Memanjakan Istri Cantik: Goda Pelan-Pelan, Tuan Muda Hamzah

Memanjakan Istri Cantik: Goda Pelan-Pelan, Tuan Muda Hamzah
Bab 5: Memenuhi Permintaanmu


__ADS_3

Gabriel menyadari bahwa ekspresinya mungkin terlalu jelas, jadi dia berdeham lalu kembali serius.


Dia melihat Karen sekilas kemudian berkata dengan datar, “Karena itu buatanmu, berarti kamu memang berpikir demikian. Aku akan memenuhi permintaanmu kalau begitu.”


Karen ingin menangis. Permintaan apa? Ia tidak tahu apa-apa! Tapi melihat ekspresi pria itu, sepertinya bukan permintaan buruk?


Ia menatap Gabriel dengan tatapan tak berdaya dan bertanya dengan hati-hati, “Hm, Pak Hamzah, permintaan yang aku ajukan itu sudah agak lama, jadi aku sudah melupakannya. Bisakah kamu katakan apa permintaannya?”


Gabriel tertegun, tatapannya yang dalam menyapu Karen, seolah memastikan kebenaran kata-katanya, kemudian dia mengangguk kecil dan berkata, “Hanya mengajukan permintaan untuk tinggal di rumahku. Aku rasa ini diperlukan karena kamu akan mendesain tempat tinggalku dan anak.”


Karen termenung, tinggal di rumah Gabriel? Memang ada desainer yang melakukan ini demi mengetahui kesukaan majikan, tidak ada masalah.


Tapi….


Akankah Nina begitu baik? Karen sama sekali tidak percaya, tapi ekspresi Gabriel tampak serius. Jangan-jangan Nina sudah berubah?


Karen hanya bisa menyimpulkannya seperti itu setelah berpikir.


“Kenapa? Kamu tidak bersedia?” tanya Gabriel, melihat Karen tenggelam dalam pikirannya.


Karen menggeleng sambil berkata, “Tidak, tidak, tidak, aku hanya terlalu senang sehingga tidak tahu harus mengatakan apa.”


Bibir tipis Gabriel tidak bisa menahan diri untuk tidak terangkat. Dia berkata dengan suara rendah, “Kalau begitu, ayo kita tanda tangani kontrak.”


Dia sudah mengirim kontrak yang baru direvisi ke sekretaris. Sesaat kemudian, sekretaris masuk membawa kontrak yang baru saja dicetak.


Karen membalik kontrak dan menemukan bahwa persyaratan kontrak sangat banyak, tetapi ada satu.


“Pak Hamzah, aku harus tinggal di rumahmu selama setengah tahun?” tanyanya dengan sudut bibir berkedut ketika melihat syarat yang sengaja diperbesar. Desain tidak memerlukan waktu sepanjang itu. Selain itu, di sini dikatakan bahwa ia melanggar kontrak jika tinggal kurang dari setengah tahun. Kenapa ia merasa ini seperti sebuah jebakan?


Gabriel mengangkat alis. Dia berkata dengan nada yang sangat ringan dan nada negosiasi, “Jika menurutmu kurang, boleh menambahkan.”

__ADS_1


“Tidak, tidak, tidak, tidak perlu. Aku hanya merasa waktunya agak panjang, satu bulan seharusnya sudah cukup.” Karen mengucapkan pendapatnya.


“Satu bulan?” Suara Gabriel tiba-tiba menjadi bahaya. Dia berkata dengan suara dalam, “Karya tulus seperti apa yang bisa kamu lakukan dalam satu bulan?”


Karen berpikir, benar juga. Mendesain untuk Grup Hamzah akan menjadi bagian cemerlang dalam CV-nya kelak, tidak boleh sembarangan. Setengah tahun, maka setengah tahun. Tidak terburu-buru baru bisa menghasilkan karya sempurna. Ia akan merancang desain terbaik, lebih bagus lagi jika itu bisa menjadi karya perwakilannya!


Ia tersenyum kepada Gabriel dan berkata, “Oke, kalau begitu aku mungkin akan mengganggu Pak Hamzah untuk setengah tahun ke depannya.”


“Tidak masalah.” Gabriel memicingkan mata lalu mengulurkan tangan kepada Karen. “Semoga kerja sama kita menyenangkan.”


Tanpa berpikir banyak, Karen pun menjabat tangannya. “Semoga kerja sama kita menyenangkan.”


Selesai melakukan hal ini, Gabriel menyuruh Karen kembali untuk berkemas dan pindah ke tempat tinggalnya dalam minggu ini.


