
Chia pergi kerumah orangtuanya. Tiba disana ia berpasasan dengan papanya. “loh chia kamu sendiri?,ardi mana?” Tanya bin yang juga hendak masuk kerumah
“pa,coba Tanya anak mu aja,kenapa harus Tanya ardi” rungut chia masuk kedalam memanggil mamanya.
“tidak mungkin pula saya Tanya orang yang ada lah” tuturnya ikut masuk meniru gaya putrinya membuat pelayan tertawa dengan jalan lenggak lenggok sang majikan yang meniru jalan sang putri tercinta.
“ada apa chia,, teriak teriak,berisik banget tau” tutur ibundanya datang dari arah dapur.
“mama lagi masak apa?” Tanya chia langsung kedapur.
“biasa ayam kecap kesukaan papamu” ujar dwi mengikuti putrinya.
“aku jadi lapar” ujar gadis ini segera duduk dimeja makan.
"Eh itu ayam papa, bukan untukmu.. jadi papa tidak mau berbagi denganmu" tutur pria ini menggemaskan.
"Papa,enggak boleh pelit sama chia. nanti papa kualat loh" balas gadis ini mengangkat alisnya.
"Eh, kamu yang kualat karena melawan papamu"
"Udah udah, mama masak banyak kok tujuanya juga mau suruh pelayan nganterin buar ardi. ardi sangat suka masakan mama" sahut mamanya menengahi.
"Ardi?, bukan untuk ku?, ck ardi terus... kesal deh aku" rungut ichana.
“ardi kerja?” Tanya dwi.
“dia dirumah” jawab chia
“terus kamu tinggalkan dia sendiri, dia udah makan belum?,kamu udah masak belum?”Tanya dwi panik.
“dia bisa untuk dirinya sendiri ma jadi jangan panik.” Ujarnya menyendok nasi namun dwi langsung mengambil semuanya.
“kamu tidak boleh makan”ketus dwi.
__ADS_1
“ma”
“bik,tolong siapkan kerantang ayam kecapnya”
“baik nyonya”
15 menit kemudian semuanya beres chia langsung diusir oleh mamanya. Tujuan chia kesini menjemput mobil namun ia hendak makan pun tak diperbolehkan.
“sekarang pulang, bawa ini makan bersama suami mu..pergi pergi” usir dwi.
“mama kejam.”
“kamu istri kejam” tutur mamanya.
Chia pun pergi membawa makanan tersebut dengan mobil pribadinya sekalian. Ia pulang kerumah kembali. Sedangkan ardi ada didapur hendak memasak bahan seadanya mendengar derum mobil segara keluar.
“kira in siapa rupanya kamu” ujar ardi.
“mobil gue baguskan?” Tanya chia membagakan mobil sport merah itu.
“ini” gadis ini mengangkat rantang. “ini ayam kecap masakan mama, untuk kamu” sahut wanita ini.
Ardi suka cara gadis ini menjawab. Tampak tenang dan anggun. Ardi pun tersenyum.
“ayo masuk,aku juga selesai memasak untuk mu..” ujar pria ini.
Chia pun masuk lebih dulu. Langsung menghampiri meja makan. “sup ceker?.... waaahhhh ini kesukaan ku banget,kamu tau dari mana aku suka ini” ujar gadis ini segara duduk dan membalikan piringnya.
Ardi mengambilkannya dan juga meuangkan air putih untuk chia,kemudian baru membuka rantang. Yang pertama ada buah buahaan yaitu sudah dikupas dan dipotong potong kecil. Dibawah baru ada ayam kecap. Wanginya menggiurkan membuat dirinya lapar.
Ardi pun duduk. “bagaimana rasanya?” Tanya ardi.
“Enak banget,kamu belajar masak dimana?” Tanya chia.
__ADS_1
“almarhum orangtuaku punya rumah makan,aku belajar dari situ.” Jawab pria ini.
“mmm..ayok makan…” ajak chia.
“ oke”
“selamat makan, suamiku” ujar gadis ini membuat ardi malu malu.
Gadis ini kesambet dimana, awalnya tadi mereka saling bertengkar pada akhirnya berdamai entah dari mana. Namun ardi lebih memilih menikmati suasana hari ini. bahkan dia ingin mengabadikan ini. karena ia kedatangan chia yang ia kenal sebelum bertemu dengan chia yang sekarang.
“ya tuhan, janganlah engkau ambil wanita yang hari ini,aku suka dia” gumamnya melihat chia yang begitu lahab makan.
Mereka makan bersama tanpa ada yang memulai pertengkaran yang bakalan menghilangkan mood makannya. Dan menyelesaikanya pun dengan tenang.
“dah..selesai” ucap chia mengambil sapu tangan dan ngelap tangan yang habis ia cuci.
“aku akan bereskan” ujar ardi berdiri mengkat piring kotor.
Chia juga membantu dan mencucinya. Hal ini tentu mendapati perhatian lebih dari ardi. Rasa penasaran ingin tahu alasanya tentu bermunculan. Chia yang sadar diperhatiin pria ini tentu melihat kemata pria ini.
“weeee?,ada apa dengan mu melihat aku seperti itu?” Tanya chia, namun pria ini tak menjawab iya malah meletakan mangkok yang udah dicuci chia ke rak piring.
“jangan pikir macam macam, hari ini aku hanya lagi mood aja bukan karena semacamnya” ujar wanita ini terakhir memberikan sendok dan kemudian mencuci tanganya lalu ngelap dan pergi dari dapur.
“terimkasih,sudah membantu ku hari Ini” ujar ardi.
“mmm”
Wanita ini keluar rumah. Ia duduk diteras melihat tempat yang sedikit kecil dari tempat dia tinggal yaitu rumah orangtuanya. Rumah ini lumayan untuk ditinggali oleh dua orang apalagi untuk pengantin baru yang lebih suka tempat hening untuk berduaan.
Tempat ini bisa menyemai bibit cinta diantara mereka yang sempat dilanda karena kesalah pahaman berdua yang berujung saling membenci seperti saat ini. bukan salin membenci namun chia sendiri yang membenci pria itu.
Pria yang pernah ia puja layaknya seperti tak ada satupun pria lagi diatas dunia ini. terkadang emang benar,jangan mengharapkan dia untuk menjadi milik kita,karena bila harapan itu tak menjadi kenyataan maka perasaan kecewa dan rasa benci bisa datang dengan sendirinya.
__ADS_1
Membenci orang yang dicinta adalah luka yang sangat sulit disembuhkan.
...****************...