
Cia bangun pukul 05:45 setelah itu dia mandi kemudian bersih-bersih dan dandan Setelah itu dia pun keluar kamar mencari sosok pria yang menyandang status sebagai suaminya itu.
Namun dia tidak menemukan Ardi karena Ardi sudah pergi dari sejak... entah tidak tahu Sejak kapan dia pergi.
"Kemana tu orang, kenapa jam segini sudah tidak di rumah, apa jangan-jangan dia nggak di rumah dari sejak semalam.... jadi dia ninggalin gue di rumah sendirian Wah nggak beres nih orang awas aja kau pulang bakalan ku gebukin kamu dengan sapu." rungut chia mulai membuka kulkas.
Namun tidak ada bahan masakan sedikit pun. Satupun tidak ada yang bisa dimasak. "Hah, gimana gue mau masak kalau tak satu pun yang bisa dimasak!"
Ia hanya menemukan kulkas yang bersalju. ada nasi putih yang berada di Magic. kalau begini gua harus makan apa coba astaga yang ada gue yang bakalan kurus di rumah ini. Gumamnya dalam hati.
****
"Ardi kenapa harus kamu yang belanja, apa guna chia cobak dirumah?" ujar jihan. Mereka berdua dari pasar.
"Hah?, stok makanan habis dirumah dan chia masih tidur, tidak mungkin aku mengganggu nya." sahut ardi dengan tersenyum. Tangannya penuh menjinjing bahan belanjaan.
"mmm, ardi" Jihan berhenti membuat ardi ikut berhenti dan melihat kebelakang.
"Ya?"
" Apa kamu benar-benar mencintai chia?" tanya jihan.
"Kenapa kamu bertanya? Bukankah kita sudah menyelesaikan masalah tersebut. dan aku juga sudah mengatakan nya kepadamu jihan. apakah aku harus mengulang semua kata kata ku lagi? " sahut ardi.
" mmm bukan begitu, Aku hanya bertanya karena melihat tingkah istrimu itu sangat tidak memungkinkan gitu... aku takut kamu kenapa-napa hanya itu nggak ada yang lain percaya aku.'' ujar Jihan memegang lengan Ardi kemudian tersenyum pasrah. "yok jalan"
Mereka pun jalan bersama kembali karena jarak pasar tidak terlalu jauh dari rumah mereka. mereka tadi bertujuan untuk olahraga pagi dan tak sengaja bertemu di pasar sama-sama membeli keperluan rumah.
Ardi sampai di pagar rumahnya dan minta izin untuk masuk duluan. Kemudian Jihan pun pergi meninggalkan Ardi di sana untuk ke sebelahnya karena rumah mereka bersebelahan.
Saat sampai di rumah, ia melihat chia yang sedang menyapu rumah. gadis ini memakai earphone jadi menutupi telinganya ia tak sadar bila Ardi sudah pulang dengan membawa bahan-bahan belanja yang dia beli di pasar.
"enak banget, kamu udah makan?" tanya ardi berdiri dekat gadis ini.
Chia menghentikan aktivitasnya dan melihat laki-laki ini yang berdiri dekatnya kemudian tangannya membuka earphone dan bertanya
__ADS_1
" Kamu ngomong apa?" tanya Cia mengerutkan keningnya sambil matanya melihat Apa yang dibawa oleh Ardi "Apa itu?" tanya Cia menunjuk kantong kresek hitam itu.
" bahan-bahan dapur, Aku sengaja pergi belanja karena kebetulan tadi aku olahraga dan lewat di Pasar ya sekalian saja aku membeli barang-barang yang diperlukan Bukankah semua stok udah habis kan'' sahut Ardi sambil berjalan membawa bareng-bareng belanjaannya tersebut ke dapur dan meletakkannya di meja makan.
Chia meneruskan menyapu rumah sampai luar kemudian membawa sapu masuk ke dalam rumah kembali dan memeriksa semua yang ada di kantong kresek. kemudian ia mengeluarkannya satu persatu.
" jadi kamu pergi berbelanja, Kenapa kamu tidak ajak aku?..." sahut chia melihat ardi dengan mata cantiknya.
"Ah, Sebenarnya aku tidak pergi berbelanja cuma aku nggak sengaja lewat di Pasar jadi daripada bolak-balik kan stok juga habis di dapur makanya sekalian aja aku beli agar tidak merepotkan kamu'' jawab Ardi menjelaskan kembali.
Wah dia pengertian banget jadi suami
" eh eh ini apa?" tanya dia mengeluarkan dua kotak putih yang ada di kantong kresek putih.
