
Pratama, Ayato dan Renji berjuang keras melawannya namun Rojer terlalu kuat tapi tiba-tiba Yuni muncul dan menyelamatkan Pratama.
"Dia bilang dia tidak akan pernah menyerah?!"ucap Yuni yang merasa khawatir
"Oh jadi selanjutnya kau ya?
Coba sedikit hiburlah aku"
"Pratama, ayato dan Renji!
Semuanya bisa dikalahkan semudah itu, sekuat apa sebenarnya orang itu?"
Tiba-tiba Pratama bangkit ingin menyerang kembali.
"Hei bodoh kau sudah terluka parah, apa kau belum mau meminta bantuan?"ucap dari sisi kegelapan Pratama.
"Belum aku harus membuatnya melemah walaupun sedikit setelah itu kau yang ambil alih, aku masih bisa bertarung"
"Masih belum, haaaa!"
"Pecundang itu enyah saja!"
Tak ... Tak ... Tak ... Tak ...
Pratama langsung terpental dengan pukulan Rojer.
"Pratama! gelembung air!
Huf untung masih sempat kuselamatkan"ucap Yuni.
"Aku ingin menyembuhkan mereka semua tapi aku ragu apakah orang itu akan membiarkanku menyelesaikan penyembuhan mereka?"
"Hei, bocah akan kubantu kau, kau sembuhkan mereka aku akan melawannya untuk mengulur waktu" ucap agen khusus yang terluka saat melawan Rojer.
"Baik"
Agen khusus pun menyerang Rojer terus menerus tapi sayangnya dia bukanlah tandingan Rojer yang semakin marah dan membuatnya kehilangan satu tangan dan satu kakinya.
Lalu Rojer mengangkat tubuh agen khusus itu dengan tinggi dan mencekiknya.
"Tidak mungkin dia kalah semudah itu?"
"Bagiku kalian ini hanyalah sebagai permainan saja"
"Sekarang kalian tak bisa bicara omong kosong lagi, kalian semua akan merasakan apa itu kematian" ucap Rojer yang terus mencekik orang itu.
"Lepaskan dia!" ucap Yuni yang sedikit ketakutan.
"Kau pikir bisa menghentikan ku hanya dengan kata-kata saja?"
"Aku harus menyerangnya kalau tidak orang itu akan mati, tapi memangnya seranganku akan mempan pada orang seperti dia?"ucap Yuni yang masih ragu.
__ADS_1
"Sudah selesai bicaranya?
Kalau begitu lihat saja dari sana bocah"
Rojer pun melanjutkan mencekik orang itu.
"Aku harus menyerang penjahat itu atau aku akan menyesalinya"
Yuni pun mulai memfokuskan kekuatannya yang luar biasa.
"Akan kukatakan lagi lepaskan orang itu!"ucap Yuni yang sangat marah.
"Kekuatan macam apa ini kuat sekali?"ucap Rojer yang terkejut saat melihat kekuatan Yuni.
"Kenangan ku dengan pratama dan teman-temanku akan menghilang jika aku tidak bertindak sekarang"ucap Yuni yang terus memfokuskan kekuatannya.
"Bocah, kau keturunan bangsawan yah?"
"**Kalau iya memangnya kenapa?
Hal seperti itu tidak ada hubungannya!
Aku murid SMA dan teman-temanku.
Beraninya kau melukai teman-teman yang berharga bagiku"
"**Begitu yah.
Baiklah, serang aku dengan seluruh kekuatanmu!
Kekuatan yang kuat itu akan kubuat bertekuk lutut di hadapanku**!"
"Meski tak meminta sekalipun, aku akan mengalahkanmu!
Serangan kekuatan air naga laut!"
Rojer pun menahan serangan air naga laut milik Yuni, dan Yuni terus menerus mengeluarkan semua kekuatannya untuk memperkuat serangannya.
"Hiaaaa" ucap Yuni yang menyerang dengan kekuatan penuh.
"Uwaaaa" ucap Rojer yang kewalahan menahan serangan Yuni.
Rojer pun terhempas cukup jauh dengan kehilangan hampir setengah tubuhnya.
__ADS_1
"Aku berhasil"
"Uwaaaa" ucap Rojer yang merasakan sakit yang luar biasa.
Namun Rojer terus teringat masa-masanya bersama temannya yang telah di habisi oleh Pratama.
"Aku akan membunuh kalian semua!"
Kekuatan iblis yang mengerikan mengalir di tubuh Rojer.
"Hebat sekali, kau bisa membuatku seperti ini, manusia"
"Aura menakutkan yang tak pernah kurasakan sebelumnya ini"ucap Yuni yang mulai ketakutan.
"Kekuatan iblis penyembuh sempurna"
"Larilah Yuni!" ucap Ayato yang sedang terluka.
"Lari?
Aku takkan lari!"
"**Bocah sepertimu punya nyali juga, sekarang waktunya pembalasan.
Lenyaplah!
Kekuatan iblis pemangsa roh**!"
"Astaga bagaimana ini? seranganku tadi membuat kekuatanku habis!"
Serangan Rojer telah menyerang Yuni tapi apakah yang terjadi.
"Hahahaha, hum?"
"Hah hah hah hah" tarikan nafas Pratama yang terengah-engah.
Pratama berhasil tepat waktu melindungi Yuni dengan segenap kekuatannya.
"Pratama!" ucap Yuni yang terkejut melihat Pratama tiba-tiba berada didepannya.
"Masih belum!
Kami masih belum menyerah!" ucap Pratama.
"**Masih belum?
Ya, memang masih belum!
Mulai sekarang, akan kuperlihatkan pada kalian.
keputus-asaan, kesengsaraan dan kematian yang sesungguhnya**"
__ADS_1
"**Hahahaha Bocah kau boleh juga tapi percuma saja, apa yang bisa kau lakukan dengan tubuhmu yang babak belur itu?
Kekuatanku yang melimpah ini, menyuruhku untuk memperlihatkan kesengsaraan sejati pada kalian**!"