
Pernikahan.
Singkat cerita pernikahan dilangsungkan
besar besaran sesuai apa yang dikatakan chia dan ini juga kehendak chia.
Malam pengantin,chia duduk didepan cermin, melihat dirinya riasan masih utuh diwajahnya,baju pengantin cantik itu juga masih terpasang dengan sempurna.
Disebelah nya tepat diranjang ada ardi yang bersender dikepala ranjang kakinya mengampang dan dirinya focus dengan ponsel,bahkan ia tidak menganggap ada chia didalam kamar itu tepat disampingnya yang sedang menatap pantulan dirinya dicermin.
Tiba tiba ponsel chia berdering,membuat mata pria ini pindah keseberang ranjang melihat ponsel yang tengah bordering itu. Sedangkan chia segera berdiri ia mengangkat gaunnya kemudian berjalan.
Ardi memerhatikan gadis ini. gaun pengantin putih yang dikenakan gadis ini sungguh mengkerakterkan gadis yang imut dan lucu ini. Wanita ini bagaikan boneka remot yang dikontrol.
“haloo” suaranya sangat lembut terhadap orang lain.suara itu adalah suara yang sering chia keluarkan ketika bermanja kepada ardi dulu,tapi sekarang suara itu digunakan kepada siapa pun kecuali pada ardi.
“………”
“thakyou nesya”
“……”
“ehmmm baik lah,, terimakasih sekali lagi. ”
“….”
“tidak papa santai aja,,sampai ketemu besok” ujar chia.
Habis ketawa ketiwi gadis ini pun menyelesaikan panggilanya. Kemudian matanya langsung berputar menatap pria yang tengah memperhatikannya tersebut,sontak ardi langsung berpaling.
Chia pun menaikan ujung bibirnya kemudian sekali lagi berjalan. Namun kali ini bukan kecermin,tapi kesamping ardi. Chia berdiri dihadapan ardi sangat dekat dari dugaan dengan wajah terpaksanya.
Sedangkan ardi mengangkat alisnya. “apa?” tanya ardi,suaranya tiba tiba menjadi canggung tak jelas.
“buka kan” ujar gadis ini langsung berbalik badan dan jongkok.
Ardi pun menurunkan kakinya kemudian ,dengan rasa canggung iya menyibakan rambut chia,punggung putih dan bersih gadis ini terbuka,aroma wangi tubuhnya sangat kuat,namun bukan itu yang jadi pandangan oleh ardi.
Pria ini melihat luka jahitan yang sudah lama dikuduk gadis ini.
“jangan macam macam ya”ketus gadis ini membangunkan ardi dari rasa penasaranya.
"ehmmm, bekas luka jahitankah itu?"tanya ardi.
"y" sahut gadis ini datar
__ADS_1
"Karena apa?" tanya ardi lagi.
Lalu pria ini menarik resleting gadis ini.
"karena menyelamatkan orang tak tahu terimakasih" jawab gadis ini dengan ketus lagi. setelah itu chia langsung berdiri dan pergi tanpa berterimaksih.
“menyelamatkan nyawa?” Tanya ardi dalam hati.
Tak lama gadis ini keluar dengan lingery sontak pria normal ini tersintak saat melihat pemandangan tersebut. Siapa yang bisa menghindarinya dan siapa yang tak bakalan memiliki hasrat lebih saat melihatnnya.
Sedangkan gadis ini terus saja berlegok kearah ranjang tanpa mememikirkan ada ardi didalamnya. “aku akan tidur diranjang,karena malam ini aku rasa mereka mengawasi kita” ujar chia duduk dan menaiki kakinya keranjang kemudian berbaring.
“wanita ini di bawah duga an ku,dia hanya bukan keras kepala tapi dia begitu berani, bagaimana mungkin dia seberani ini melakukan hal seperti ini.” gumamnya dalam hati melihat punggung gadis ini yang dibaluti selimut.
Ardi bangkit dari tempat tidur dan berjalan kearah sofa kemudian duduk disana.sedangkan chia tersemyum tipis.
“sampai sekarang dia tetap menghindari ku….bodok ah... Ngapain gue harus pikirkan.” rutuk gadis ini kesal dalaam hati.