"mmm, aku rasa kamu belum sarapan jadi aku beli in kamu sarapan, mending kita sarapan dulu nanti baru lakukan aktivitas lainnya. aku yakin kamu pasti lapar bukan?" Ucap ardi duduk.
"Okey, thank you suami pengertianku''Sahut chia mengedipkan mata.
"Okey... yok makan"
***
" enggak bisa mama, kalau mama mau shopping, shopping sama Papa aja Papa nggak ngizinin kamu pergi sama ibu-ibu itu. kamu kalau pergi sama ibu-ibu itu nanti pulangnya ngomel-ngomel kayak kuntilanak marah-marahnya.'' tutur Bin melarang istrinya untuk pergi dengan teman-teman arisannya.
Karena dia sangat Paham bagaimana istrinya kalau sudah pulang pasti bakalan ngomel-ngomel membandingkan dirinya dengan diri ibu-ibu tersebut karena pada semuanya udah punya cucu hanya dirinya yang belum punya.
" ih papa kejam deh nggak salah kalau Putri kita bilang kalau kamu itu sangat-sangat sangat kejam bener.'' jawab kesal Dwi.
" bodo amat,,,, lebih baik Papa dibilang kejam daripada harus mendengarkan omelan Mama yang super duper membosankan itu.''
"iiiiiii papa, keterlaluan banget deh. Mama ngomel kan juga salah papa.... coba aja Papa kasih aku anak yang banyak gitu kan.... Coba aja papa lamar aku gitu sejak usia muda mungkin anak kita banyak.'' retuk Dwi cemberut bibirnya melengkung dan matanya berputar mengacuhkan Bin.
"Bik, ada lakban ndak,,,
" untuk apa tuan besar?'' tanya pelayan yang seumuran dengan mereka dwi tersebut.
__ADS_1
" untuk melakukan mulut Nyonya anda, keterlaluan banget Masa dia nyalahin saya'' ujar tuan besar ini cemberut juga seperti istrinya yang lagi cemberut melihat dirinya yang sedang duduk di meja makan.
" hari ini, aku tidak akan masak untuk papa'' Dwi kemudian pergi meninggalkan suaminya ini.
***
''Halo Mama, Mama kenapa?'' tanya chia yang ternyata Dwi menelpon Sang Putri yang sedang beres-beres.
" papamu jahat banget sama mama, masa dia nggak bolehin mama pergi sama teman-teman arisan. dia marah sama kamu tapi sama uang belanja Mama dia nggak mau kasih, Ih pokoknya mama kesel.'' curhat sang Ibunda tercinta kepada putrinya yang sedang memasukkan sayuran ke dalam kulkas.
" Lah kok bisa begitu, bukannya papa takut sama mama ya Setahu aku tumben... Papa berani sama mama'' sahut Chia tertawa mendengar sang mama yang lagi sangat kesal karena uangnya juga ikut-ikutan ditarik oleh papa.
" ih meledek kamu ya, seharusnya bantuin Mama dong.'' ujar mamanya ketus karena mendengar anaknya tertawa.
" Bagaimana mungkin, kan semua aset aku aja disita sama papa jadi nggak mungkin lah kalau aku membujuk papa... papa itu keras banget banget banget'' sahut Chia juga tidak mampu untuk membujuk Bin.
"…"
" Emang kenapa sih kok Mama nggak diizinin untuk pergi sama teman-teman mama, pasti Mama udah bikin Papa marah deh'' ujar chia.
" nggak tahu, Mama ada kesel.... Ya udah Mama tutup aja lah teleponnya dulu bye cantik''
'' bye mah''
'' habis bicara dengan siapa, kok gitu banget ketawanya''
Ardi yang dari luar menghampiri chia yang hampir sudah selesai menyusun semuanya. Chia pun menyelesaikan tugasnya terakhir kali meletakkan wortel di kulkas.
"itu si Mama dilarang sama papa ketemu sama teman-teman arisannya jadi ngamuk mamanya.'' sahut chia menjawab sambil tertawa.
"ck, jangan diketawa in" sahut ardi mengambil air putih.
"Mereka tu ribut terus.... papa juga Kenapa harus larang mama... Takut banget mama diambil orang haha''
" Papa ngarang Mama itu pasti karena Papa takut Nanti Mama ngomong minta Cucu lagi sama papa Makanya papa larang mama Begitu ceritanya.''
__ADS_1
Chia langsung tertawa dan tiba-tiba dia kepikiran dengan kata cucu tersebut " hah minta cucu?" Tiba tiba saja suaranya tercekik akibat kata cucu tersebut.
...****************...