Memang Jodoh

Memang Jodoh
Aibmu aibku


__ADS_3

Jihan membantu ardimembereskan semua barang barang rumah ardi.


“wah udah selesai,makasi jihan udah membantuku” ujar ardi melihat jihan.


“diamana chia?, seharusnya dia juga membereskan ini” ujar jihan.


“chia lagi ada urusan mendadak” sahut ardi.


"Kamu yakin dengan pernikahan ini ardi?, kamu yakin bakalan dihargai oleh chia. Chia itu sangat sombong ardi." sekali lagi jihan meyakinkan ardi.


"Aku yakin jihan, aku akan menjaga istriku dengan baik. Lagian aku mencintainya. Dan ini adalah jawaban do'aku selama ini. Aku bahagia dengan pernikahan ini." sahut ardi tersenyum.


jihan melihat ardi dengan tatapan kasian. Namun gadis ini segerra tersenyum. Pantesan pria ini tak pernah tertarik dengan siapa pun, karena dia sangat mencintai chia.


“ya udah,aku harus pulang ..permisi” ujar jihan.


“aku antar”


“kenapa harus diantar rumah kita Cuma beda pembatas tembok besar itu aja kok.”jawab jihan tertawa kecil.


“ayolah” sahut pria ini mengiring jihan dengan romantis keluar dari rumah nya yang sudah rapi.keromantisan mereka hanya sekadar sahabat yang seperti saudara.


Saat keluar baru diujung pintu senyuman itu hilang seketika dan tangan ardi langsung melapaskan bahu jihan. Mereka sama sama terdiam saat menyaksikan sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan ganas.


“eh ada jihan” ujar gadis ini duluan memecahkan suasana dengan sok ramah, Padahal di hati iya merasa terbakar melihat keduanya. “habis ngapain?” Tanya chia lagi melangkah mendekati mereka.


“a..a..kau..eh aku..anu.. anu tadi


“jihan membantuku beres beres” sambung ardi.


“owwh, thankyou udah membantu suami ku” sahut chia kemudian melangkah menyenggol ardi, ardi sedikit terhuyung.


“apa dia salah paham lagi denganku?” Tanya jihan melihat ardi.


“jangan pikirkan itu,hati hati dijalan ya...maaf aku tak jadi mengantar mu” ujar ardi.


“okey,,maafkan aku juga..berikan permintaan maafku juga pada chia. dada”sahut jihan merasa bersalah.


“udah santai aja,,terimaksih udah membantu ku” ujar sekali lagi.


Chia duduk disofa,menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskannya perlahan,otaknya berkomak kamik memikirkan nesya. Saat itu chia lagi hendak pergi namun ardi mencegah langkahnya.


“mau kemana lagi?” Tanya ardi.


“ada urusan yang belum ku selesaikan” ujar chia ketus.


“kamu baru pulang,dan ini sudah sore juga.. mandi sana” ujar ardi.


“apa masalah mu?,jangan ngeyel seperti pelayan rumah ku ya”ketus chia memperingati ardi. “lagian bukankah wanita itu ada buat kamu,kenapa enggak sekalian jadikan dia istri keduan mu” ketus chia.


“chia!,kamu enggak boleh kemana mana lagi ,sekarang mandi ayok!” tegas ardi menarik gadis ini kemarnya yang tak jauh dari ruangan tersebut.

__ADS_1


“ardi!, jangan atur hidupku” pekik chia menghentakan tanganya kemudian masuk kedalam kamar. Meski gadis ini melawan tapi dia tetap mematuhi ardi. Dengan pergi mandi.


Ardi duduk disofa dan menyalakan tv. Tiba tiba ponsel chia berdering dalam tasnya. Ardi ingin mengangkat namun dia tidak biasa memeriksa barang barang orang,apalagi itu barang chia. Namun suara itu terus berisik menganggu pendengarannya.


Karena bising,ardi pun dengan rasa ragu terpaksa membuka tasnya dan meraih ponsel gadis ini. Ia melihat nama sipenelpon. “papa nesya” itu yang menelepon. Ardi mengangkatnya.


“hallo chia, om tau nesya bersama mu dan kamu meberikan uang padanya. Mohon tarik uang mu kembali dan suruh nesya balik kembali.” Ujar pria ini langsung.


“maaf,chia lagi mandi pak” jawab ardi.


“siapa kamu?” Tanya papa nesya.


“saya suaminya”


“oh,,tolong bilang kepada istri anda, ajarkan dia untuk tidak ikut campur urusan keluarga saya. Cukup dia saja yang menjadi pembangkang pada orang tuanya. Jangan hasut anak saya.” Kesal papa nesya.


“maaf pak, silahkan telpon nanti setelah chia sudah selesai” ujar ardi.


Ardi mematikan telepon dan memasukan ponsel itu kembali. “chia,apa yang telah dilakukannya” gumam ardi .


