
Malam tiba, di restoran pasangan paling terkenal di kota A.
Kegembiraan Karen Adnan hampir tak bisa dikendalikan ketika melihat restoran pasangan yang telah dipesan.
Hari ini adalah perayaan tiga tahun ia dan Nicholas Tjandra - pacarnya - kenalan. Dia memesan restoran pasangan ini khusus untuknya, jangan-jangan ingin….
Jantung Karen berdebar lebih cepat ketika memikirkan kemungkinan itu. Setelah tiga tahun pacaran, memang sudah waktunya memasuki jenjang yang lebih serius.
Ia dibawa ke tengah restoran oleh pelayan. Nicholas sudah duduk di sana. Ketika melihat dia datang, seberkas cahaya melintas di matanya. Ia bangkit lalu menarik kursi untuknya. “Akhirnya kamu datang, Karen.”
Wajah Karena masih terasa panas. Untungnya, semua lampu di restoran dimatikan dan hanya menyisakan dua cahaya lilin untuk suasana romantis. Cahaya gelap membuat orang lain tidak bisa melihat rona merah di wajahnya, tentu juga membuatnya tidak dapat melihat ekspresi gelap di wajah Nicholas.
Ia duduk, melihat makan malam di depannya dan mengernyit pelan. Makanan-makanan ini bukan makanan kesukaannya. Seharusnya Nicholas tidak melakukan kesalahan sesepele ini.
Tapi, malam ini dia terlalu gembira sehingga mengabaikan keanehan itu.
Nicholas menuangkan segelas anggur merah untuknya, lalu meletakkannya di depan Karen dan berkata dengan lembut, “Karen, setelah minum anggur ini, aku akan memberitahumu sebuah berita penting.”
Jantung Karen berdetak lebih cepat. Berita penting. Dia benar-benar ingin melakukan ini?
Ia mengambil gelas anggur di depan, menyesapnya kemudian melihat ke arah Nicholas.
Nicholas masih tersenyum lembut dan menatap Karen dalam. Suaranya terdengar lebih lembut lagi. “Ayo, habiskan.”
Dengan wajah merona, Karen menghabiskan anggur merah.
Kilat gelap melintas di mata Nicholas ketika melihat anggur merah yang sudah habis diminum.
__ADS_1
Karen tidak menyadarinya. Dia menatap Nicholas dengan penuh harap. “Kak Tjandra, berita penting apa yang ingin kamu beritahukan padaku? Kamu boleh mengatakannya sekarang.”
Sebelum Nicholas membuka mulut, sebuah suara yang lembut terdengar. “Tidak perlu Kakak Tjandra yang mengatakannya, sebaiknya biarkan aku yang memberitahumu.”
Karen tidak menduga masih ada orang lain di restoran yang sudah dikosongkan. Dia menoleh dengan terkejut, kemudian mendapati seseorang yang bertubuh molek dalam balutan gaun merah panjang, berjalan ke sini. Itu Nina Adnan!
Firasat buruk muncul di hati Karen. Tatapannya menyapu Nicholas dan Nina. Kapan mereka berdua saling kenal?
Nina tiba di depan mereka dalam beberapa langkah. Di depan Karen, dia duduk di pangkuan Nicholas, memeluk lehernya lalu mengecupnya, sebelum memandang ke arah Karen dengan alis terangkat. “Berita penting yang akan Kakak Tjandra beritahukan adalah, dia akan bertunangan denganku!”
“Apa!” Karen menatap Nina dan Nicholas dengan syok. Nicholas jelas-jelas tahu bahwa Nina dan ibunya membunuh ibu Karen dan menggantikan posisinya. Kenapa dia masih bisa berhubungan dengan Nina?
Melihat ekspresi syok Karen, Nina semakin senang. Dia menyapu meja makan, memeluk leher Nicholas lalu mencium lagi rahangnya. “Kamu sangat baik padaku, Kakak Tjandra. Semua makanan yang dipesan adalah makanan kesukaanku.”
Karen merasa syok. Jangan-jangan apa yang Nina katakan memang benar? Dia menatap Nicholas. “Nicholas, aku tidak memercayai kata-katanya. Aku mau kamu yang memberitahuku!”
