Memang Jodoh

Memang Jodoh
Chia aku janji akan membuat mu bahagia


__ADS_3

"mmm maaf, saya tidak mengosumsi alcohol..apakah kalian mengosumsi nya?" tanya ardi.


Tidak sekarang sudah jelas dia sangat mencurigai ku. Setelah dari rumah sakit itu pasti dia mengira aku seperti yang dikira papa nesya. Ck..


"Mmm, pernah aku dan chia sampai mabuk berat dan tidur dikolong jembatan ndak sih" ujar nesya mengingat masa lalu mereka.


Mereka diusir oleh penghuni disana dan sampai dikejar orang gila + anjing gila. Pokoknya hari itu apes benget. "Dan itu kali pertama chia minum alkohol akibat dia mengetahui pria yang dia cinta ternyata tidak memgacuhkanya...


"nesya..." chia menggeleng tak menyangka menyebutku itu.


Nesya jadi terdiam kemudian melihat ardi


“maafkan aku,chia aku harus pergi maafkan aku sudah menyita waktu kalian berdua.” Hari ini nesya datang untuk berterimaksih pada chia dan mengembalikan ATM chia yang ia temukan jatuh di ruangan rumah sakit.“aku juga minta maaf atas ketidak sopanan papaku pada mu chia,kalau begitu aku permisi”


Berat melepaskan sahabatnya namun jika dibiarkan disini mungkin gadis ini juga kehilangan kendali. Karena melihat cowok cowok tampan membuatnya kehilangan akal sehat. Chia mengantarkan nesya keluar dan ardi menunggu gadis ini.


“sory,gue enggak sengaja mengatakannya begitu” ucap nensya.


“iya gue tau,lo jaga diri baik baik ya disana,jangan lupa hubungi gue…kita harus selalu berkomunikasi ok” ujar chia manja. Begitu juga nesya. Terakhir mereka cipika cipiki kemudian nesya pun pergi.


Chia menutup pintu dengan mengomel “aku kira ada masalah apa,sampai dirinya datang seheboh dan sepanik itu.” Ucapnya bicara sendiri. Chia yang hendak kekamar tiba tiba tertahan karena deheman ardi.


Oh iya masalahnya belum selesai dengan ardi.


“apalagi yang harus kita bicarakan?” ketus gadis ini masih berdiri antara mau kekamar atau mendekati ardi.


“banyak yang harus kita bicarakan” ketus ardi.

__ADS_1


“bukankah kau menikahiku karena supaya aku tak diusir dari rumah dan kamu bisa balas budi dengan orangtua ku yang telah membesarkan mu, jadi mari hidup masing masing.” Tegas chia menjelaskan batasan dan alasan mereka menikah.


“kamu ingat,bahwa orangtua kita memberikan tugas yang sangat besar,jangan lupa tujuan pernikahan ini” ucap ardi mampu membuat gadis ini berputar dan kaki kecilnya mampu melangkahi dirinya.


“apakah semua yang kau ucapkan sebelum pernikahan itu hanya omong kosong” ucap gadis tegak pinggang di hadapan ardi.


“bila kau bisa bicara omong kosong tentang mencintai ku,kenapa tidak...aku bisa juga bicara omong kosong untuk mengejar wanita yang katanya sangat sangat mencintaiku.”tutur ardi membuat chia menganga. “aku hanya bicara omong kosong, agar kamu menjadi milik ku dengan sempurna. Dan itu sudah terjadi.” Tambah ardi memperjelaskan.


“ ardi!!”


"Salah mu sendiri mengakatan bahwa kau tak butuh perjanjian itu. Awalnya kan sudah aku tawarkan agar tidak terjadi macam macam diantara kita tapi kamu membuka ku untuk masuk tanpa hambatan. Dan kau mengumumkan kedunia bahwa aku adalah suamimu. Dengan ini berarti aku punya hak banyak atas mu. Teruma menghamilimu. Karena itu adalah tujuan pernikahan ini." tutur ardi.


kata kata itu membuat chia syok. Dengan gesit tanganya menyentuh perut langsingnya.


“aku tidak mau” teriaknya mengagetkan ardi.


“ardi bila kau berani macam macam padaku,maka kau akan menderita ardi” ketus chia kini berlari ke kamar.


Ardi pun berdiri dan menyusul chia kekamar. “ chia kita belum selesai bicara,aku ingin meneruskan pembahasan kita” ucap ardi saat sampai dikamar tersebut.


“apa lagi yang ingin kamu bicarakan dengan ku??,bukankah semua sudah jelas??"


“kenapa kamu membenciku??”Tanya ardi lagi.


Gadis ini merasa sesak nafas dengan pertanyaan aneh dan gila ardi ini.


Ia tak tahu harus jawab apa karena dirinya juga tak tahu sekarang antara membenci atau mencintai pria ini. mencintai itu tak mungkin tentu dirinya membenci pria ini. “aku tidak membencimu,tapi aku hanya tidak ingin melihat mu” jelas chia.

__ADS_1


“argument konyol apa itu” jawab ardi tak terima. Tentu siapa pula yang bisa terima begitu.


“ya itulah buktinya,jadi berhenti mengganggu ku,aku harus keluar” ucap gadis ini mengambil tas kecilnya.


“kata mama kamu tidak bisa berbelanja bahan dapur?,benarkah?” Tanya ardi menyinggung bahan dapur.


“kalau mama ku yang bilang,, berarti itu argument yang tepat bukan?” pertanyaan balik di pertanyakan. “apa kamu tidak mempercayai mama ku?,…oh ya dan maka dari itu aku ingin pembantu dirumah ini agar kamu tidak kelaparan menjadi suamiku. Kurang baik apa lagi aku.” Tutur gadis ini melihat ardi dengan sendeng.


Nanti kalau kamu kelaparan malah menyalahkan ku juga.


“lalu masakan yang sering kamu beri kepadaku waktu kuliah itu apa?” Tanya ardi membuat gadis ini menatapnya dengan sempurna.


“aku katakan, aku.hanya.tidak.bisa. berbelanja bahan dapur. Bukan.tidak.bisa. memasakkkkk oke” ketus gadis ini mengeja.


Kemudian tanpa aba aba gadis ini pun berlari kecil sehingga sampe diluar,sedangkan ardi masih terdiam.


Chia adalah gadis yang sering membuatkan masakan untuk ardi. Karena ardi sering meminta dimasakan oleh chia dan ardi juga mengasihnya uang untuk beli bahan dapur.


Masakan gadis ini sangat enak,tapi mendengar chia tak bisa melakukan segalanya membuat pria ini jadi ragu.


“apakah dia benar memasaknya,atau dia minta masakin sama pelayan.” Gumamnya dalam hati.


Perkataan chia yang tadi juga tampak meyakinkan. tidak bukan itu, gadis ini ternyata anak yang sangat manja namun didepan ku dia selalu mengatakan segalanya dirinya bisa.


Chia aku janji akan membuat mu bahagia


...****************...

__ADS_1


__ADS_2