Memang Jodoh

Memang Jodoh
Kesempatan yang Belum sempat


__ADS_3

Chia langsung tertawa dan tiba-tiba dia kepikiran dengan kata cucu tersebut " hah minta cucu?" Tiba tiba saja suaranya tercekik akibat kata cucu tersebut.


'' iya, Mama kalau udah pulang arisan dengan teman-temannya itu selalu begitu dia selalu komen-ngomel sama Papa Dan aku dengar sendiri kalau mama minta cucu dan makanya dia tuh jodohin putrinya ya kamu.''


Saat mengatakan itu Ardi juga ikut terdiam karena sudah keceplosan mengatakan hal yang tak seharusnya dia katakan.


"Kamu tau segalanya?"tanya chia. " tapi mengapa?" tanya Cia mengharukan gandeng menaikkan alis kemudian melihat ardi dengan tatapan bertanya.


"Mmm.. anu... kalau menurut cerita Mama yang aku dengar, Mama itu sering dibanding-bandingin sama teman-teman arisannya karena cuma hanya dia doang yang enggak punya cucu gitu.... saat teman-teman arisannya membawa cucu mereka....cuma Mama yang nggak bawa cucu gitu terus teman-temannya itu kayak ngata-ngatain Mama. jadi Mama itu kesel dan jadinya saat pulang Mama ngomel ngomel deh sama Papa"


"Astaga,


"Mmm... anu.... aku keluar ya mau menyiram bunga'' izin Ardi hendak meninggalkan chia.


"Ardi"


"Yah"


" aku mau bilang,,, anu gitu... mulai malam ini kamu... kamu boleh tidur di kamar deh''tutur chia agak ragu-ragu mengatakan itu.


Ardi tiba-tiba tercengang mendengar kata istrinya ini. hatinya begitu bahagia sehingga sulit untuk mengatakan apa yang harus dikatakan kepada chia.


''terima kasih.'' kata itulah yang keluar dari mulutnya untuk saat ini. setelah itu dia meninggalkan dapur menuju keluar dan mulai menyiram bunga.


Sedangkan chia menepuk keningnya dan menghentak-hentakkan kakinya sendiri tiba-tiba saja wajahnya merona dan dirinya salah tingkah setelah mengatakan itu.


'' apa yang barusan gue katain, gue nggak nyangka bisa mengatakan hal itu... Tapi nggak papa lah Lagian sekarang gua nggak punya apa-apa lagi.. karena dia akan bekerja lebih keras untuk gua dan seharusnya gua memberikan tempatnya.... Lagian ini rumah dia juga ... gue nggak mungkin jadi benalu di rumah orang. meski itu rumah suami gue sendiri bukan?" ujar chia menaikkan bahunya dua kali kemudian meninggalkan dapur menuju kamar.


Di kamar dia membereskan barang-barang yang sempat berserak-serakan karena belum dia bereskan setelah bangun tidur.


Setelah selesai gadis ini berpikir lagi, kemudian dirinya keluar dari sana untuk untuk menghampiri Ardi.

__ADS_1


Tiba di sana ia melihat ardi sedang menyiram bunga di ujung rumahnya. Chia dengan langkah pelan dan tertata dia menghampiri sang suami.


"Hmm, hmm" Chia mengode pria ini dan tersenyum imut melihat ardi.


Ardi yang melihat tingkah aneh chia menjadi heran juga. ada apa denganya?, kenapa dia betingkah aneh begini? membuat ku salting aja Batinya tiba tiba berdegub begitu kencang.


"Ehmmm.. Ardiiiii" ujarnya mengedip ngedipkan mata. Wanita ini sedang menggoda pria yang tengah memegang selang air ini.


"Haha, kamu kenapa chia ada yang bisa dibantu?" tanya ardi tertawa malu. Pipi pria ini juga merona dengan tingkah gadis ini.


"Kamu suka wanita yang bagaima?"tanya chia.


"Hah maksudnya?" makin membuat ardi linglung aja dengan pertanyaan nya.


"Kamu suka yang seksi, polos, liar atau pemalu?" tanya gadis ini dengan wajah menggoda dan menyenggol ardi dengan bahunya.


"Kamu membuat ku takut" ujar ardi merinding melihat gadis ini.


