
Para guru berpencar disudut-sudut arena untuk mamasang pelindung agar penonton aman.
"Wah! kekuatan mereka begitu dahsyat,
hingga membuat para guru turun tangan?!.
untuk membuat pelindung agar penonton
tidak Ada yang terluka karena dampak dari
kekuatan mereka! "kata pembawa acara.
mereka berdua terus menerus saling menyerang dengan kekuatan mereka.
"Baiklah akan kuakhiri ini!
Serangan halilintar "kata Arjun yang menaikkan tangannya menghadap langit untuk menyerang Pratama.
"Tidak akan kubiarkan semudah itu,
hembusan angin tombak penghancur! " kata Pratama yang membentuk tombak raksasa diatasnya untuk menghentikan serangan Arjun.
kekuatan mereka berdua saling bertabrakan dan membuat guncangan yang sangat luar biasa.
"A..apa ini? bisa\-bisa seluruh arena akan
hancur! "kata pembawa acara yang mulai gelisah dengan pertarungan mereka yang sengit.
Pratama menahan benturan dari tabrakan kekuatannya dengan Arjun.
begitupun dengan Arjun yang terus bertahan dengan hembusan yang sangat besar dari benturan kekuatannya dengan Pratama.
kekuatan mereka berdua sudah hampir melewati batasannya masing-masing.
"Sial dia masih saja bertahan"kata Arjun yang hampir kehabisan staminanya.
"Kekuatanku barusan hampir
menghabiskan semua staminaku,
__ADS_1
aku harus tetap bertahan,
aku harus menang.."kata Pratama yang mulai kelelahan.
"Aku masih bisa.." kata Pratama dan Arjun yang langsung bersama-sama saling menyerang.
"Kecepatan maksimum "kata Pratama yang langsung menyerang dengan pukulan tinjunya.
"Langkah kilat kecepatan maksimum "kata Arjun yang juga menyerang dengan tinjunya.
mereka pun melancarkan serangan terakhir mereka masing-masing.
Tak...Tak..
Tapi Pratama berhasil dibuat jatuh oleh Arjun dengan pukulannya.
"Hah..hah..Bagaimanaapa kau menyerah?" kata Arjun yang mencekik Pratama dilantai arena.
Tapi tiba-tiba Pratama diam sejenak tampah mengatakan sepatah katapun sikapnya langsung berubah secara tiba-tiba.
"***Ah?..apa kau bodoh?
apa kau pikir sudah merasa menang?
Ha..hahahahaha!"kata Pratama yang berubah secara tiba-tiba.
setelah Arjun mendengar perkataan Pratama,
Arjun melihat tatapan Pratama yang sangat mengerikan sehingga membuat ia harus mundur dengan cepat.
"***A...ada apa dengan orang itu?
kenapa auranya berbeda dengan
sebelumnya?
auranya sangat menakutkan sehingga
membuat tubuhku gemetar "kata Arjun yang sangat terkejut dengan apa yang ia rasakan saat menatap Pratama.
"Hah? kenapa kau begitu?
__ADS_1
ayo serang aku..
Aku sudah mulai bosan nih."kata Pratama yang berbeda dari dirinya sebelumnya.
"A...aku. jangan kemari aku mohon!"kata Arjun yang sangat ketakutan melihat tatapan Pratama.
"***A..apa yang terjadi?! Arjun tiba-tiba
kelihatan sangat ketakutan dengan
Pratama!
Apa yang sebenarnya terjadi?! "kata pembawa acara.
semua penonton dan para guru merasakan aura Pratama yang sangat mengerikan sehingga membuat mereka semua terdiam.
"Hah..membosankan sekali, aku ingin
menghabisi mu, tapi kali ini kubiarkan kau
hidup karna banyak yang memperhatikan
kita "kata Pratama.
"kalau begitu keluarlah dari arena ini,
lubang hitam! ." kata Pratama yang membalikkan badannya sambil mengeluarkan kekuatannya.
Arjun langsung terhisap oleh lubang hitam milik Pratama dan tiba-tiba sudah ada di luar arena.
"aku bingung apa yang terjadi tapi,
yang pasti Arjun keluar arena!
dan Pratama lanjut ke babak final! "kata pembawa acara.
Pratama pun langsung menuju ke ruang peristirahatan.
Arjun yang tak bisa menahan dirinya dari rasa takut tak bisa bergerak sama sekali sehingga harus dibawah dengan tandu.
__ADS_1
yuk gais lanjutkan membacanya jangan lupa like, koment sarannya dan jangan lupa jadikan favorit kalian yah makasih