Bahkan orang itu sampe tau kalau chia adalah adalah seorang pembangkang. Baru saja meneyelasaikan satu telepon sekarang ada lagi penelepon. Siapa lagi sih,chia seperti orang yang sangat penting saja. Ardi tak mengangkat lagi justru dia pergi meninggalkan ponsel itu yang berdering.


Chia selesai mandi,iya memakai handuk dan mencari tasnya dan sampai keluar. Ia melihat ardi yang lagi melihat luar dari jendela. Dengan jalan mengendap endap chia melangkah mendekati tasnya di sofa. Saat dirinya mengaambil tas itu tiba tiba ponselnya berdering kembali dan ini mengejutkan chia.


Brukk


Tas itu jatuh kelantai. Sontak ardi melihat kebelakang dan melihat chia yang juga melihatnya dengan ketakutan. Chia langsung mengambil tasnya dan kemudian berlari kekamar sambil menarik narik handuknya agar tak lepas.


Ardi pun tersenyum tipis, “perasaan seminggu yang lalu dia sangat liar dirumah orangtuanya, tapi disini dirinya tampak ketakutan seperti kucing takut air. Haha” pria ini kembali melihat kejendela.


“nesya!


“nes kamu bai baik sajakan


“nesya!”


"Mapus kau... "suara rusuh terngar. Dan suara orang menyumpahi nesya.


Tuuuuut


Ponsel tiba tiba mati,membuat gadis ini panik dan pergi begitu saja dari kamar tanpa melihat riasannya dan pakaianya. Tiba diluar iya langsung menghampiri ardi meminta kunci mobil.


“kunci mobilnya mana??"


“mana kunci mobil,nesya dalam bahaya”


Rengek gadis ini memeriksa tubuh ardi. Ardi langsung menghentikan chia dan memegang tubuh chia dengan erat.


“chia,,chia chia tenanglah, hey!” ardi membuat gadis ini terdiam dan menghela napas.


“ada apa?

__ADS_1


“aku pinjam mobil mu bentar,nanti aku kembalikan lagi” ucap gadis ini saat melihat kunci dan mengambilnya dengan gesit kemudian berlari.


Sontak ardi langsung mengejar dan menarik tangan chia,kemudian mengambil kunci itu secara paksa,membuat chia menggeram dan melotot.


“teman ku dalam bahaya!!!!!!,berikan kunci mobil itu ardi!” hentak gadis ini teriak teriak.


“oke! Aku paham kamu lagi khawatir tapi setidaknya pakai lah baju dengan benar” tegas ardi.


Karena gadis ini hanya memakai celana pendet dan tentop rambut juga belum disisir bahkan air pada rambutnya masih menitik nitik ke tantopnya.


“tunggu disini aku akan ambilkan cardigan mu” ujar ardi segera kekamar dan balik lagi dengan membawa cardigan


“ayo”


Pria ini ikut membantu. Dan gadis ini segara masuk kemobil. Mereka pun tancaap gas meninggalkan rumah,kemudian melacak keberadaan wanita ini dimana. Wanita ini berada dirumah sakit.


Tiba dirumah sakit. Chia buru buru turun dan menanyakan seorang pasien bernama nesya aristi kepada perawat.


“apakah anda keluarganya?” Tanya suster.


“tentu” sahut chia mengangguk.


“dia ada igd,silahkan menunggu” ucap suster tersebut.


Dengan langkah tergesa gesa gadis ini mengarah igd. Ardi terus memperingati gadis ini untuk hati hati. Sedangkan orang orang melihat chia dengan tatapan aneh dan bisik bisikkan setan.


“apalah jadinya negara ini,anak perempuan zaman sekarang sudah tidak punya urat malu”


“tak tahu tata krama berpakaian”


“apakah sekolahnya tak mengajarkan.”


Ardi yang mendengar pun hanya menunduk kemudian segara berlari kecil mengejar chia. Chia terduduk di depan igd menunggu teman nya. Gadis ini begitu syok karena pekikan itu dan juga menangis . sahabat satu satunya yang sedang ditimpa masalah sekarang malah masuk rumah sakit pula.


“chia, ikat tali cardigan mu,agar menutupi tubuh mu” perintah ardi.


Chia melihat cardigan tersebut,tanpa menoleh kepada ardi,namun gadis ini tak membenarkanya.


"Bukan urusanmu" ketus chia.


Ardipun mengikatnya sendiri. "Tentu ini urusanku, kau istriku aibmu aibku juga" tuturnya sambil menyilangkan dan mengikatnya.


Tak lama dokter keluar,sontak chia langsung berdiri.


“bagaimana keadaan nesya dok?” Tanya chia begitu panik.


“apakah anda keluarganya?” Tanya dokter.


“ya!” sahut gadis ini mengangguk.


“pasien mengalami keguguran,kami menemukan bahwa pasien telah menelan pil aborsi dosis tinggi. Ditambah lagi mengalami luka luka karena dirampok” ucap dokter.

__ADS_1


Aborsi, kenapa teman chia melakukan sesuatu yang begitu hina. batin ardi.


Bersambung


__ADS_2