
Lima tahun kemudian.
Karen sudah pulang negeri selama setengah tahun. Lima tahun yang lalu, dia menerima pukulan yang sangat besar, dan keluarga Adnan langsung mengirimnya ke luar negeri. Dia sadar satu tahun kemudian. Dokter bilang, dia terbangun karena kematian bayi yang dia lahirkan merangsangnya.
Dia hanya ingin kembali dan membuat Nina dan Nicholas membayar apa yang mereka lakukan padanya. Oleh karena itu, dia belajar gila-gilaan. Hanya butuh tiga setengah tahun untuk memperoleh nilai penuh, lalu pulang ke negeri asalnya.
Namun, di keluarga Adnan sudah tidak ada tempat untuknya. Tapi itu bukan masalah. Sekarang, dia bisa mengandalkan kekuatan sendiri untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya!
“Kak Daniel, desain kali ini seharusnya bisa didapatkan, kan?” Dia belajar desain di luar negeri. Karena gurunya adalah seorang desainer terkenal, dia sama sekali tidak mengkhawatirkan keterampilannya. Tapi….
“Karen, jujurlah padaku, apakah kamu menyinggung seseorang yang tidak seharusnya?” tanya Jack Daniel dengan heran. Dengan bakat desain Karen, seharusnya dia sudah berkembang pesat. Tapi faktanya, dia masih seorang pendatang baru yang kurang dikenal sekarang.
Karen mengernyit ketika mendengar itu. Ia teringat Nina. Setelah mengetahui bahwa ia belajar desain, dia pun belajar dengan tidak sabar. Tentu saja untuk mengalahkannya.
Ia berkata dengan lembut, “Apa kamu tidak tahu bagaimana kondisiku? Aku baru kembali selama setengah tahun, bagaimana bisa menyinggung orang?”
“Kalau begitu benar-benar aneh. Kenapa sampel desainmu selalu dikirim balik?” tutur Kak Daniel bingung.
Berjalan di jalan setapak taman, Karen melihat pemandangan tenang di sekitar, lalu berkata dengan suara pelan, “Kak Daniel, bisakah kamu memberiku sebuah pesanan? Kamu juga tahu, aku benar-benar akan mati kelaparan jika masih tidak membuka.”
Jack mendengung, sepertinya sedang membalik dokumen. Dia terdiam sejenak sebelum berkata, “Di sini ada sebuah pesanan besar. Majikan tidak puas dengan semua desain. Maukah kamu mencobanya?”
Karen tentu tidak akan melepaskan kesempatan sebagus ini. Dia berkata, “Tentu saja mau. Terima kasih, Kak Daniel.”
“Jangan berterima kasih padaku terlalu awal. Kamu harus tahu bahwa ini desain vila Gabriel Hamzah - Presdir Grup Hamzah. Kamu akan sial jika tidak melakukannya dengan baik. Kalau itu terjadi, jangan menangis padaku,” tukas Jack, berlebihan.
Gabriel? Karen pernah mendengar tentangnya. Itu adalah pemuda berbakat terkenal yang telah mencapai puncak daftar orang kaya di dunia pada usia kurang 30 tahun, keberadaan nomor satu dalam daftar perempuan. Brondong pun bukan lawannya.
Karen agak ragu. Jika Gabriel tidak menyukai desainnya, maka reputasi desainnya pasti akan hancur. Pada saat itu, akan lebih sulit untuk bangkit kembali daripada sekarang.
__ADS_1
Tapi….
Ini juga sebuah kesempatan. Selama desainnya memperoleh pengakuan dari Gabriel, maka dia akan menjadi terkenal. Pada saat itu, marah sekalipun, Nina hanya bisa melihatnya bangkit dan mengambil kembali semua miliknya!
Karen mengangguk lalu berkata, “Aku tahu laba dan ruginya, Kak Daniel. Aku akan mempertimbangkannya baik-baik. Kamu kirimkan saja semua informasinya padaku.”
Setelah menerima informasi yang dikirim Jack, Karen menemukan bangku di tepi sungai lalu duduk untuk membacanya.
“Plung!”
Ia baru membaca satu halaman dan hendak membaliknya ketika suara benda jatuh ke air terdengar.
