
****
"kalau begitu katakan, apa kesalahanku sehingga kamu membenciku... hari apa? hari itu? apa hari-hari apa yang kau bilang?... Katakan padaku agar aku bisa mengerti dan aku bisa memperbaiki semua kesalahanku" titah Ardi meminta penjelasan atas semua yang dikatakan Chia.
"Kamu jangan membuat aku Dilema, katakan semua yang ada di hatimu maka aku juga akan menerima dan mungkin aku juga akan menjelaskan semua itu tapi sekarang masalahnya aku tuh nggak tahu apa yang kamu masalahkan ini."
"kau benar-benar tidak tahu, kau benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan aku... kamu bener-bener nggak tahu kenapa aku menjauhimu lalu berpacaran dengan temanmu... kau tidak berpura pura tidak tahu bukan?" isap Cia dengan bibir gemetar dan punggungnya menyender di dinding.
Jemari jemari lentik yang menempel di dinding mencakar dinding itu. Tidak tahu apa harus dijelaskan oleh Ardi lagi karena dia benar-benar tidak tahu harus menjawab dan berkata apa tiada wanita yang membencinya ini.
" seterah bila kamu percaya atau tidaknya, tapi aku katakan kepadamu Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu dan kenapa kamu pacaran dengan teman ku.. kalau kamu sebut karena aku mencintai jihan dan aku udah menjelaskannya bahwa aku tidak Mencintainya.. aku menjauhimu karena kamu sudah menjadi pacar temanku jadi aku tidak mungkin mendekatimu lagi karena aku tahu Temanku juga tahu betapa aku mencintaimu dan betapa kamu mencintai ku.''
Dari tadi Ardi menahan air matanya namun akhirnya membobol pertahanan. Membuat dirinya tampak menyedihkan untuk dilihat di mata wanita ini.
" Aku tidak tahu harus ngomong apa lagi, Aku udah katakan semua yang aku ketahui semua yang ada di pikiranku. aku menjauhimu bukan karena aku mencintai Jihan tapi karena aku menjaga perasaan teman ku.. dan aku kira kamu menjauhiku juga karena kamu sudah menemukan seseorang yang baik pada mu dan orang itu sangat menghargai mu."
Dia menjadi terduduk di sudut ruangan itu, dia memangku kedua lututnya dengan kepala bersembunyi di antara dua lututnya tersebut.
Sedangkan Ardi mendekatinya dan menyentuh Kepala Chia. kemudian dirinya jongkok meminta maaf semua kesalahan nya dan dan memohon untuk tidak pergi darinya karena Ardi belum pernah melupakannya meski chia sudah tidak mencintainya lagi atau pun sudah tidak mempedulikan nya lagi.
" aku minta maaf, aku minta maaf karena tidak mengerti dengan menghindarnya kamu dariku waktu itu. aku benar-benar mengira kalau kamu itu menghindar karena menjaga perasaan seseorang''
Chia mengangkat kepalanya, kemudian melihat mata Ardi yang sudah berlinang air mata dan bukan hanya itu air mata itu juga udah keluar. Pria ini berusahaTegar menahan dan tidak melihatkan kehancurannya patah hatinya.
"Aku terlalu sakit hiks hiks.. aku..." gadis ini benar benar terisak dan tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.
Chia langsung memeluk ardi dan menangis sekeras kerasnya dipangkuan pria ini. Aku tahu kamu lelah, dan aku tahu Kalau kamu tidak benar-benar membenciku. ini hanya ada kesalahpahaman di antara kita. Aku ingin masalah ini segera selesai agar kita bisa sama-sama, hidup bahagia dalam rumah tangga...Aku mencintaimu chia Batin ardi memper erat pelukannya.
***
Pagi
"Aku akan merusak hubungan kalian, Terutama kamu chia!, aku sangat membenci kamu. Dasar sampah tak bisa didaur ulang." ketus jihan melihat dirinya dicermin.
"Kau kira kau siapa?, Aku tidak pernah takut dengan wanita sampah seperti mu. Aku akan merebut pria yang sangat kau cintai itu. Bagaimana pun caranya." tekat jihan.
