
Seperti yang dikatakan ardi,seminggu berlalu dan ini adalah hari pertama mereka dirumah barunya. Rumah ini tak besar cuma desainya elegan. Untuk pengantin baru ini sangat cocok.
Dimeja makan.
“hari ini kamu pulang jam berapa?” ujar ardi bertanya kepada gadis yang tengah menikmati nasi goreng bikinan ardi.
“entahlah”ujar gadis ini hanya menaikan bahunya,kemudian tangannya menyesap susu kental manis yang sudah menjadi rutinitas dirinya minum setiap pagi.
“jangan pulang terlalu malam,ini adalah pertama kali kita pindah rumah”kata ardi meemperingati chia.
“seharusnya kita beres beres hari ini,bisakah kamu tunda acara mu bersama teman mu??” ujar ardi. Sebenarnya ardi sudah menduga bila gadis ini bakalan mengeluarkan kata kata yang tak sedap didengar.
“aku butuh pembantu dirumah ini”
Tidak seperti yang diduga oleh ardi,gadis ini mengatakan sebuah permintaan dengan lembut,matanya melihat ardi juga lembut . Ardi melihat chia,kemudian menaikan alisnya. Baginya agak kurang suka bila rumah yang mungil ini harus dikasih pelayan,apalagi dia hanya berdua.
“apa kamu tak setuju?” Tanya chia menaikan alisnya.
“aku rasa kita tak perlu pembantu. Rumah ini bisa kita bereskan berdua” ujar ardi menupang dagu.
“what?,berdua?, kau giiiila!”ujar chia tersenyum sinis.
“kenapa?,rumah ini hanya sebesar apartement ku,,ah nono hanya sebesar apartementmu,jadii aku rasa taak butuh pelayan, karena itu hanya bakalan ngabisin uang.” Ujar ardi menjelaskan.
“ternyata aku punya suami yang sangat pelit. Hanya untuk satu pembantu saja tak mau” ujar chia bernyanyi kemudian menyuap sarapanya.
“cepat pulang… banyak yang harus kita bereskan” ujar ardi.
“aku aja belum pergi!” ketus chia.
“kalau begitu tak usah pergi”ketus ardi menyudahi makanya.
Chia pun kesal,langsung mengambil tasnya dan pergi dari rumah itu ia pergi dengan mobil online yang dipesanya. Tiba ditempat tujuan.
Chia memasuki sebuah restoran mewah dan melambaikan tangan saat titik matanya berhenti disudut ruangan restoran. Disana ada seorang perempuan berambut cream yang juga melambaikan tangan nya.
“hallo nesya, gue kangen banget sama lo” ujar chia memeluk nesya.
Nesya juga memeluk chia dengan hangat. Mereka saling berpelukan melepaskan kerinduan selama ini.
“kenapa sih pernikahanya tak ditunda sampe gue datang gitu” ujar nesya menepuk bahu chia.
__ADS_1
“astaga,seharusnya lo yang inisiatif dong,sebelum gue nikah lo seharusnya udah datang njir”balas chia.
“suami lo tampan,parasnya oriental tubuh gagah khas atlit,alis tebal, bibirnya merah alami dan..
“cukup cukup, lo datang kesini pasti ada masalah. Tidak mungkin tidak ada masalah” ujar chia memotong ucapan nesya.
Dia pasti bakalan mengeluarkan semua kata kata yang memaparkan ardi,malas banget dengarnya. Chia menghela napas panjang. Nesya melihat gadis ikut tersenyum.
“sebenarnya aku….”nesya tampak ragu untuk menceritanya masalahnya,namun dirinya juga tak bisa memendam ini semua.
Chia yang menyadari keraguan sahabat kecilnya ini,menggeser kursinya dekat dengan nesya dan memegang tangan nesya. “bicaralah,aku teman mu” ujar chia.
“aku tak tahu ngomong dari mana, tapi ini membuat ku gila.. aku takut chia! Hiks hikshiks” akhirnya nesya nangis memeluk chia.
Semua tamu melihat keduanya dan chia tersenyum tipis sekaligus minta maaf atas kegaduhan tersebut. “sebaiknya kita cerita ditempatmu saja” ujar chia berdiri membawa nesya.
Tanpa pikir panjang mereka pun meninggalkan tempat tersebut. Mereka memasuki sebuah hotel tempat nesya menginap. Nesya sebenarnya orang timur.
Iya datang ke Negara barat waktu itu diusia 7 tahun bersama ibunya, setelah ibunya meninggal nesya kembali ke Negara timur ketempat ayahnya. Mereka berdua berteman sudah 13 tahun , bahkan chia rela ngabisin puluhan juta untuk bertemu nesya dan senag senang bersama.
“kamu baru datang?” Tanya chia saat melihat kopernya masih belum dibuka.
“aku datang malam tadi” sahut nesya membereskan barang barang yang sedikit berserakan.