Ia menoleh dan melihat seorang anak kecil putih bersih yang berdiri di tepi, mengulurkan tangan dengan cemas, ingin menjangkau anjing kecil yang jatuh ke sungai.
Melihat si anak kecil ingin menceburkan diri ke sungai, ia tidak bisa bergeming, tapi langsung berjalan ke sana dan menarik bakpao kecil yang ingin melompat ke sungai untuk menangkap anjing.
Bakpao kecil tampak imut. Kedua matanya menatap Karen tanpa bersuara, hanya memalingkan wajah.
Karen tersenyum melihat itu. Dia mengulurkan tangan untuk mengelus kepala bakpao kecil. “Tenang, Tante akan membantumu menyelamatkan si anjing kecil.”
Usai berbicara, dia mengernyit ketika melihat anjing kecil yang terdorong kian jauh dari daratan. Dia masih sedikit takut air. Bagaimanapun, dia didorong ke dalam air dan hampir mati tenggelam ketika sadar kala itu.
Tapi karena sudah berjanji kepada anak itu, dia tidak boleh mengingkarinya. Setelah melakukan persiapan mental, dia melompat ke dalam sungai.
Untungnya, dia pernah belajar berenang ketika kecil. Empat tahun tidak menyentuh air sekalipun, tubuhnya masih mengingat. Dia berenang ke dekat anjing kecil, kemudian membawanya ke daratan.
Namun, ketika tiba di daratan, anjing kecil melompat dengan cemas, dan Karen tersedak karena kekuatan mendadaknya.
Ketakutan akan kehabisan nafas di air tiba-tiba menyerang. Dia meronta-meronta dan akibatnya adalah tersedak beberapa kali lagi.
__ADS_1
Di tepi sungai, kedua mata bakpao kecil - yang menggendong anjingnya - menyusut ketakutan melihat Karen yang tiba-tiba meronta. Dia berbalik dan melihat pria tinggi yang berjalan ke sini, lantas dia berlari ke sana dan menarik sang pria ke tepi sungai.
Dia menunjuk permukaan sungai yang masih ada pergerakan, kemudian berkata dengan singkat, “Tolong!”
Karen tersedak beberapa kali. Ketika dia mengira dirinya akan mati tenggelam, sebuah tangan besar yang ramping terulur dan menariknya.
Dia memaksa matanya untuk terbuka, kemudian melihat sesosok tinggi menariknya dari air. Pria itu tampan dan seperti dewa yang turun ke bumi di bawah cahaya.
Setelah mengetahui dirinya diselamatkan, Karen akhirnya menghela nafas lega lalu pingsan.
Pada saat yang sama, di vila keluarga Adnan.
“Kak Nina, tadi aku mendapat kabar dari Jack bahwa si ****** Karen ingin mencoba pesanan Grup Hamzah.”
Nina tersenyum jahat. Dia mencecap teh merah di mulutnya sebelum tersenyum dan berkata, “Bukankah ini dalam rencana kita?”
Dia sudah mengawasinya sejak Karen kembali, dan menggunakan relasi untuk membuatnya tidak memiliki pekerjaan. Tujuannya adalah, mendesaknya agar menerima pesanan ini.
Matanya memicing bahaya. Dia meletakkan cangkir teh merah di tangan, kemudian berkata, “Semuanya sudah siap?”
Nina telah lama berencana untuk mengganti desain yang akan dia ajukan sebelum Karen siap. Pada saat itu, dia dapat 100% yakin bahwa Karen akan dihina Grup Hamzah. Tidak ada satu pun desainer yang dapat bergelut di Indonesia setelah dihina Grup Hamzah.
Pada saat itu, Karen si wanita menyebalkan itu seharusnya bisa keluar dari pandangannya, kan.
“Tenang, Kak Nina, semuanya sudah siap.”
Nina tersenyum penuh kemenangan. Dia melirik wanita yang bersikap hormat padanya. “Tenang, setelah Karen pergi, kamu akan menjadi desainer tetap satu-satunya.”
“Terima kasih, Kak Nina. Aku akan memastikan tidak terjadi kesalahan!”
__ADS_1