
Restoran Mashigetta Barbeque pukul 12.30 WIB.
Claire dan puluhan pegawai kantornya terlihat duduk manis di meja lesehan Restoran Mashigetta Barbeque. Semuanya terlihat bergembira. Toni dan Siska juga turut hadir di kesempatan itu. Restoran itu benar-benar ramai pengunjung. Untung saja masih ada meja tersisa untuk rombongan Claire.
Saat itu Claire terlihat sedang memesan menu kepada seorang pelayan perempuan tak jauh dari meja rombongannya. Selesai memesan, Claire kembali bergabung bersama yang lainnya.
“Perhatian semuanya,” ujar Toni.
Semua diam dan mengarahkan pandangan kepada atasan mereka, Toni.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf dari dalam lubuk hati karena telah melupakan hari ulang tahun karyawan yang selalu saya andalkan 2 tahun belakangan ini. Claire I am so sorryabout this,” ujar Toni sembari menatap Claire yang terlihat terharu dengan apa yang disampaikan Toni.
“So, kita semua hadir di sini untuk merayakan ulang tahun kamu Claire. Bukan hanya karena kamu sudah traktir kita semua hari ini, tapi kamu memang istimewa buat kami. Benar enggak guys?” sampai Toni.
“Benar, benar. Mbak Claire istimewa buat kami,” ujar beberapa pegawai yang hadir saat itu.
“Yes very istimewalah pokoknya mbak Claire,” kata Jack dan bertepuk tangan.
Semua diam menatap Jack yang tepuk tangan sendirian. Jack pun diam setelah semua pandangan mengarah kepadanya.
“Maka dari itu, sebagai balasan permohonan maaf saya, besok semuanya akan saya traktir makan siang. Tapi makan siang di kantin kantor. Hari ini saya longgarkan waktu jam makan siang hingga 2 jam karena hari ini spesial. Besok, kembali seperti biasa. Oke semuanya! Oke Claire,” ujar Toni.
“Terima kasih pak,” ucap Claire pada Toni.
Semuanya terlihat senang dan bertepuk tangan.
“Mbak Claire ulang tahun aja setiap hari biar makan siang kami gratis terus,” ujar Jack sambil tertawa.
“Huh dasar lu muka gratisan,” teriak Sani sambil tertawa.
Semua pun ikut tertawa.
“Dan sebelum kami semua mengucapkan selamat ulang tahun, bagaimana jika kita tiup lilin dan kamu bisa make a wish setelahnya. Mana kuenya?” kata Toni.
“Ini pak kuenya. Kami tadi sudah beli patungan. Sani korek dong,” kata Dila sambil mengeluarkan kue dari dalam kotak.
Sani menghidupkan lilin angka 30 di atas kue cokelat berukuran persegi itu. Disodorkan kue itu ke hadapan Claire. Diatasnya ada aneka buah dan cokelat. Tertulis, Happy birthday Claire. You are amazing. Raut wajah Claire menyiratkan rasa bahagia.
“Yuk semuanya nyanyi,” ajak Dila kepada semuanya.
“Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday mbak Claire,” nyanyi semuanya untuk Claire.
“Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga,” pandu Jack diikuti yang lainnya.
Claire meniup lilin dan segera make a wish. Tampak Claire begitu serius saat meminta permohonan. Semuanya melihat ke arah Claire.
“Tuhan, di ulang tahunku ke-30 ini, aku mohon, temukan aku dengan ayah. Surat itu harus aku sampaikan padanya. Hanya itu permohonanku. Aku mohon padamu Tuhan. Amin,” ujar Claire di dalam hatinya.
Tak lama, Claire membuka mata.
“Sekarang saatnya potong kue, yeeeee,” teriak Jack kesenangan.
“Jack, elu urusan makan aja cepat ya,” ujar Sani sinis kepada Jack.
__ADS_1
“Saya jatuh cinta sejak pandangan pertama dengan kue itu mas San,” ujar
Jack.
“Apaan sih lu Jack. Bilang aja elu doyan,” kata Sani.
