Memang Jodoh

Memang Jodoh
Gara gara mu


__ADS_3

"Aku tidak mencintai mu jihan" tegas ardi.


“aku mengatakan itu agar dia puas, karena menuduhku menjadi selingkuhanmu” tutur jihan kemudian pergi. Dengan jalan menengkak dia pergi. Sedangkan ardi terdiam.


Setelah semua selesai ardi menelepon chia namun tidak diangkat angkat oleh chia. Bahkan dengan sengaja chia mematikan ponselnya sehingga tak dapat dihubungi lagi.


Sedangkan chia berada di seebuah tempat hiburan bersama teman temanya. Gadis ini memiliki teman diclub dan ada yang bekerja disana. Terkadang hanya main main saja.


“chia” sapa seseorang tiba tiba datang entah dari mana dengan gaya mencolok. “aku lihat kamu selalu main disini tapi tak satu pun menikmati minuman ini, kau hanya menyentuh minuman seperti itu aja.” Ujar gadis ini menunjuk minuman chia yang hanya lemon.


“dia tak minum alcohol, kamu saja yang meminumnya...Cukup sekali kau membebuat dia dan nesya mabuk” ketus salah satu temannya membela chia. “lagian dia bukan pelacur seperti anda” tukas temanya lagi.


“eh jaga mulut mu ya” tunjuk rani.


Namanya rani. Wajahnya langsung kesal dengan ucapan teman chia yang bernama vivi. “kalian kira, kalian juga tak lebih dari itu.” Balas rani.


“udah-udah kalian ini kenapa bentengkar melulu sih, emang kalau aku tak minum alcohol enggak boleh duduk disini ha?” Tanya chia kepada rani.


“ya, enggak begitu tapi enggak afdol aja gitu. Kalau kau hanya untuk minum jeruk lemon ngapain harus kebar kenapa ndak di café aja.” Ujar rani.


“apakah itu masalah buat lo?” tukas vivi lagi.


“apaan sih ikut campur saja,gue kan bicara dengan chia.” ketus rani menyunggingkan bibirnya.


Chia sering duduk disini bersama teman temanya namun gadis ini tidak pernah sekalipun menyentuh minuman yang mengikibatkan dirinya mabuk atau berkhayal begitu.


“bila kamu tidak minum untuk apa kamu datang kesini?” Tanya rani kembali kepada chia.


“aku datang karena aku ingin, masalah minum atau tidaknya itu juga atas kemauanku. Aku rasa itu bukan urusanmu” ujar chia secara baik baik.


“dengarkan itu” tegas vivi.


Rani terdiam sedikit kemudian tersenyum dan pergi. “dasar banyak gaya” rungutnya sambil pergi.


“dia selalu saja bikin masalah” ujar vivi.

__ADS_1


“udahlah, apapun yang kita lakukan dia akan tetap tidak menyukainya… lebih baik kita heppy begini.” Ujar chia.


“oh ya sepertinya gue harus balik duluan nih” ujar chia melihat jam udah menunjukan pukul 4 sore.


“ehmm, istri patuh suami dong” ledek teman temanya menertawakan chia. Chia pun hanya tersenyum kemudian mengambil tasnya dan pamit undur diri .


Ardi sampai dirumah tapi tidak menemukan chia. "apa dia di tempat mama" gumamnya dalam hati. Ia pun menelepon pembantu disana untuk memberitahu apa chia ada disana tapi jangan memberitahu orangtua chia bahwa dirinya bertanya.


📞nona chia, tak disini den ardi” jawab pelayan.


📞baik bik terimaksih” sahut ardi.


📞sama sama den.” Sahut pelyan.


Ardi mematikan ponsel kemudian berpikir kemana chia pergi. Mana ponselnya juga belum dihidupkan lagi. Jadi enggak bisa dihubungi. Jam sudah menunjukan pukul 4 lewat 50 menit sebentar lagi jam 5. Kekhawatiran pria ini makin meningkat ditambah lagi setelah masalah pagi tadi.


Sedangkan chia berjalan kaki melewati gang menuju rumah mereka. Tepat depan gang jihan, chia berhenti dan melihat jihan yang sedang duduk melamun diteras rumahnya.


“oik,ngapain loh” soraknya dengan sengaja mengganggu macam yang sedang berdiam diri dan tenang tersebut.Bukan tenang tapi terengah memikirkan sandiwara nya hanya tertujuan mencari sensasi tapi tak disangka aku menyatakan nya. Seterah deh chia.