Hati Karen gemetar. Apa maksud Nina?
Sambil tersenyum, Nina menatap Karen dan berkata, “Tampaknya Kakak tidak tahu, kalau begitu biarkan aku jelaskan padamu. Aku dan Kakak Tjandra sudah saling mencintai sejak lama, tapi karena statusku, dia mengorbankan diri untuk menyanjungmu agar aku memasuki keluarga Adnan dan mendapat status yang sah.”
Karen tidak memercayainya, namun apa yang Nina katakan memang sejalan dengan apa yang Nicholas lakukan biasanya. Secara tersirat, dia selalu memintanya untuk menyuruh Nina kembali ke keluarga Adnan. Rupanya karena ini!
Karen mengambil tasnya dan memelototi kedua orang yang berpelukan. “Kalian tunggu saja, aku tidak akan membiarkan rencana kalian berhasil!”
“Kakak, bukankah sudah terlambat kamu mengatakan ini sekarang? Apa kamu tidak merasakan kejanggalan dari tubuhmu?” ucap Nina jahat.
Begitu diingatkan, Karen seketika merasa keempat tungkainya mulai tidak bertenaga. Dia membelalakkan mata dengan syok.
__ADS_1
Anggur merah itu!
Saat ini Nicholas yang sejak tadi diam, membuka mulut. Tatapan dalamnya menatap Karen. “Karen, bantu aku dan Nina lagi kali ini. Aku akan membalasmu setelahnya.”
Karen bertopang pada kursi, dan menatap Nicholas dengan waspada. “Apa yang ingin kalian lakukan?”
Nina memandang Karen sambil tersenyum, lalu sengaja berkata dengan lembut, “Kakak, aku tidak sengaja menyinggung seseorang yang mengerikan. Orang itu memintaku untuk menemaninya agar bisa melepaskanku. Tapi aku akan segera menikahi Kakak Tjandra, bagaimana boleh melakukan hal yang menyakitinya? Jadi, kami hanya bisa merepotkanmu.”
Mata Karen terbelalak. Mereka… mereka ingin mengantarnya ke tempat tidur orang lain!
Dia memelototi Nicholas dengan tajam. “Nicholas, aku peringatkan, aku tidak akan melepaskanmu jika kamu berani melakukannya!”
Ada rasa tidak tega di mata Nicholas, namun setelah Nina mengingatkan, dia menguatkan tatapannya lagi. “Pergilah, Karen. Aku akan bertanggung jawab atas sisa hidupmu. Anggaplah kali ini sebagai imbalan yang aku minta darimu selama tiga tahun terakhir.”
Karen memejamkan mata dengan terluka. Anggap sebagai imbalan dari tiga tahun terakhir? Apakah hanya dia yang mengorbankan waktu selama tiga tahun? Apakah tiga tahunnya yang terbuang bukan waktu? Dia bisa meminta imbalan darinya, lalu kepada siapa ia bisa meminta?
Ia ingin pergi, namun efek obat sudah bekerja sehingga ia jatuh ke lantai.
Nina dengan tidak sabar membantu Karen berdiri, lalu berkata kepada Nicholas. “Kakak Tjandra, aku antar Kakak ke mobil dan segera kembali menemanimu.”
Nina memindahkan Karen ke atas mobil, kemudian berkata kepada pengemudi di dalam. “Kamu tahu harus mengantar ke mana, kan?”
“Aku akan mengantarnya sampai ke tempat tujuan, Nona Adnan.”
Nina mengangguk sambil tersenyum, kemudian menepuk wajah Karen dan berkata dengan jahat, “Kakakku yang baik, kamu harus menikmati orang yang aku siapkan untukmu agar tidak menyia-nyiakan obat yang aku pilih secara khusus - hanya membuat tubuhmu tidak dapat bergerak, tapi masih bisa merasakan.”
Karen ingin menampar Nina, namun alih-alih melakukan tindakan sesulit itu, ia bahkan tidak bisa membuka kelopak matanya sekarang.
__ADS_1
Nina, Nicholas, kalian tunggu saja! Aku akan kembali untuk membalas dendam!