
Itulah yang ingin ku lakukan tadi, aku ingin berdamai dan memulai dari awal lagi. Tapi hati ku sangat sakit saat melihat kamu bersama dia. Batin chia.
"Chia beri aku kesempatan,aku mohon š" pria ini menyatukan kedua tanganya dan memohon untuk memberikan kesempatan.
"Aku benar benar mencintai mu, Aku tidak bisa kehilangan mu dengan begini chia." bujuk ardi memeluk gadis ini.
Chia mematung dan tak membalas pelukan itu. Tapi perkataannya lirih. "Aku tidak bisa, aku harus pulang kerumah orangtuaku. aku tidak bisa tinggal dirumah ini. Bila kamu benar benar mencintaiku maka susul aku kerumah orangtua ku" tutur gadis ini lirih dengan tatapan datar. Menatapa dinding putih dengan figura preweding mereka yang mesra.
"anggak, kita akan tinggal disini. Ini rumah satu satunya peninggalan orangtua ku.. aku harus mengurusnya dan rumah ini juga rumah mu. rumah kita" ujar ardi melepaskan chia dan melihat matanya.
"kalau begitu, jangan tahan aku pergi dari rumah ini." sahutnya. Kemudian matanya bergerak menatap ardi. "Aku harus pergi, Kita bakalan ketemu dirumah orangtua ku, atau diapartementmu atau dipengadilan. itu Seterah mu. tapi aku tidak akan tinggal dirumah ini dengan bertetanggaan dengan wanita itu" sahut chia sudah bulat keputusan nya.
"Aku sudah jual apartemen pribadiku, untuk merenovasi rumah ini. dan aku tidak punya uang lagi... Dan aku tidak mau tinggal dirumah orangtua kita." sahut ardi juga menggeleng geleng .
"Ya udah, kita bakalan bertemu dipengadilan" ketus chia mendorong ardi.
Kemudian menutup kopernya dan menurunkannya dari tempat tidur kelantai. Sedangkan dibelakang ardi meremas tanganya dan emosinya meningkat 90 derjat.
"Kepala rumah tangga disini siapa?, kau atau aku?"
Suara itu tentu bukan lagi pertanda baik, tapi itu adalah suara tekanan yang membuat susana jadi menyeramkan dan mencukam.
"Jangan membuat ku menghancurkan apa yang seharusnya tidak ku hancurkan." tekannya lagi.
Chia langsung berbalik dan melihat pria ini dengan tatapan datar bagaikan orang yang sudah dirasuki iblis kejam dan siap menyerang dirinya.
"Ardi apa yang bakalan kamu lakukan?" tanya chia pelan dan ketakutan. "Jangan macam macam,atau kau bakalan menyesal seumur hidup mu" peringatan dari chia mundur dan menjauh kemudian berlari kepintu.
__ADS_1
Namun sebelum chia menyentuh hendel pintu, ardi lebih dulu memegang nya membuat gadis ini terkejut dan mengonjak berteriak. Matanya membola sempurna,bibirnya bergemetar.
"Ardi, sadarlah...kau jangan macam macam" ketus chia mundur dan kemudian mengambil kesempatan lari ke dalam toilet. kemudian mengunci diri didalam sana dengan hisakan tangis.
Ardi pun menggedor gedor pintu dengan keras. "Chia, bukak!!!!!..chiaaaaa!!!" teriak ardi.
15 menit berlalu mereka masih terhalang oleh pintu antara ruang kamar dan ruang toilet. Pria ini mulai sedikit luluh dan sadar dengan dirinya.
aku membuat nya takut,kenapa aku harus memiliki tentramental seburuk ini ya tuhan. Istriku pasti sangat ketakutan didalam sana. batinya melihat pintu tersebut.
"Chia, bukak pintunya?,maafkan aku!,keluar yah kita akan cerita baik baik" bujuk ardi setelah merasa tenang.
"Tidak, aku tidak mau bicara dengan orang seperti mu.. pergi!!!!!!! hiks hiks hiks" teriak chia menangis tersedu sedu didalam toilet.
aku menyesal telah pernah jatuh cinta padamu, aku menyesal telah pernah memohon kepada tuhan untuk mempertemukan kita. aku menyesal melakukan apapun yang berhubungan dengan mu.. aku menyesal. Ya tuhan bisa kah semuanya diulang kembali. Aku ingin waktu diputar kembali.
"Chia aku minta maaf, aku benar benar minta maaf.. keluar lah aku tidak akan memukulmu" bujuk ardi.
"Chiaaa percayalah padaku, aku berjanji tidak akan memukul mu..aku tidak sekejam itu chia" masih membujuk berharap chia menerimanya.
"Aku tidak percaya, kamu memiliki tentramental yang buruk... kau pasti bakalan memukul ku sangat kuat. aku tidak mau keluar pokoknya.. hiks hiks hikss... aku ingin pulang aku ingin pulang.. papa mama jemput aku" rengek gadis ini memanggil orangtuanya.