Sontak jihan melengo dan melihat gadis itu.


“eh orang gilak, apa kau tak ada kerjaan ah..” ketus jihan bersorak.


“waahh,,, emang orang stress kau ya” sahut gadis ini tertawa.


"Kau yang stress setan..."


"Kau setan kuntilanak" balasa chia mencibir membuat jihan menggerem.


Kalau tidak karena kurang kerjaan tak mungkin ia mengganggu jihan. Jihan yang sangat kesal atas kelakuan chia terhadapnya tadi ingin menjatuh kan dia. Namun dirinya tak bisa berbuat apapun karena ia juga turut bersalah atas kejadian itu.


“sori tadi aku terlalu keras padamu,padahalkan niat mu Cuma ingin cari perhatian.. eh rupanya tangan ku melayang memukul mu dan upss… pasti saakit sekali ya saat kaki ku menghantammu bagaikan bola kaki sepak. Eh maksudnya itu sepak bola kaki. Haha” ledek chia tertawa diujung pagar tersebut.


“pergi kau dari situ, orang gila”ketus jihan berteriak marah besar. sehingga tetangga sebelah yang lagi kutu kutuan melengo melihat Mereka.

__ADS_1


“tentu” sahut gadis ini mengedipkan mata. "Lagian ngapain aku lama lama dengan perempuan perebut laki orang.." ujarnya berjalan dengan senandung lalalalalalalallalallala


“dasar orang gila” rutuk jihan.


Sedangkan chia melanjutkan jalanya sambil bersenandung tersebut tiba tiba tercekik saat melihat sosok pria tegap yang tengah berdiri menatapnya. Membuat gadis ini berhenti melangkah dan melihat kebelakang. Kemudian melihat kedepan lagi.


“Aku, aku hanya menertawakannya... hmm" ujarnya gugup. Namun tiba tiba suaranya berubah ketus "mau kemana lo?, mau liat wanita itu, lihatlah dia sedang kepanasan tuh” tuturnya kemudian melanjutkan langkahnya.


“dari mana saja kamu?” Tanya ardi dengan wajah khawatir.


“apa kau tak lihat penampilan ku. Menurutmu dari mana?” ketus chia. "Ya memungut sampahlah"


Gadis ini memiliki kulit putih namun kusam karena berjalan sepanjang jalan, karena ulah mobil kesayanganya ditarik oleh papanya karena pertengkaran tadi bocor kepada papanya dan sudah bikin ardi malu.


Karena menuduh ardi selingkuh dengan secretaries kantor. Ardi memerhatikan gadis ini dari ujug kaki sampai ujung kepala.


“cantik cantik mungut sampah?, yanga benar saja...mobilmu mana?” Tanya ardi lagi.


“enggak sekalian lo Tanya, mobil, tas gue,uang gue dan keperawan gue?” ketus gadis ini berlalu menabrak ardi.


“apa yang terjadi?,apa kamu kena rampok?” Tanya ardi mengikuti gadis ini sampai masuk rumah.


“iya!”ketusnya langsung duduk disofa. “hah… sumpah aku berjalan sejauh 5 kilo meter membuat kaki ku bengkak” rengeknya.


“siapa yang lakukan ini pada mu?, terus apa kamu sudah lapor polisi. Dan Kamu tidak papa kan?” Tanya ardi khawatir dia kira chia benar benar dirampok.


“kau enggak liat, lihatlah jantung betis kaki ku bengkak,liatlah wajah ku kusam karena melawan terik matahari. Dan dia hanya meninggalkan ponsel ini untukku”keluhnya meletakan ponsel tersbut.


Jahat sekali, dan dia malah pura pura tidak tahu padahal dia yang melaporkan semuanya.


“chia,apa yang terjadi mohon jelaskan,jangan pertanyaan ku dibalas dengan pertanyaan,” tutur ardi melihat mata gadis ini.


"Kau kan yang sudah melaporkan kepada papa ku masalah ini?"ketus chia dengan meta elangnya.


"Melaporkan apa?,aku tidak melaporkan apa pun" tolaknya tak terima.

__ADS_1


"alah... tidak usah bohong deh,gara gara mu aku harus menderita begini... jalan 5 kilo lebih ya tuhan... kaki ku lecet semua" rungutnya menyentuh kakinya.


...****************...


__ADS_2