
Setelah rintangan pertama berhasil dilewati, Pratama mulai berlari terus mencari jalan untuk bisa segera melewati labirin itu.
"Hah..hah..aku sudah sejauh ini,
tapi masih belum terlihat jalan keluarnya" kata Pratama yang kecapean berlari terus menerus mencari jalan.
disaat Pratama sedang istirahat tiba-tiba ada yang datang dari depan dengan menepuk tangannya.
"Heh? luar biasa kau bisa lolos sampai
disini "kata murid kelas 2 yang sambil tepuk tangan.
"***Hei! para penonton sekalian! saatnya
menyaksikan tantangan kedua!
yaitu?! melawan kakak kelas mereka!
yang pernah mengikuti acara ini tahun lalu***!" kata pembawa acara yang juga penasaran hasil dari pertarungan mereka.
"A..apa? murid kelas 2?
Baiklah akan kubuktikan kalau aku layak
menjadi seorang pemenang."kata Pratama yang mulai semangat kembali.
"Hum? hei kau! kalau kau bisa
mengalahkanku, akan kuberi tahu dimana
pintu keluarnya..
tapi kalau kau kalah, kau tereliminasi
gimana? "kata seorang murid laki-laki yang akan dilawan Pratama.
"Huh.. sombong sekali dia..
Baiklah kuterima tantanganmu!.kata Pratama.
"Baiklah kalau begitu!
__ADS_1
jangan menangis yah? "kata lawan Pratama.
"Kalau begitu kita buktikan saja.."kata Pratama yang memperlihatkan kekuatan anginnya, dengan menyelimuti dirinya.
"Ho..ho..jadi roh angin yah kalau begitu
akan keperlihatkan kekuatan absolutku." kata lawan Pratama.
"Pedang cahaya! "kata lawan Pratama yang membentuk pedang cahaya dari tangannya.
"Pedang cahaya? jangan meremehkanku aku juga punya loh.
Pedang angin! "kata Pratama yang juga mengeluarkan pedang anginnya.
"Wah! pertarungan yang menegangkan
akan terjadi!
antara Pratama VS Zaro ! "kata pembawa acara dan diiringi suara para penonton yang meriah.
"Kau hebat juga, bisa sampai ditingkat ini " kata Zaro .
"Makasih pujiannya kak senior.
ini berkat latihan dan pelajaran yang
kujalani selama satu bulan ini."kata Pratama yang mulai serius.
"Hum? mari kita mulai."kata Zaro.
Pratama pun langsung melesat menyerang Zaro dengan pedang anginnya, begitupun dengan Zaro yang juga maju dengan kecepatan yang luar biasa.
mereka berdua pun terus menerus beradu pedang tanpa henti,
sampai tembok-tembok labirin hampir hancur.
"Heh? kau boleh juga junior.."kata Zaro sambil menahan serangan Pratama.
"Hehe kau juga kak senior "kata Pratama yang membalas ucapan Zaro.
Pratama dan Zaro terus menerus bertarung kesana kemari, bahkan hampir semua penonton tidak bisa melihat dengan jelas pertarungan mereka.
"***Wao! pertarungan mereka sangat luar
biasa!
__ADS_1
sangat hebat dan sangat cepat!
bahkan sampai membuat kita semua, tidak
bisa melihat pertarungan mereka dengan
jelas!
luar biasa***! "kata pembawa acara yang takjub melihat pertarungan mereka berdua.
dan pada akhirnya mereka berdua terpental kebelakang dimasing-masing tempat.
"Hah..hah..hah.. kau lumayan juga"kata Zaro yang mulai kelelahan.
"Hah..hah..hah.. kau juga lumayan senior " kata Pratama yang juga mulai kelelahan.
"Begini saja, kita gunakan seluruh kekuatan kita, untuk menentukan
hasilnya.
Gimana? "kata Zaro.
"Baiklah ide bagus kita akhiri ini Dengan
satu serangan."kata Pratama yang bangkit kembali.
Mereka berdua mengeluarkan kekuatan yang luar biasa, kekuatan penuh.
"Wah! menakjubkan kali ini mereka akan
habis-habisan!
siapakah yang akan bertahan?
Ayo kita saksikan pertarungan mereka
berdua antara Pratama dan Zaro! "kata pembawa acara.
penontonpun makin meriah melihat pertarungan mereka berdua.
Pratama pun mulai bersiap untuk menyerang,
begitupun dengan Zaro.
__ADS_1
Siapakah yang akan bertahan?
Pratama dengan kekuatan pedang anginnya atau Zaro dengan kekuatan pedang cahayanya?