Karen menghitung waktu, seharusnya cukup untuk menyelesaikan banyak hal, lantas ia mengangguk.


Tak lama setelah Karen pergi, Gavin yang menerima kabar langsung kemari. Dia memandang Gabriel yang duduk di kursi utama. “Kak, aku dengar, wanita itu melamar sebagai desainer?”


Gabriel hanya mengangguk tanpa meliriknya.


Jarang-jarang Gabriel tidak membantah Gavin. Dia membuka sampel desain dan melihatnya sekali lagi. Triknya memang cukup imut.


“Oh ya, Kak, kamu tidak menuruti permintaannya, kan?” Gavin lanjut berkata, “Kak, kamu tidak boleh menyetujuinya, kalau tidak dia akan ngelunjak.”


Gabriel berkata dengan datar, “Aku sudah melihat desainnya dan sangat sesuai. Dia yang akan mendesain.”


Apa? Kakaknya sudah menyetujui! Namun, sebelum ia menasihati, Gabriel telah mengemaskan barang dan hendak pulang.


Dia mengabaikan panggilan Gavin, langsung meninggalkan kantor. Bagaimanapun, Karen akan segera pindah ke rumahnya, dia harus membereskan sebuah kamar untuknya.


Gavin melihat kakaknya yang tidak biasa, dan merasakan rasa frustasi yang mendalam. Ia kembali ke kantornya dengan kesal, lalu memerintah seseorang untuk mengirimkan sampel desain Karen. Ia akan melihat desain seperti apa yang bisa menakhlukkan kakaknya!

__ADS_1


Tapi, apa yang ia lihat!


Sampel desain seperti coretan anak TK yang hampir tidak bisa dilihat sebagai rumah. Kakaknya sebuta apa sehingga merasa ini sangat sesuai?


Ke mana kakaknya yang suka mencari kesalahan orang lain!


Gavin merasa kakaknya dalam bahaya. Dia jelas sudah tergoda oleh wanita itu. Berdasarkan karakter kakaknya yang tidak punya pengalaman tentang wanita, bukankah dia akan dipermainkan oleh wanita licik itu?


Ia mempercepat kecepatan membalik halaman, dan seketika membelalakkan mata ketika melihat halaman terakhir, kemudian wajahnya memerah. Pantas saja dia lolos dari kakaknya, ternyata karena ini!


Ia menutup laptop. Tidak bisa, ia harus menyelamatkan kakaknya dari tangan wanita licik itu!


Karen masih mengira sampel desain tersebut lumayan bagus. Ditambah ia pernah membantu bakpao kecil sehingga Gabriel memberinya kesempatan untuk mendesain. Jadi, ekspresinya tampak aneh ketika melihat Nina saat sekretaris membawanya kembali ke ruang tunggu.


Nina pun melihat Karen yang menatapnya. Ia tersenyum, apakah ini saatnya? Reputasi Karen akan hancur. Memikirkan adegan yang akan segera ia saksikan, tangannya terkepal saking bersemangatnya.


Tapi….


Sekretaris berkata kepada semua orang yang masih menunggu di ruang tunggu, “Maaf semuanya, Grup Hamzah telah menerima desain Nona Karen. Kami minta maaf sedalam-dalamnya karena membuat kalian datang sia-sia.”


Nina: “....” Apa! Ia tidak salah dengar, kan? Grup Hamzah menerima Karen? Bagaimana mungkin!


Karen memperhatikan ekspresi Nina, sudut bibirnya terangkat. Ia berjalan ke sisinya, mengambil barang bawaannya, kemudian membisik padanya ketika mencondongkan tubuh. “Terima kasih telah menyiapkan sampel desain itu untukku. Kalau bukan karena sampel desain itu, aku mungkin tidak bisa mendapatkan pekerjaan ini.”


Nina yang rencananya gagal, membelalakkan mata dengan marah. Dia menatap Karen lekat. Dia jelas sudah mencari tahu bahwa Gabriel tidak menyukai wanita. Kenapa pria itu masih menerimanya setelah melihat CV tersebut?


Jangan-jangan….


Ada yang salah dengan informasinya. Sebenarnya Gabriel menyukai wanita!


Seketika, Nina merasa dirinya seperti menelan kotoran anjing. Jelas-jelas ingin merusak reputasi Karen, tapi malah membantunya mendekati Gabriel. Apa yang harus ia lakukan?

__ADS_1


Gabriel adalah orang yang hanya bisa ia dan Nicholas lihat!


Tidak bisa, ia harus membuat Gabriel melihat wajah Karen yang sesungguhnya, kemudian membencinya!


__ADS_2