
“karena kamu adalah orang yang ku cinta,bila kau penilai yang baik mungkin kamu sudah mengetahuinya dari awal.”sahut pria ini dengan serius.
Gadis ini tersintak,matanya berkaca kaca jantungnya langsung berdegup kencang,kemudian bibirnya tersenyum perlahan kemudian tertawa keras. Membuat ardi mengerutkan kening
“10 hari tinggal dengan ku sudah membuat mu jatuh cinta pada ku?,,hahhahaahaaaa kamu ngapain bos??,sekarang tarik lagi uangmu itu dan segera bekerja tuan ardi!. Seorang kariawan itu harus datang tempat waktu..oh no bukan kariawan ya..tapi kaki tangan papa ku… DIREKTUR abal abal.” Ucap chia sambil tertawa.
Kemudian berdiri. “dan ingat aku tidak akan memasak untuk mu,dan aku tak takut dengan ancaman mu itu, bagiku itu hanyalah sepele.” Tutur gadis ini masuk kedalam.
Ardi membatalkan semua jadwalnya hari ini,kemudian masuk kedalam rumah kembali. Dan mengunci rumah dari dalam.
Sedangkan jihan dikantor yang berjabat sebagai sekretarys ardi,merasa bingung mengapa ardi tiba tiba membatalkan jadwal yang semalam sudah diatur sedemikian rupa. Teringat dengan hubungan bos dan istri bosnya tidak baik sontak jihan rada rada khawatir.
“jihan” sapa bin yang tenyata ada dikantor.
“eh….tu.tuan bin" jihan langsung menujukkan rasa hormat nya dengan pemimpin utama taro grub.
“apa ardi ada didalam?” Tanya bin.
“tuan ardi, hari ini tidak masuk tuan,tiba tiba saja dia membatalkan jadwalnya."
“apa yang terjadi?”
“saya tidak tahu tuan bin” sahut jihan.
“baiklah,kalau begitu saya balik pulang kembali…” sahut bintaro.
“baik tuan” sahut jihan menunduk.
Sedangkan ardi dan jihan tampak duduk berhadapan diruang keluarga, saling tatap tajam tak ada satu pun yang mau mengalah dari tatapan mereka.
“mari selesaikan masalah kita” ujar ardi.
“saya rasa tidak ada masalah” ketus chia yang ditanya baik baik namun jawabannya selalu saja tidak ada baiknya
Sedangkan tangan kiri terus memegang tangan kanannya. Memutar mutar untuk meredakan rasa sakit dan memar tersebut.
“kalau tak ada masalah,tidak mungkin semuanya seperti ini,jihan…”tiba tiba pria ini terdiam saat menyebut nama gadis ini. dirinya menyebut salah nama.
“nama ku chia,bukan jihan” ketus wanita ini makin kesal. “bila kau mencintainya maka katakan padanya. Menikah lah denganya aku siap diduakan asalkan kau tidak menggangguku.”hentak gadis ini makin bergejolak.
“dengarkan aku,kenapa kamu membencinya?” Tanya ardi.
__ADS_1
“aku tak punya alasan untuk membencinya ”ketus gadis ini mengalihkan pandangan dari pria ini. akhirnya dia mengalah dari tatapan itu. “au,,,ashh tanganku sangat sakit” rungutnya.
“lalu kenapa kau membenciku?” pria ini mengeluarkan suara serak,nada suaranya menandakan dirinya sedang menahan sesuatu.
“berhenti menanyakan itu kepadaku,Tanya sendiri pada dirimu” jawab chia,kali ini juga mengubah duduknya mengenyampingkan ardi.
“bukankah kau ingin bersama ku, apa ini?,bila cinta mu tulus untuk ku adakah kamu mengharapkan ku membalasnya. Berharap dibalas? Apakah itu bisa disebut TULUS hah?. Kau hanya berbicara omong kosong selama ini.”tutur ardi kini mempertanyakan cinta yang selalu disebut chia.
“hey!!bila kau tak menyukai ku dulu,mengapa kau bertingkah seolah olah menyukaiku hah?”ketus chia menepuk dadanya sendiri. “aku capek tau ndak,enggak mudah melupakan mu,lalu kau datang kembali mengacak ngacak hidup ku..apa,,,
“aku tak menyuruh mu untuk melupakan ku,aku hanya menyuruh mu untuk menunggu,lalu apa yang kau lakukan kau pacaran dengan teman dekat ku sendiri,kau tau sebenarnya perasaan ku,tapi kau malah berpura pura tak tahu,kau YANG SELAMA INI BERPURA PURA BUKAN AKU. Dan skerang kau masih menyalahkanku, ini tak ada hubungannya dengan jihan. Jadi berhenti menyalahkan jihan.” jelas pria ini.