Setelah melihat kemacanan dirinya, ia pun keluar dari kamar menuju ruang depan untuk bersantai santai dengan satu novel yang dipegang.
Orang kaya bakalan berlibur dan Shoping nah orang seperti kita ini hanya dapat duduk diteras sambil membaca buku.
__ADS_1
"excuse me" Dipagar tersebut berdiri seorang pangeran.
Jihan langsung terkesima melihat sosok pria tampan berdarah entah darah apa lah. Tapi pria ini sungguh menggoda banget.
gilak dia lebih tampan dari ardi, sungguh. selama ini aku hanya melihat ardi yang sangat tampan tapi kali ini aku baru menyadari ada pria setampan ini disini.
''Excuse me, may I have a question?...Can you speak English?" ujar pria ini melambai kan tangan.
"Ah.. yes yes...Is there anything I can help you handsome sir?" sahut jihan. Jihan segera menghampiri dan menawarkan bantuan pada bule ini.
"aa... yeee..Do you know this address Ms?" Dia memberikan secerbit kertas yang bertuliskan alamat rumah.
"inikan rumah ardi, kenapa dia mencari rumah ardi?..." ujarnya.
"Yes, saya mencari rumahnya karena saya ingin bertemu dengan chia. Do you know chia?, Ardi's wife, right?"
hah dia bisa berbahasa indonesia ternyata. Tapi hubungan nya dengan chia apa cobak.
"Can you help me or not?,,kalau no i akan cari bantuan lain."
"No,, rumah mereka kebetulan disebelah rumah saya. mari diantar" sahut jihan.
"Bole bole" bahasa nya fasih tapi lidahnya berbahasa patah patah.
Jihan berjalan mendampingi mr handsome tersebut sampai rumah mereka.
"Biar aku bukak" ucap chia berjalan duluan.
Saat membuka dia melihat jihan. argh, Ngapain lagi wanita ini ketusnya.
"Siapa chia?" sorak jihan.
"aaa...
"Hello, look who's coming?" tiba tiba pria itu memberi suprise.
Chia langsung ternganga tak menyangka. "Morgan!" pekiknya langsung memeluk pria perkasa ini.
Ardi melihat chia yang memeluk morgan penuh kasih. Apalagi wajah nya begitu berseri seri.
__ADS_1
"When will you return to Indonesia?"ucap wanita ini belum melepasnya pelukannya dan mengacuhkam dua insan yang lain.
"Baru" sahut pria ini.
"Ck, ternyata kamu dah fasih berbahasa sini ya.. ayo masuk" ajak chia memegang tangan morgan.
"Hallo, morgan" sapa morgan kepada Ardi.
"Ardi" sahut ardi melihat morgan sekaki kemudian berpindah kepada tangan mereka yang saling bertaut.
sabar ardi, jangan cemburu dia pasti saudara chia. Sahut ardi menahan dadanya kemudian melihat jihan yang masih di ujung pintu.
"Jihan masuk lah" sahut ardi.
"Oh iwya.. saya belum minta terimakasih kepada mbak cantik itu" sahut morgan balik melihat jihan.
"Terimakasih sudah mengantor saya." sahut pria ini tersenyum. Jihan membalas senyuman itu.
"Ardi, aku balik ya"
"ooo baik lah, makasi ya jihan."
"Okey, sampai ketemu dikantor besok" sahut jihan kemudian ardi membals dengan senyuman.
"Kenapa kamu tidak bilang bilang mau datang" sahut chia.
"Karena saya mau buat kejutan..oh iya I have a gift for you"
"Ardi, duduk lah gabung dengan kita" ujar chia
"tentu" sahut ardi duduk di samping Chia.
"tara!!!" pria ini memberikan sebuah kado yang sangat elegan.
"Ini apa?"
"Bukalah,aku yakin kamu suka"
__ADS_1
Aku benar benar tak tahan melihat mereka saling terseyum begitu. dan chia kenapa dia tidak memperkenalkan dia padaku.
...****************...