
Sebelum Pratama masuk ke kamarnya Pak kharisima datang menghampirinya.
"Pratama?!"
"I..iya pak?!"
"Ikutlah denganku"
"Baik."
Pratama pun mengikuti pak kharisima,
Sesampainya di tempat yang tak ada orang sama sekali ia pun berhenti.
"Kita langsung ke intinya saja kau mendapatkan penawaran kusus dari angen rahasia"
"Eh benarkah?!"
"**Ya, dia adalah ketua dari agen rahasia namanya Grance dia pengguna tali pengikat.
Dan dia pernah menjadi kepala sekolah beberapa tahun lalu, dia juga tahu apa yang terjadi padamu waktu itu.
Mungkin juga karna mengetahui hal itu, ia memberikanmu penawaran**."
"Wah apakah orang itu sangat hebat?!"
"Ya, jadi karna beliau memintamu, kamu harus bekerja dengan sungguh-sungguh."
"Baik pak!"
Pratama pun menerima surat penawaran itu dan kembali ke kamarnya.
Sebelum Pratama sampai di kamarnya ada Yuni yang kebetulan lewat melihat Pratama dan menghampirinya.
"Hai Pratama!"
"Hai Yuni"
"Wah kamu mendapatkan penawaran yah,
Semangat ya Pratama?!"
__ADS_1
"Iya."
Pratama pun langsung pergi ke kamarnya setelah berbincang dengan Yuni.
Setelah Pratama kembali ke kamar ia melihat berita ada seorang penjahat yang berkeliaran dikampung halamannya.
Pelaku melarikan diri dan telah membunuh 17 agen khusus dan 10 warga biasa, pembunuh berantai. nama penjahat: Rojer.
Pratama khawatir orang tuanya tidak pernah menghubunginya sama sekali sejak acara itu selesai.
Ia pun merasa khawatir dan ingin segera keluar untuk magang karena tempat yang akan ia masuki untuk magang tidak begitu jauh dengan rumahnya.
Ke esokan harinya para murid bersiap-siap untuk berangkat menaiki kereta api yang menuju ketempat magang mereka.
"Kalian membawa perlengkapan kalian, kan?
"Iya pak!"
"**Jaga sikap kalian pada mereka ditempat praktik kerja kalian.
Pergilah**.."
"Baik pak!"
Para murid pun berpencar untuk ke stasiun kereta mereka masing-masing.
"Pratama?!"
"Y****a Yuni?"
"Jika kau benar-benar butuh bantuan bilang saja yah, kita teman kan?"
"Ya."
Saat itu teman-temannya merasa khawatir dengan sikap Pratama.
Semuanya pun berangkat dimasing-masing kereta yang akan mereka naiki.
Tidak lama kemudian Pratama pun sampai ditempat tujuannya dimana ia akan melakukan kerja praktik atau magang.
Pratama pun membuka pintu rumah pribadi Grance tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu yang tak terduga.
"Wah dia mati?!
A..apa yang harus kulakukan?!"
__ADS_1
"Hei aku masih hidup"
"Wa dia masih hidup?!"
seseorang yang tergeletak itu pun bangun dari lantai yang di penuhi saus.
"Yo..
Saat aku tadi mengambil saus, sausnya malah tumpah kemana-mana..
maaf yah maaf."
"Sungguh tak meyakinkan"
Pratama tidak begitu yakin bahwa orang yang diceritakan oleh pak kharisima itu adalah dia.
"Kamu siapa?"
"Saya murid SMA Elit , Pratama!"
Pratama masih tidak yakin dengan orang itu dan ia berfikir,
"Apakah dia ini benar-benar yang pak kharisima katakan padaku?"
"Maaf saya ingin menghubungi seseorang dulu."
Pratama langsung keluar ke pintu untuk menelepon Pak kharisima.
"Pokoknya aku harus mengabarkan kondisi beliau pada pak kharisima dulu."
Kretek ... kretek ...
Pratama mendengar ada suara yang aneh dari dalam dan iya langsung masuk dan melihat barang-barangnya diacak-acak oleh orang itu.
"Wah apa yang anda lakukan?"
"Serang aku dengan kekuatanmu itu.
Aku ingin tahu bagaimana kau mengendalikannya."
"Ada apa dengan orang tua ini tiba-tiba saja bilang begitu?"
__ADS_1
Pratama dibuat terkejut dengan perubahan watak dari sang pemilik rumah tersebut.