“mari tutup masalah ini, kamu tidak akan mengakui kesalahan mu kamu hanya bakalan menyalahkan ku” ketus chia berdiri.
“duduk kembali,bukan ini yang kuharapkan aku butuh kejelasan dan akhir yang baik untuk hubungan kita.”perintah ardi.
“dengan menutup masalah ini,semua akan selesai.” Sahut chia.
“aku..
Tok
Tok
Tok
“siapa ?” Tanya chia sebelum membuka.
“ini aku nesya chi” sahutnya dari luar.
Chia segera menghapus air matanya dan segara membuka pintu. Ia melihat sahabatnya yang hanya memakai pakaian pasien.
“kamu kenapa?” Tanya chia melihat wajah panik sahabatnya ini. sedangkan ardi melihat dari kejauhan.
“chia, maafkan papaku ya” ucap gadis ini menyesal.
“mari masuk dulu,akan ku ambilkan air untukmu” ujar chia membawa nesya masuk dan memberi tempat duduk,saat nesya melihat ardi. Segara memberi salam dan ardi pun tersenyum singkat.
“aku akan mengambil air putih dulu untuk mu” ujar chia segera ke dapur.
“maaf kan saya sudah merepotkan istri anda” ujar nesya kepada ardi,selang waktu chia mengambil air putih.
__ADS_1
“ mmm,tidak papa santai saja kalau begitu saya tinggal dulu” ujar ardi membawa tas kerjanya hendak kekamar. Sebelum itu ia berpapasan dengan chia. “masalah kita belum selesai aku bakalan menunggu” bisiknya kemudian pergi.
Chia juga meneruskan langkahnya memberikan air putih itu kepada nesya. Dengan rasa kurang enak chia pun bertanya tentang apa yang dilakukan nesya terhadap janin yang dikandungnya. Tentu ia bicara dengan pelan pelan agar tak terdengar oleh ardi.
“bagaimana kau melakukan hal yang membahayakan dirimu itu nesya?” Tanya chia.
Nesya hanya tersenyum menyesal. Ia juga tak ingin melakukan itu namun mau bagaimana pun ia memilki cita cita untuk menjadi model professional apalagi sekarang dia lagi tenar tenarnya.
“apakah suami mu tau tentang ini?” Tanya nesya.
“mmm,dia tau karena dia yang mengantarkan ku kerumah sakit,maafkan aku” ujar chia meminta maaf karena membiarkan orang ketiga tau dengan rahasia mereka.
“tidak papa,pasti suami mu sangat baik”puji nesya kebetulan juga ardi keluar kembali untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan.
Nesya dengan ramah berkenalan. Dan ardi pun dengan ramah menerima perkenalan tersebut.
“duduklah dulu. Mari kita bicara bersama”ujar nesya. Gadis ini sungguh berani,tentu rayu merayu adalah kepandaian gadis ini. Ardi pun duduk disamping chia.
“mungkin kejadian semalam tidak enak ditelinga mu Bukan?, maafkan semua kesalahan saya dan papa saya ya.. tuan..”tutur nesya kepada ardi.
“apapun yang saya dengar saya bakalan melupakannya jadi itu tidak masalah untuk saya nona nesya” ujar ardi tersenyum.
“haha, ternyata kalian berdua memang pasangan serasi… kamu benar benar mirip sekali dengan chia. Benar bukan chi?” ujar nesya tertawa pelan dan melihat chia yang tengah resah. Chia Cuma tersenyum.
“begitukah?,sepertinya kamu tau segalanya dari chia…kalau begitu bantu aku memahaminya.” Ujar ardi melihat chia dan chia langsung melihat ardi.
“itu tak perlu sayang” sahutnya tersenyum malu. sampai kapan pun pria seperti mu tidak akan bisa memahami ku, kau hanya pria bulsit selalu saja berbicara omong kosong
“aaaa… baiklah akan ku beri tahu satu rahasia tentang chia dan kamu bakalan tak menyangka apa itu” ujar nesya.
“nesya, jangan lakukan itu. Apa yang kamu tahu, tentu suami ku tahu segalanya.” Ujar chia malu malu kucing smbil mengode nesya dengan mencubit pelan lengan nesya.
Nesya pun tersenyum. “baiklah”ujar gadis ini tidak melajutkan kata katanya. "Aku rasa kamu teman dekat chia"
“apa kamu suka minum alcohol?” Tanya nesya membuat keduanya terkejut dan mereka saling padang.
"mmm maaf, saya tidak mengosumsi alcohol..apakah kalian mengosumsi nya?" tanya ardi.
Chia langsung mengerutkan kening. Arghhh kalau ardi tau aku yakin pikiran nya tidak bakalan baik lagi tentang ku.
...****************...
__ADS_1