Claire dan kamu Rendi. Udah lupa sama aku?” terang Adam.


 


Claire dan Rendi saling bertatapan dan kompak menggelengkan kepala.


 


“Aku Adam, kakak kelas yang dulu ngerjain kalian di ospek. Kamu Claire, dulu aku suruh menyatakan rasa cinta dengan gaya yang romantis ke aku. Ingat enggak? Dan kamu Rendi yang aku suruh manjat pohon mangga terus


bergaya kayak monyet. Ingat?” kata Adam berusaha mengingatkan keduanya.


 


“Aku ingat. Aku enggak bisa lupa,” kata Claire semangat.


 


“Aku ingat lah. Kekar badan sekarang?” kata Rendi.


 


“Iya, rajin olahraga dan kerjanya berat. Melatih otot. Makanya badannya besar gini. Enggak tanda ya?” jelas Adam.


 


“Enggak lah. Beda banget sekarang. Aku panggil Adam aja ya,” kata Rendi.


 


“Boleh, boleh. Dan kalian berdua enggak berubah. Walau kelihatan lebih dewasa tapi aku masih bisa mengenali kalian,” ujar Adam.


 


Tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang yang memanggil Rendi.


 


“Ren, sini!!” teriak seorang laki-laki mengajak Rendi berjoget.


 


“Iya ham, tunggu ya,” sambut Rendi.

__ADS_1


 


“Itu Ilham ya Ren,” tanya Claire.


 


“Iya Ilham yang dulu comblangin kita. Kalau enggak ada dia, kita enggak akan jadian,” kata Rendi tertawa kecil.


 


“Oh jadi kalian dulu pacaran?” tanya Adam.


 


“Iya. Tapi sekarang udah enggak lagi. Claire lagi jomblo. Eh aku ke sana dulu ya. Claire nanti gabung sama kita di sana ya,” ujar Rendi.


 


“Iya Ren. Aku di sini dulu mau makan,” kata Claire.


 


“Dam titip Claire. Kalau berminat sekalian aja pacarin.


 


Mumpung jomblo,” kata Rendi menggoda Claire.


 


Rendi pergi meninggalkan Adam yang menahan tawa dan Claire yang menahan malu.


 


“Aku ambil makanan dulu ya, kak,” ucap Claire.


 


“Aku juga mau makan,” kata Adam.


 


“Oh ya udah, kita ke sana ya,” kata Claire sambil menunjuk ke arah prasmanan yang berisi aneka makanan.


 


Claire mengambil piring lalu menuangkan nasi ke atasnya.


 


“Ambilin aku juga ya,” kata Adam yang minta diambilkan nasi oleh Claire ke atas piringnya.


 


Claire punmenuruti permintaan Adam sambil tersenyum. Kemudian Claire mengambil ayam goreng dan meletakkan ayam itu ke atas piringnya.


 


“Aku juga mau,” kata Adam dengan senyuman.


 


Claire tertawa dan kembali menuruti permintaan Adam. Kemudian ia mengambil daging sapi lada hitam dan meletakkan di atas piringnya.


 


 


“Mau,” ujar Adam sambil tertawa kecil.


 


“Semua yang aku pilih, kamu mau juga?” tanya Claire tersenyum.


 


“Iya, aku mau. Apa yang ada di piring kamu, juga harus ada di piring aku. Pokoknya kembar,” kata Adam tersenyum lebar.


 


“Kenapa?” tanya Claire.


 


“Karena...,” kata Adam terputus.


 


“Karena entah kenapa rasanya yang kena tangan kamu semua terasa spesial,” ujar Adam mencoba cari alasan.


 


“Gombal. Baru ketemu setelah sekian tahun enggak pernah berjumpa, udah gombal aja. Apa aku bakalan diminta lagi buat menyatakan cinta sama kamu?” tanya Claire.


 


“Aku mau kalau kamu maunya begitu,” kata Adam.


 


“Enggak deh. Aku mendingan kabur kali ini,” kata Claire sambil mengambil menu berikutnya dan juga meletakkan menu itu ke atas piring Adam.


 


“Kalau kamukabur, aku ikutan kabur juga,” kata Adam.


