Memang Jodoh

Memang Jodoh
Negosiasi


__ADS_3

Wanita ini pun melanjutkan jalanya namun ardi yang habis kesabaran langsung menggendong chia dan membawanya berjalan kearah mobil,sepanjang jalan kemobil chia memberontak.


Makin merontak semakin kuat pula pegangan ardi. Ardi memasukannya kedalam mobil dan dengan segera ia berlari kesisi lain mobil kemudian dirinya mebanting stir meninggalkan rumah tersebut.


“kemana kau bakalan membawaku!”pekik chia melotot kepada ardi.


“ardi berhenti,


“ardi


“pleace ardi,,,,,ardii!!!!!!!!!!


Namun ardi makin menekan gas dan menambah kecepatanya membuat chia langsung berpegangan pada atap mobil. wajahnya terpampang ketakutan. Matanya memejam. Mulutnya berkomak kamik seperti membaca mantra.


Tak lama mereka tiba disebuah gedung pencakar langit. Gedung itu adalah sebuah aparteman besar.mobilnya memasuki garasi dan ardi memarkirkanya kemudian turun dan membuka pintu untuk chia.


“ayo turun?” ujar ardi.


“apa yang ingin kamu lakukan padaku?” ketus gadis ini tanpa enggan keluar.


“haruskah aku menggendongmu”ujar ardi.


“aku tidak lumpuh”ketus gadis ini keluar tanganya megang roknya yang sudah naik ketas dan menyingkap paha putihnya.


“perbaiki rok mu dulu,aku akan


menutupinya”ujar ardi menutupi chia dengan membelakangi. Dibelakang chia memperbaiki roknya..


“sudah”ketus chia.


“okey sekarang ikut aku”


“apa kau baru saja memerintahku??” Tanya chia melotot.


“aku hanya mengarahkan jalan”


“lebih baik aku pergi saja”


“Dimana kamu akan tinggal malam ini,bukankah kau tidak memiliki tempat tinggal dan tak memiliki apapun,jadi bersyukurlah kalau aku mmeberimu tempat” ujar ardi.


Dia benar juga,jalan satu satunya adalah tinggal untuk malam ini diapartemen pria ini. Ia harus mencari pekerjaan segara dan hari ini ia akan memanfaatkan pria ini.


Ardipun pergi lebih dulu kemudian chia mengekor dari belakang. Sebelum masuk lift mereka bertemu dengan seseorang dan orang itu adalah orang yang dikenal oleh chia.


“chia?”pria ini melihat chia dari bawah sampai atas,melihat penampilan yang urak urakan,hancur lebur.


“apa yang terjadi dengan mu chi?” Tanya laki laki ini khawatir.


“aku diusir” ujar chia ketus.


“diusir?,why? Dan siapa pria ini?”Tanya laki laki ini lagi.

__ADS_1


Chia melihat ardi sesaat kemudian melihat laki laki ini kembali dengan tatapan tajam.


“kau bekerja diperusaan papa ku bukan?,masa iya kau tidak tahu dia?..oh ya ngapain kamu kesini apa kau pindah apartement?”ujar chia balik bertanya


“aa aku kesini menemui…


“hey sayang”tiba tiba wanita yang entah dari mana menempel langsung kepada pria ini.


“ayoo”ujar ardi membuyarkan chia dari tatapan tajam kepada laki laki ini.


“oh dia pilihan orang tu mu ya?,ternyata tetap cantikan aku..selera orangtua mu payah dalam memilih menantu” ujar chia tersenyum tipis. sedangkan cowok ini hanya menyungingkan bibirnya.


"Coba saja kamu mau menikah dengan ku, mungkin kita tidaj bakalan putus." ujarnya.


“siapa gelandangan ini?,berani sekali dia menghinaku sayang?”rengek gadis ini.


“oh iya kita belum kenalan yaa….”chia tersenyum dan kemudian mengacungkan tanganya.


“kenalkan aku mantan nya,pemilik hati pria ini yang sesungguhnya. Sebelum kau menggali kuburanmu sendiri sebaiknya berhentilah”ujar gadis ini kemudian tertawa. Ddan masuk kedalam lift bersama ardi.


“arggh” laki laki itu prustasi.


Didalam lift,chia merungut sendiri wajahnya ketekuk dan betek. Tak lama lift terbuka dan ardi keluar namun chia hanya berdiri disana.


“hey kesinilah,apa yang kamu pikirkan?” ujar ardi.


“kekenapa harus apartement mu,kalau kamu niat membantu ku kamu bisa membantuku dengan memesankan aku hotel,kalau tidak kos deh. Untuk satu bulan aja”ujar chia.


“rasanya gila sekali aku mematuhi laki laki brengsekk ini” rungutnya keluar dan mengkor lagi sampai depan pintu apartemennya.


Chia melihat ardi menekan pin,tiba tiba iya sedikit tercengang saat pria ini menekan pin masuk ke aprtemennya


“eh,itukan pin aprtement ku kok bisa sama dengan mu si?”ketus chia.