Apa yang terjadi apa dia sedang dimabuk asmara. Berubah nya tak tanggung tanggung dan mendadak banget.


"Ck, Ngapain lo kesini?!"ketus chia langsung berubah menjadi tatapan masam dan menggeram. "Mengganggu orang aja" rungutnya.


"Ada apa jihan?" tanya ardi dengan lembut kepada jihan.


"mm ini Hpmu,kayaknya hp kita ketukar tadi pagi saat dipasar" sahuut jihan menyodorkan hp.


ck,, jadi tadi pagi mereka pergi bersama kepasar pantesan saja dia tidak mengajak ku. ternyata senang senang sama kekasihnya.


Chia melihat dengan tatapan benci, seleranya untuk menggoda ardi menjadi hilang.


"Hah,benarkah..maafkan aku jihan" ucap pria ini segera memeriksa sakunya. "Oh iya hp kita ketukar yah.. maaf ya" sahut ardi.

__ADS_1


"Ck,, drama banget... bilang aja lo sengaja menukar kan lalu lu datang kesini,agar bisa manas manasin gue. Tapi sayang gue enggak panas tauk" ketus chia membolakan mata.


"Iya gue tau mulut ngomong gitu, tapi wajah lo tidak bisa bohong" sahut jihan kemudian melihat ardi kembali.


Chia tak merisaukan dia lagi, dia langsung pergi. Ardi yang melihat chia berjalan mengarah pintu pagar.


"Chia mau kemana?"tanya ardi segera menghampiri chia dan memegang pergelangan tangan chia.


Chia menghayukkannya sehingga genggaman ardi lepas dari lengan chia. "Aku tidak mau tinggal dirumah ini, lebih baik aku tinggal dirumah orangtua ku saja" ucap gadis ini kemudian memutar arahnya masuk kedalam rumah.


"Chia... kam...


"Jihan makasi ya sudah mengantarkan hp ku" ujar ardi.


"ya ardi, kalau gitu aku perimisi" sahut jihan kemudian pergi.


Ardi segara masuk rumah dan langsung kekamar. Didalam kamar dia sudah menemukan chia sedang mengemasi pakaian nya ke koper pinknya.


"Chia apa apaan ini?" ardi menujuk koper itu.


"aku mau pulang kerumah orangtuaku, aku tidak mau tinggal dirumah ini bila aku bertetanggaan dengan wanita yang kau cinta" ketus chia keras.


"Dengar kan aku aku tidak mencintai jihan... dia hanya mengantarkan ponsel apa masalah nya.. kenapa kamu seposesif ini chia!!!!." teriak ardi. "Maafkan, aku terbawa emosi" ucapnya segera merendahkan suaranya kerena tatapan chia tak terima dibentak.


"Dia memang menukar ponsel, tapi kalian habis berbelanja bersama dan apa lagi... intinya jika kau mencintai ku dan jika kau punya aku kenapa kau harus membawa nya hah!!" teriak chia mempertanyakan itu.


"Chia, aku dan jihan itu bertemu tak sengaja dipasar... Kami sama sama beli keperluan,lagian kamu tidak mau masuk ke pasar bukan?, bagaimana mungkin aku membawa mu. Kau hanya akan berdiri ditempat tempat mewah dan itu kamu mengatakannya sendiri" ketus ardi menjelaskan apa yang pernah dikatakan oleh chia kepadanya.


"yah aku memang mengatakan itu, tapi bukan berarti itu seenak mu saja pergi berbelanja dengan cewek yang gue benci.. apalagi jihan itu.. jihan itu adalah orang yang sangat gue benci!!! dan lo sadar itu bukan... lo tau!!, bahkan lo tau disaat kita masih kuliah juga" chia menggeriti dan menunjuk ardi beberapa kali. matanya melotot wajah nya merah padam.


"Chia, bisakah kita hentikan semua ini, aku ingin berdamai dengan mu. aku ingin kita berteman aku ingin berumah tangga seperti orang orang diluar sana yang saling bahagia." tutur ardi memegang tangan chia dengan lembut dan dirinya juga berkata begitu lembut.

__ADS_1


Itulah yang ingin ku lakukan tadi, aku ingin berdamai dan memulai dari awal lagi. Tapi hati ku sangat sakit saat melihat kamu bersama dia. Batin chia.


...****************...


__ADS_2