Chia berjalan kebalkon dan nesya menyusul dengan membawa minuman dan sebuah benda pajang yang digenggamnya. Chia menyambut minuman itu kemudian meletakan dimeja kecil tersebut. Dan mereka duduk bersama.
Dia orangnya sangat blak blakan, bila dia ragu begini pasti ada masalaah besar yang sedang dipendamnya. “nesya, kalau kamu merasa ragu dengan ku,maka jangan cerita. Ceritalah ketika kamu sudah siap, maka aku akan dengarkan?” ujar chia tersenyum.
Nesya mengeluarkan benda pipih panjang itu dan melihatkan kepada chia. Chia melihat ini,dia tercengang,alisnya terangkat,wajahnya meminta penjelasan.
“ benda apa ini?”
Benda apa ini?,apakah dia tak tahu benda apa ini. Tentu chia selain gadis yang menyebalkan ia juga tak pernah ingin tau apa pun karena dirinya kebilang lemot dan kudep meski dilimpahi kemewahan. Bahkan gadis ini tak tahu merek apapun namun iya hanya menuntut apa yang menurutnya sangat ia sukai.
Dan lihat baju yang ia pakai saat ini, harga nya cuma 100 ribu stile dari bawah sampai atas. Namun uniknya dia tetap terlihat cantik dan elegan. Begitulah kalau pinya wajah cantik dari lahir. haha
“kau tak tau benda ini??” Tanya nesya.
Chia menggeleng dengan polosnya. Keningnya berkerut. “emang apa?,sebenarnya gue enggak mau tau sih,tapi demi lo gue akan dengarkan” ujar chia tersenyum.
“dia tidak pernah serius bagaimana mungkin gue bisa pastikan dia bisa membantu” gumam nesya dalam hati melihat chia dengan instan.
“nesya,katakan saja apa ini..siapa tau aku bisa membantu masalahmu”ujar chia meyakinkan temannya.
__ADS_1
“gue hamil chi” ujar nesya langsung dan beriring air mata gadis ini jatuh juga.
“what?,ha haa hamil?,,maksudmu perutmu ada bayi?” ujar gadis ini syok. Dan nesya mengangguk.
“aku sudah hancur.hiks hiks hiks..hancur hancur banget” rengek nesya menangis.
“kok bisa, bagaimana bisa ada bayi diperut mu?,apa yang sudah kamu lakukan sampai sampai ada itu didalam nya?” Tanya chia.
“apakah pertanyaan seperti itu harus aku jawab.?” Ujar nesya makin kejang nangisnya.
“ yaa, gue mau tau juga.” Ujar chia mengerutkan kening.
“lo Tanya sama suami lo, sekarang gue hanya butuh bantuanmu” ujar nesya.
“bantuan apa?” ucap chia.
“gue kabur dari rumah, dan semua kartu diblokir oleh papa gue.. gue enggak tau harus gimana lagi” ujar nesya mengiba.
“kenapa lo kabur?” ujar chia.
“karena gue hamil!,dan papa ingin menjodohkan gue sama anak temannya dan anak temannya itu sebenarnya adalah gay,,,, enggak kebayang sama gue bila pria itu dan keluarganya tau gue hamil bukan anaknya pasti papa gue malu banget”jelas nesya.
“berarti lo butuh uang?” ujar chia bertanya.
“iya,bolehkan gue minjam.?” Ujar nesya mengiba.
“gue hanya punya tabungan yang mungkin uangnya enggak banyak banyak amat, lo pake aja dulu.” Ujar chia mengeluarkan atmnya kemudian memberikannya kepada nesya.
“isinya 50 iuta,sorri gue hanya punya segitu” ujar chia.
“chia makasi banget,gue janji akan mengembalikan uang mu,setelah semua masalah selesai.” Ujar nesya.
“terus bagaimana dengan kehamilanmu?,siapa ayahnya? Pacarmu?” Tanya chia.
“tidak,pelangganku, tapi aku tak tahu siapa itu??” ujar nesya.
“pelanggan,maksudmu?” Tanya chia. “apa kamu menjual diri?” Tanya chia syok lagi dan lagi.
“chia, kamu harus tutup mulut okey,kalau papa aku menelepon maka katakan kalau kamu tak tahu oke” ujar nesya, “sekarang aku harus mencari tempat penginapan yang lebih murah.” Nesya buru buru pergi meinggalkan chia setelah mendapatkan uang.
“aishh,gue ditinggal begitu saja,emang anak enggak ada ahklak” ketus chia.
rasa penasaran gadis ini tak terjawab. apa yang dimaksud dengan pelanggan yang menghamilinya. Bagaimana cara dia hamil, kenapa malah menyuruh dia bertanya pada Suaminya.
__ADS_1
padahal gue mau tau,siapa tau gue juga bisa memberikan cucu buat mereka.
Bersambung