Semuanya tertawa melihat tingkah Jack dan Sani.
“Oke, oke. Saya potong kuenya ya. Potongan pertama saya berikan kepada pak Toni,” ujar Claire sambil memotong kue dan meletakkannya di wadah plastik yang sudah disiapkan Dila. Tak lupa ia juga menancapkan garpu plastik di atas potongan kue dan memberikannya kepada Toni.
“Thank you Claire,” ujar Toni yang menerima kue pemberian Claire.
“Yang kedua untuk mbak Siska. Terima kasih atas bimbingannya selama ini,” ujar Claire dan memberikan potongan kue yang sama kepada Siska.
“Terima kasih Claire,” kata Siska dingin.
“Dan sisanya buat kalian semua. Ambil sendiri ya,” ucap Claire ramah.
“Sebentar. Biasa yang ulang tahun ada yang suapi kuenya. Terus kamu siapa yang suapin kuenya?” tanya Toni.
Pikiran Claire melayang pada Adam. Tahun lalu, Adam yang menyuapinya kue ulang tahun di pesta kejutan itu.
“Adam. Apa dia lupa ulang tahun ku? Dia belum mengucapkan apa-apa sejak tadi pagi. Bahkan pesan ku semalam saja belum di balas. Apa mungkin di lokasi RIG-nya sampai saat ini tidak ada sinyal ya,” gumam Claire dalam hati.
“Loh kok bengong mbak? Mbak mau disuapi sama siapa nih,” suara Dila membuyarkan lamunan Claire yang sesaat itu.
“Hmmm,” Claire yang terlihat bingung berusaha menahan tersenyum.
“Biar saya saja,” ucap Siska yang membuat bengong.
Mendengar itu, semuanya mempersilahkan Siska menyuapi Claire. Ya, Siska memang disegani oleh seluruh pegawai karena pembawaanya yang dingin.
“Happy birthday, Claire,” sampai Siska kepada Claire.
Siska mengambil potongan kue yang sebelumnya sudah dipotong Claire dan meletakkannya ke atas piring plastik. Ia pun menyuapi Claire dengan sepotong kue. Claire membuka mulutnya dengan wajah heran yang tak bisa disembunyikan. Ia kunyah potongan kue yang masuk ke dalam mulutnya dengan perlahan
“Terima kasih mbak,” kata Claire pada Siska.
Mendengar ucapan terima kasih itu, Siska hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Makanan pun datang. Seperti daging mentah, sayuran, aneka saus, toping, dan kuah. Ada beberapa panggangan dan panci khusus makanan berkuah. Tak ketinggalan pula beberapa porsi seafood sebagai bonus promo restoran tersebut.
“Selamat siang bapak dan ibu. Saya dengan Mega. Ada 20 pack pesanan barbeque paket A, berupa daging, ayam, sayuran, aneka saus, toping, dan kuah kaldu. Perlu diketahui bahwa restoran Mashigetta saat ini sedang mengadakan promo gratis seafood. Semuanya akan saya sajikan di atas meja masing-masing sekarang. Permisi bapak dan ibu,” ujar Mega lantang dan ramah. Ia pun langsung meletakkan setiap porsi di hadapan masing-masing orang.
“Baik bapak dan ibu. Selanjutnya anda bisa melakukan pemanggangan dengan alat yang ada di atas meja. Cara menghidupkannya sangat gampang, tinggal putar tombol yang ini. Selain pangangan ada kuah kaldu ayam yang bisa dinikmati dengan merebus aneka sayuran ke dalamnya. Di sini bapak dan ibu bisa makan sepuasnya. Jika ingin menambah makanan silahkan memanggil kami. Waktu makan selama 90 menit. Jika ada makanan yang tersisa di meja ini maka akan dikenakan denda sebesar 100.000 per 250gr sisa makanan. Untuk minuman berupa teh bunga hangat, akan kami antar sebentar lagi. Untuk refill minuman silahkan diambil sendiri, ada di pojok sana. Selamat menikmati,” ucap pelayan tersebut dengan sopan dan berlalu.
