
“karena ulah kau, semua barangku disita oleh papaku dan dia bilang. ‘mulai hari ini kau tidak bakalan mendapatkan apapun dari ku,dan uang saku perbulan mu tidak bakalan ku berikan lagi. Silahkan minta pada suami mu’ bila kau diposisiku apa yang bakalan kau lakukan hah, dan kejamnya... dia menyuruh ku menelepon suami ku untuk menjemput kalau tidak berjalan saja kau dari sini kataanya. Huh...papa benar benar hilang akal” gadis ini menghela napas kesal.
“lalu kenapa kamu tak meneleponku?” ujar ardi.
“hah?,,,kalau ponselku bisa isi ulang dengan sendirinya mungkin udah ku lakukan”
“ponselmu habis batrai?,bukan kamu matikan?” Tanya ardi menaikan alis.
“kata mu aku bodoh hah?... Sebenci bencinya aku dengan mu... kalau hp ku bisa hidup tentu aku akan menelepon mu lah,siapa yang rela jalan sejauh itu...pokoknya ini semua gara gara kamu tau ndak?” ketus chia memukul bahu ardi.
“kok malah menyalahkan aku?”
"Ya salah mu lah, coba saja kau tak menelepon berulang ulang,mungkin batraiku enggak akan habis” ketusnya. “dahlah aku ingin mandi” ucapnya.
“baiklah,aku akan siapkan air mandimu” tutur ardi kemudian pergi kekamar.
Chia memerhatikan pria ini dengan seksama. Perhatian ardi membuat dirinya terpikat. Dulu waktu smp ardi juga seperhatian itu,namun saat mereka pisah SMA tiba tiba ardi berubah dan saat bertemu lagi rasanya chia kehilangan ardi yang dia kenal waktu SMP. Dan ardi yang SMP kembali lagi seperti saat ini.
“sudah lama menghilang,pria ini balik lagi, tapi sayang hatiku sudah tak sama lagi…. Aku akan beri kamu kesempatan lagi,,jika kamu bisa mengembalikan semuanya lagi maka aku untuk mu” tutur gadis ini pelan dan tersenyum. apa sih yang gue bilang, sampai kapanpun gue tidak akan mencintai lo.. itu Benar. batinya.
“chia,airnya sudah siap” tak lama pria ini keluar.
“thankyou, kamu boleh keluar kamar.” sahut gadis ini kemudian berjalan kekamar dan ardi keluar dari kamar.
"Apa perlu bantuan kekamar mandi?"ujar ardi menawarkan.
"Tidak"
“dia susah ditebak,terkadang dia marah seperti iblis tapi tiba tiba dia tenang seperti malaikat.” Gumam ardi melihat gadis ini sampai menghilang .
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Karena ada yang mengetuk ardi segara melangkah kepintu dan membukanya.
“eh ada bi yumi” ujar ardi melihat pelayan dari rumah bin.
“selamat malam den,maaf mengganggu waktunya” ujar yumi ramah.
“enggak papa silahkan masuk” ujar ardi mempersilahkan yumi untukk masuk.
“tidak den,saya buru buru saya datang kesini karena tuan nitip tas non chia. Tuan besar menyuruh saya untuk mengembalikannya pada non chia.”
“ooh begitu,baiklah saya akan mengatakanya nanti” sahut ardi.
“baik den,kalau baitu saya pamit den.”
“Terimakasih bik, hati hati.”
Bian menutup pintu kembali dan meletakan tas tersebut ditempat tidur.
Chia selesai mandi,kemudian keluar kamar dirinya mengambil baju dan memakai nya seperti biasa. Saat dirinya hendak berbaring kembali chia melihat tasnya sudah kembali.
Ditas kecil itu ada dompet kecil dan didalam dompet hanya ada foto keluarga dan Kartu tanda penduduk alias KTP.
"papaaaaaaaaa!!" chia berteriak histeris dan wajahnya merah padam.