"aku janji, Bila aku memukul mu maka kamu boleh memotong kedua tangan ku.."
"Tidak,suruh saja Orang tua ku menjemput ku" teriak gadis ini.
"Bila aku memukul mu kamu boleh pergi untuk selamanya... atau kamu bisa mempenjarakan aku... aku mohon chi bukak pintunya jangan menangis didalam sana."bujuk ardi masih mengendalikan diri sebelum kesabaran habis kembali dan bisa jadi dirinya akan mendobrak pintu sangat keras.
__ADS_1
Chia perlahan berdiri antara membuka atau tetap bertahan. "Jauh jauh kamu dari pintu!!!" teriaknya memperingati Ardi.
"Baik, Segera keluar dari dalam" Ardi mundur 3 langkah secara beraturan.
Chia dengan tangan gemetar memutar kunci dan memegang handle pintu Kemudian menariknya. Iya berdiri di depan pintu itu dengan wajah yang sudah sembab karena menangis dari.
"Jangan mendekatiku!" titah Cia menunjuki Ardi agar tidak mendekatinya. Gadis ini melangkahkan kakinya satu persatu untuk keudut ruangan yang disitu ada meja rias.
"Aku minta maaf, sudah membuat mu takut...aku benar benar menyesal Chia. " Ardi mengucapkannya dengan tulus permintaan maaf karena sudah berani membuat gadis ini ketakutan.
'' Aku ingin kita bicara, Mari bicara baik-baik... Aku tidak ingin ada kesalahan di antara kita." Ardi berusaha untuk menenangkan dia dan dan berusaha untuk membuat Cia mempercayainya dan mendekat tanpa rasa takut.
" Aku tidak ingin banyak bicara denganmu, Aku hanya ingin pulang ke rumah orang tuaku... Aku tidak ingin tinggal di rumah ini. rumah ini nggak cocok untuk aku. Ardi kau memiliki sifat yang tentramental dan tak terkendalikan jadi tak seharusnya kau memiliki pasangan hidup karena kau bakalan menyakiti orang itu hanya karena kemarahan mu sendiri.'' tutur Chia menceloteh Disudut ruangan itu.
"Mengerti lah, Chia kenapa kamu berubah begini?, aku salah apa padamu selama ini?,,, Apakah aku tidak bisa bertemu chia yang lembut periang...mana chia yang ku kenal dulu." benar saja, barusan saja pria ini tenang kemudian mengamuk lagi hanya karena mendengar kata-kata Cia.
'' aku yang Kamu kenal dulu, dia sudah mati lama.. Dia sudah mati saat kau tidak Mencintainya. Kau kehilanganku di saat kau membiarkanku terluka di hari itu. aku yang mencintaimu dulu itu sudah mati. aku sudah mati.!!!!" bentak dia menangis kembali. ia mengatakan bahwa dirinya sudah mati lama di saat dirinya terluka lalu dicampakkan oleh Ardi di hari itu.
" kamu selalu mengulang kata-kata itu, kamu selalu menyalahkanku atas semua yang terjadi di masa lalu...!!! semua yang kamu bicarakan itu tidak ada satupun yang aku mengerti⦠tidak ada satupun yang aku pahami⦠dan tidak ada satupun yang aku tahu" ketus pria ini.
Ardi suaranya turun naik terkadang keras dan terkadang lambat terkadang emosi terkadang rendah. dia benar-benar tidak konsisten mengatur nada suaranya akibat Dilema antara marah bersalah dan takut.
Takut menyakiti perasaan wanita yang ada di hadapannya ini. Namun semua tuduhan yang diberikan oleh wanita ini juga tidak mampu menerimanya. karena semua tuduhan itu satupun tidak ada yang dia mengerti.
Entah apa salahnya di masa lalu sehingga membuat wanita ini begitu membencinya, sekali aja andai wanita ini mau menjelaskan Apa kesalahannya Mungkin dia akan berusaha mengerti. Namun wanita ini sepertinya tidak akan mengatakan Apa kesalahannya kecuali hanya bakalan menuduh menuduh dan menuduh.
'' kau tidak akan pernah mengerti apa yang terjadi masa lalu, karena kau bukanlah pria yang peduli dengan ku. Kau hanya peduli dengan wanita itu kau hanya Takut hidupnya kenapa-napa. kau mengatakan kau tidak mencintainya tapi tingkahmu mengatakan bahwa kau Mencintainya!!!!!!" pekik dia menunjuk Ardi dengan tangan kirinya.
__ADS_1
" kalau begitu katakan, apa kesalahanku sehingga kamu membenciku... hari apa? hari itu? apa hari-hari apa yang kau bilang?... Katakan padaku agar aku bisa mengerti dan aku bisa memperbaiki semua kesalahanku''
...****************...