“Waduh kok kayak tilang ya ada denda segala,” ujar Jack asal.
“Makanya, kamu mesti habisin Jack. Jangan lapar mata, minta ini itu, eh malah enggak habis. Soalnya kalau ada denda bayar masing-masing. Mbak Claire enggak akan mau bayarin,” ujar Dila menakuti Jack.
“Waduh, bangkrut saya,” ujar Jack takut.
“Udah yuk kita makan. Sebelumnya terima kasih teman-teman semuanya sudah mau hadir di sini untuk merayakan ulang tahun saya yang ke-30. Semoga kita bisa seperti ini seterusnya. Punya hubungan yang baik, kompak dalam bekerja, dan menjadi sahabat selamanya. Ayo kita makan,” ujar Claire penuh harap.
__ADS_1
Semuanya tampak mempersiapkan makanannya masing-masing. Ada yang memanggang, ada yang menuangkan sayuran ke dalam panci berkuah, dan ada yang meramu daging dengan aneka saus.
“Pak saya ke toilet sebentar ya,” kata Claire pada Toni.
“Oke,” ucap Toni yang sedang sibuk memanggang daging miliknya.
“Mbak Claire saya panggangin buat mbak ya,” kata Dila.
“Iya boleh. Yang pedas ya Dil. Saya ke kamar mandi sebentar,” ujar Claire
sambil beranjak ke toilet.
Claire menuju ke toilet yang berada di bagian belakang restoran. Sesampainya di sana, Claire masuk ke dalam salah satu bilik toilet. Ia buang air kecil dengan tenang. Saat selesai menyiram wc, Claire mendengar ada suara
langkah masuk ke dalam toilet dan masuk ke bilik di sebelahnya.
“Halo bos. Saya udah di restoran. Tapi si gendut enggak mau ikutan loh bos. Dia takut,” ujar seorang perempuan dari dalam bilik.
Claire yang ingin keluar dari dalam bilik mengurungkan niatnya setelah mendengar suara perempuan itu. Dia seperti mengenal suara itu.
“Saya sendirian bos. Duh gimana ya,” ujar Perempuan itu sedikit khawatir.
“Ya mau bos. Siapa yang enggak mau uang. Tapi beneran ya bos 50 persen buat
saya kalau ini berhasil,” ujar perempuan itu.
“Baik. Saya akan lakukan sesuai perintah bos,” ucap perempuan itu mantap.
Perempuan yang tak menyadari ada Claire di bilik sebelah itu langsung keluar. Claire yang sedari tadi masih belum ingat itu suara siapa, ikutan keluar. Saat menuju mejanya, Claire melihat sebuah banner Radio Nuansa 106.9 FM
di ruangan VIP. Dilihatnya ada beberapa orang di dalamnya seperti tengah persiapan untuk siaran secara live. Claire teringat seseorang.
“Sesha. Suara tadi pasti suara Sesha. Itu pasti Dika. Iya tadi pagi di radio mereka bilang ada di sini jam 12 siang. Ternyata itu penyiar favorit ku,” ucap Claire pelan dan berlalu.
Claire menghampiri mejanya. Di sana sepiring daging sudah disiapkan Dila untuknya.
“Mbak enak banget makanannya. Cobain mbak,” ujar Dila.
“Oh ya?” ucap Claire.
“Beneran mbak,” ucap Dila meyakini Claire.
Claire pun menggigit daging yang sudah dipanggang Dila. Raut wajahnya menyiratkan rasa nikmat yang luar biasa.
“Enak banget Dil,” ujar Claire.
“Perhatian semuanya,” ucap Jack sambil berdiri dan memukul pelan gelas kaca berisi teh bunga hangat dengan sendok.
“Mari kita bersulang untuk mbak Claire,” ajak Jack kepada yang lainnya.
“Terima kasih Jack,” ucap Claire.
“Ayo, mari, mari, mari,” kata Jack.
__ADS_1
Semuanya terlihat bersulang dengan mengangkat gelas masing-maisng. Semua tampak menikmati makanan yang tersaji.
***bersambung***