 


Claire tersenyum dan mengambil segelas air putih, lalu duduk. Adam mengikutinya dari belakang.


 


“Oh ya jangan panggil aku kak lagi. Panggil Adam aja. Aneh banget dipanggil kakak,” pinta Adam.


 


“Oke,” ujar Claire mengangguk dan tersenyum.


 


“Jadi beneran jomblo nih sekarang?” tanya Adam.


 

__ADS_1


“Yes I am single lady,” kata Claire tersenyum sambil menikmati makanannya.


 


“Kalau gitu boleh dong aku ajak jalan-jalan?” tanya Adam.


 


Claire diam sejenak dan melihat ke arah Adam.


 


“Jalan-jalan? Kemana?” tanya Claire.


 


“Ya kemana aja. Kamu mau kemana?” tanya Adam.


 


“Memangnya kamu jomblo juga? Nanti ada yang marah,” kata Claire sambil terus makan.


 


“Hahahahaha, kita sama. Aku juga jomblo,” kata Adam.


 


Claire diam-diam tersenyum. Ia menutup senyuman itu dengan tangan kanannya. Setelah senyumannya reda, Claire mengangkat wajahnya ke arah Adam. Dia memperhatikan wajah Adam, sampai dikira mau menciumnya.


 


“Claire kita baru ketemu loh, kok udah mau nyosor aja sih?” kata Adam dengan jantung berdebar.


 


Claire menarik wajahnya dan tersenyum.


 


“Kalau dilihat dari jarak dekat, memang kamu orangnya yang dulu pernah buat aku malu. Tapi kalau dari jarak segini nih, kamu kayak orang yang berbeda. Udah kayak cowok-cowok metropolis,” ujar Claire.


 


“Tuntutan zaman. Oh ya minta nomor telepon ya,” pinta Adam sambil menyodorkan ponsel miiknya kepada Claire.


 


“Boleh,” ujar Claire dan memasukkan nomor hp miliknya.


 


“Besok kosong?” tanya Adam.


 


“Kosong. Tapi jam 5 sore. Soalnya aku kerja,” kata Claire.


 


“Oke. Nonton yuk,” ajak Adam.


 


“Boleh. Ketemu dimana?” tanya Claire.


 


“Aku jemput lah. Kamu kerja dimana?” tanya Adam.


 


“Aku kerja di perusahaan Public Consulting Tarumanegara, di Jakarta Asri Building, Jalan M.H Thamrin. Nanti kamu tunggu aku di bawah aja,” kata Claire.


 


“Kalau gitu kita ke mall yang paling dekat ya, Mall Grand Jakarta Indonesia. Sebelum jam 5 sore aku udah di sana ya,” kata Adam.


 


“Iya. Oh ya misscall dong biar aku save nomor kamu,” kata Claire.


 


“Enggak!” kata Adam.


 


“Loh, kenapa?” tanya Claire heran.


 


“Ngapain misscall kalau bisa telponan. Nanti malam aku telepon ya,” kata Adam dengan senyum yang sangat manis.


 


Claire merasa tersipu. Ia merasa Adam adalah laki-laki berani dan tidak bertele-tele.


 


“Boleh. Kamu sendiri kerja dimana?”


 


“Oh aku kerja di RIG pengeboran minyak dan gas. Jadi kerjanya pindah-pindah. Besok hari terakhir aku di Jakarta karena aku cuma libur 3 hari doang. Lusa harus udah balik ke Kalimantan,” kata Adam.


 


“Jauh banget,” kata Claire.


 


“Iya demi sesuap nasi. Makanya besok kita harus jalan ya,” kata Adam.


 


“Iya,” kata Claire tersenyum.


 


Berbulan-bulan mereka menjalani masa pendekatan. Cukup lama karena pertemuan dan komunikasi yang jarang. Adam kadang bekerja di pelosok desa yang tidak terjangkau sinyal telekomunikasi. Barulah setahun kemudian, keduanya resmi menjadi sepasang kekasih, 1 Januari 2016. Tepat di malam perayaan tahun baru. Kini sudah 3 tahun lebih usia hubungan mereka.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2