Sedangkan ardi yang terkejut langsung berlari dari luar menuju kamar dan melihat gadis ini sedang marah besar.
"Apa yang terjadi dengan mu chia?" tanya ardi mendekati.
"Aku dirampok..." ucapnya lirih dan terduduk loyo melihat semua asetnya hilang.
Kartu kredit,kupon,atm satu, atm dua, atm tiga,dan kartu untuk main kartu VIP gratis pun hilang. Semua sudah lenyap dan bahkan uang kes pun juga lenyap. Tidak. masih ada kok uang koin 500 kembalian dari warung depan rumah.
Ardi melihat nya. Dan benar saja semua kosong yang ada cuma KTP. Sedang terdiam tiba tiba dirinya menerima pesan dan ardi segera melihat nya.
💬Apakah chia sudah dirumah?" pesan dari mama dwi.
__ADS_1
💬Sudah mah"
💬mama dengar papa mu menyita semua asetnya"
💬iya mah, chia sangat prustasi saat ini"
💬Itulah hukuman nya sudah membuat malu, tolong kamu ajarkan dia ya dan jaga dia dengan baik. Karena walau bagaimana pun kita kejam terhadapnya tetap saja kita sangat menyayanginya."
💬iya mah"
Pesan diread ardi memasukan nya kesaku kembali. Kini Dirinya jongkok memegang tangan chia.
"Jangan marah marah,kamu masih ada aku,aku akan menuruti apa pun yang kamu mau..Aku janji...Meski gaji ku tidak bisa memenuhi semua keinginan mu dalam bersamaan" ucap pria ini dengan tulus.
"Kau?, mau kau kasih apa aku dengan gaji mu itu? Gaji mu itu hanya hanya untuk beli sehelai Celana Dal^mku saja tau ndak sih...bahkan itu saja pasti hanya bisa bayar setengah.."
"semahal itukah?" ujar pria ini.
Chia benar benar prustasi,matanya berkaca kaca melihat mata ardi "kau tau betapa hancurnya aku sekarang.. Rasanya aku tidak punya nyawa lagi karena bank ku sudah menutup memberiku uang.. Hiks Hiks hiks" ucapnya menutup wajahnya dan dirinya menangis namun tak mengeluarkan air mata.
"Aku bangkrut,aku bangkrut ardi" rengek gadis ini menyentuh pipi bian dengan kedua tanganya.
"Penghasilan ku memang tidak akan cukup untuk membeli barang barang brendit seperti yang kamu punya, namun aku bisa memanjakan mu dengan cara ku sendiri, kamu bissssa mintak apa saja padaku..aku akan memberikan apa saja itu" hibur ardi kini duduk disamping chia dan mendekap kepalanya.
"Harus kah aku berikan saja apa yang dia mau, agar aku dapat uang jajan ku lagi setiap bulan?" tuturnya membuat ardi mengerutkan kening.
"Hah?, maksudnya?" tanya ardi.
"Cucu, Harus kah aku berikan dia cucu harus kah aku hamil?" tanya gadis ini mengangkat kepalanya dan melihat ardi.
Ardi langsung terdiam seribu kata, entah kenapa kata kata itu membuat tubuhnya bergetar dengan sendirinya tanpa aba aba lagi.
"Tapi bagaimana cara nya aku bisa hamil?" rungutnya kesal sendiri. "Yah aku harus tanyakan kepada nesya. Nesya kan pernah hamil nah dia tau bagaimana caranya dia bisa hamil" ucapnya bicara sendiri meraih ponselnya dinakas.
Sedangkan ardi antara ketawa dan takut melihat wanita ini. Dia tau bagaimana caranya namun dia tidak tau cara bicara nya karena itu adalah sensitif untuknya. Kan mendengar kata kata saja membuat wajahnya memerah dan tak berkutik sedikit pun.
__ADS_1
...****************...