
"wah ini kalung,cantiknya" sorak chia begitu kegirangan melihat isi kotak tersebut. "Dan ini sangat lah mahal" sahut chia.
"Aishh jangan sebut mahal atau nggak nya.. coba pake" suruh morgan.
"Harus kah?"
"Tunggu!
Ardi menghentikan aksi mereka, yang menurut nya sini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Namun morgan malah mengatakan.
"Ayolah tuan ardi, Ini adalah hadiah ulang tahun chia dari ku.... Chia sahabat ku" sahut morgan.
"Ulang tahun?,bukankah...
"Ini memang kalung yang ku inginkan,tapiiii..." Chia segera memotong kata kata ardi, karena menurut nya ardi pasti tidak tahu tanggal ulang tahunya sama dengan hari pernikahan mereka.
Kenapa dia melakukan ini padaku, chia kamu membuat ku terlihat seperti orang bodoh. batin ardi melihat chia dan chia tersenyum sambil mengode ardi untuk diam dulu.
"Enggak ada tapi tapian... aku tidak suka di tolak." sahut morgan. "Bolehkah aku pasangkan?" izin morgan kepada ardi terutama sebagai suami.
"Baiklah" sahut ardi pasrah.
Morgan mengeluarkan kalung tersebut kemudian chia membelakangi morgan dan ardi pun pergi tidak suka sama sekali dengan tingkah mereka sudah keterlaluan.
Chia hanya melihat ardi yang pergi bersamaan dengan morgan melihat ardi. "Sepertinya suami mu cemburu" ujar morgan berbisik.
__ADS_1
"Mmm.."
Morgan mengalungkan kalung tersebut keleher chia.
"Wah ini sangat bagus, tapi ini sangat lah mahal dan aku tidak mungkin menerima hadiah sebesar ini" ujar chia.
"Aku sudah bilang bukan... jangan menolak ku chia. kalau kamu tidak mau kamu bisa buang ke tong sampah" sahut pria ini kembali duduk setelah memasangkan.
"eh.. mmm terimakasih atas hadiah nya" sahut chia akhirnya menerima karena tidak bisa menolak lagi. Mereka sudah berteman sejak. kecil sekali.
"Itu adalah hadiah ulang tahun mu" sahut morgan.
"Terimakasih banyak morgan"sahut chia senyum manis.
****
Ardi dibelakang rumah memilih untuk mengembang biakan tanaman sambil membersihkan tempat tersebut.
ardi positif saja. Mereka hanya sahabatan untuk apa harus cemburu. Ingat jangan sampai kalian bertengkar lagi. jadi aku harus mengalah.
"Ardi"
Ardi mendongakan kepala dan melihat.
__ADS_1
"Eh chia, sahabat mu dah pulang?"tanya ardi segera berdiri dan ngelap tanganya.
"Kamu seperti pak kebun saja" tutur chia melihat ardi dari atas sampai bawah.
"Mmm...Kalu bukan karena kebaikan Orang tuamu,mungkin aku sudah jadi pak kebun dengan lahan sempit dan mungkin aku juga tidak akan sekolah, kuliah bahkan tidak akan merasakan kerja diperusahaan elit dan sangat terkenal itu"sahut ardi tersenyum.
"Apa kamu marah?"tanya chia.
Ardi tersenyum lagi. "Tidak,tapi aku hanya cemburu melihat mu dipasangkan kalung berlian yang harganya mungkin sebanyak gaji ku setahun..aku tidak bisa memberikan mu barang sebagus itu maafkan aku"
"Ardi,Bukankah kamu sudah berjanji akan membahagiakan aku dengan cara mu?,kenapa kamu harus bicara begitu. aku akan bahagia dengan cara mu membahagiakan ku" sahut wanita ini menyentuh bahu ardi.
"Aku mencintaimu chia" sahut pria ini tersenyum mencium kening chia.
Itu adalah ciuman pertama mereka selama mereka kenal. Sontak membuat gadis ini malu malu kucing dan pipinya merona.
"Bagaimana kalau kita kerumah mama?" saran chia memegang lengen suaminya.
"Hah?"
"Tenang kita bakalan pulang kembali kok.." sahut chia meyakikan ardi.
Semenjak menikah ardi tidak pernah datang lagi kerumah orangtua angkatnya itu,padahal dirinya sebelum menikah dia selalu datang kesana dan tinggal disana untuk beberapa hari dalam seminggu.
"Baik lah, kita akan kesana" sahutnya mengedipkan mata.
__ADS_1
...****************...