"Mungkin itu tandanya kita memang jodoh" jawab ardi.


"is ogah banget." ketusnya.


“kalau gitu gantilaah pin mu” ujar ardi membuka pintu dan mempersilhkan untuk menggantinya


“seharusnya kau yang mengganti pin mu, karena kau meniruku”ocehnya tak terima dengan saran ardi.


“itu tanggal lahirku,kenapa bisa menjadi pin aparteman mu hah” Tanya ardi membuat gadis ini terdiam.


“sekarang aku yang ingin bertanya kepadamu?,kenapa tanggal lahirku menjadi sandi apartemenmu??” Tanya ardi membuat gadis ini menggaruk kepala yang tidak gatal.


“kau masih mengharapkan aku bukan?”Tanya ardi kepedean. “chia,sebenarnya kamu masih ada rasa padaku bukan?” ujar ardi.


"enak aja... itu tanggal jadian gue sama cowok gue lah" ketusnya mengelak. sebenarnya emang ia sih dirinya tanpa sadar masih membuat sandi apapun itu masih menggunakan nama dan tanggal lahir ardi.


"Ooooo begitu.." sahut pria ini mengangguk, namun ekspresi nya menunjukan tak percaya.

__ADS_1


“kau tak percaya... aku akan pergi dari sini” ujar chia hendak keluar.


Namun tanganya,langsung dihentikan oleh ardi. “bukan gebitu,tetaplah disini untuk sementara. Aku membawa mu kesini untuk melakukan negosiasi”ujar ardi.


“negosiasi?” chia tercengang.


“aku yakin ini menguntungkan untuk mu”ujar ardi.


“apalah yang aku lakukan dengan pria yang paling aku benci ini”ujarnya masuk kedalam dan duduk disofa.


Chia melihat seisi apartemen,iya melihat foto ardi dan jihan dimeja itu. “apa kamu berpacaran dengan jihan?”Tanya chia


“tidak” sahut pria ini kedapur dan balik lagi meletakan air putih untuk chia.


“lalu itu?” ujar chia menunjuk foto itu.


“kami hanya sebatas teman dan sekretaris dikantor” ujar ardi.


“kau menyukainya bukan?” ujar chia menaiki alisnya.


“mari bicarakan masalah pernikahan” mengubah topik


“aku tidak akan menikah dengan mu” ketus chia,tiba tiba raut wajahnya berubah masam.


“aku serius”tegas ardi ikut duduk disamping wanita ini. Sontak chia langsung menginsut mejauhi ardi.


“aku juga serius tidak akan menikah dengan mu”tegas chia juga kemudian mengalihkan pandanganya jauh dari pria ini.


“apa kau benar benar bakalan sanggup menghadapi kerasnya Negara ini,bila tak memiliki apapun?”Tanya ardi .


Chia sempat ragu saat mendengarkan ini. tapi ia juga tidak akan menikah dengan pria yang memiliki perasaan kepada orang lain. Karena gadis ini tak ingin ada perselingkuhan pada rumah tangganya.


Impianya adalah membangun rumah tangga seperti orantuanya yang romantis dan harmonis sepajang hari.


Masa iya anaknya harus menderita,mengetahui suaminya mencintai orang lain.


“aku sudah biasanya melakukanya” ujar chia mendeguk ludahnya.


“ooo udah biasa,tapi kok jawabnya ragu begitu...kau udah biasa tanpa orangtua disisi mu tapi mu belum terbiasa dengan hidup tak memiliki apapun bukan?”ujar ardi meragukan gadis lagi.


“tutup mulut mu ya!!!!,”


“setidaknya aku benar!”


“tau apa kamu?” ketus chia kali ini berdiri tegak pinggang dihadapan pria ini.


“kau tidak sanggup tanpa melihat orangtua mu sehari saja,dan kau juga tidak sanggup hidup miskin sehari saja… aku tau itu Karena aku sudah menilaimu dari sejak aku mulai tinggal dirumah mu.betapa menyusahkanya kau sebagai putri bin. Minta uang,buat masalah,memukuli orang dan kau hampir bunuh diri.”


“bila kau tinggal dirumah orangtua ku,berarti kau sudah melihatku selama bertahun tahun ini!” ketus chia.”dank au pura pura tidak tahu aku saja kah”ketus chia lagi.


“aku memang sering melihat mu,tapi aku tak mengenali mu karena kau berbeda sekali dengan chia yang ku kenal. Dikampus kau begitu dekil dan tak terawat,namun saat direstoran itu aku mengenali mu juga sebagai chia yang kukenal karena baumu,tapi tiba tiba aku melihat tanda dileher mu itu sama dengan putri orangtua angkatku disana lah aku sadar bahwa selama ini kamu menutupi kecantikan dan semua yang ada pada tubuhmu hanya lah kebohongna agar tak satu pun yang mau mendekati mu.. aku benar bukan?” Tanya ardi meraih tangan chia dan mengelusnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2