####
"ehm ehmm pagi pengantin baru" ledek dwi membuat keduanya malu malu saat sampai disana.
"Bagaimana tidurnya nyenyak bukan? udah ada yang menemani?" tutur dwi lagi.
"Biasa aja" sahut chia segera duduk, membuat semuanya terkejut.
"Emang apa istimewanya mah,tidur ada yang menemani mah?,, menurut ku biasa biasa aja. dan menurutku lebih enak tidur sendiri karena tempat tidurnya luas." tutur gadis ini sambil menuangkan nasi goreng untuk serapan paginya.
"ardi, maafkan kita ya pastu tidak nyaman ya?" tanya dwi.
"mm, tidak mah... aku nyaman kok." sahut ardi tersenyum. "Seperti chia terlalu polos mah, makanya ngomong seperti itu." tambah ardi.
"terimakasih bik" ucap ardi kepada bibiknya.
"Maksudnya?,kan emang iya... kau tidur membuat ku berkeringat dan hubung...
"ehmm, sayang ayo makan." ujar ardi memotong pembicaraan mereka.
"ok ok, mama ngerti...
"kenapa sih dari dulu kalian tak bilang kalau kalian berpacaran" ujar papanya membuat chia tersedak.
"Karena waktu itu kita masih main main pah, tapi tidak disangka kita ternyata memang jodoh" sahut ardi.
sejak kapan pula kita pacaran rungut chia dalam hati sambil mengunyah.
__ADS_1
"pah mah, mungkin kami bakalan segera pindah kerumah kami." ujar ardi.
"kenapa buru buru?,kita lebih senang kalau kita serumah" ujar dwi.
"mama kalian benar tuh"
"aku juga setuju, dari pada nanti aku diapa apa in dirumah itu." dumal chia.
"Chia, kok kamu malah menyudutkan aku bukankah kamu yang meminta segara pindah karena tak sabar untuk selalu berdua an" ujar ardi menumpahkannya kepada chia.
membuat chia tercengang dan melihat kedua orangtuanya kemudian melihat ardi dengan bengih.
What?, pria ini pandai sekali membalikan fakta.
"Ya udah kalau kamu mau tinggal disini enggak papa juga, tapi nanti malam jangan salah kan aku ya.. kalau suara mu tak bisa lepas karena takut kedengaran. aku tak kamu mengomelin kayak semalam."
Kata kata ardi membuat semua orang tersenyum geli, Semalam seperti nya mereka mengalami malam yang panas. apalagi mereka sudah berpacaran lama dan putus pun hanya setahun karena salah paham. Pikir mereka.
Namun dibalik itu, mereka tak melakukan apa pun semalam. Chia yang memiliki otak lemot berpikir hanya diam dan melanjutkan serapannya.
"Baiklah kalau begitu, kami harap segera berikan kami cucu" ujar dwi.
"tenang mah,, mama akan menjadi Pemecarah rekor cucu paling banyak nantik." sahut chia dengan semangat.
namun wanita ini tak mengerti apa yang sedang ia ucapkan. Yang penting apa yang diinginkan mamanya sampai. mengambil langkah menikah mudakan anaknya ini hanya. karena ingin punya cucu. Biar tak diejak oleh teman teman arisanya.
"mama mau cewek atau cowok?" tanya chia membuat orang orang tercengang.
"emang bisa direquest?" canda mamanya.
"Bisa mah.. kan tinggal temui penampungan bayi dan kami akan adopsi" sahut chia membuat senyuman itu buyar.
"What?, kamu ini!!" ketus mamanya geram.
"kita menikah kan untuk menghasilkan bayi bukan? bukan kah mengadopsi bayi itu butuh pasangan yang sudah menikah?, dan kami. sudah menikah kami akan adopsi yang banyak.. jadi mama bisa request mau cewek atau cowok.dibanyakin" tutur chia lagi.
"Chia Enggak gitu" bisik ardi.
"terus?" chia melihat ardi.
"Kami butuh bayi yang lahir dari rahim mu bukan bayi adopsi chia" ketus mamanya.
"Rahimku?,, aaa okey... bersabar ya ma" sahut gadis ini.
"saya rasa dia tak tahu apa itu berumah tangga" ujar bin.
__ADS_1
"iya pah" bisik ibundanya.
Bersambung