
Rojer membangkitkan kekuatan sejatinya dan kekuatan itu berada diluar akal sehat.
Dan Pratama yang bertukar tempat dengan sisi gelapnya Pratama pun berdiri menghadapinya.
"Sebelum impianku terwujud aku tidak akan pernah menyerah! apapun yang terjadi"ucap Pratama yang sangat bersemangat.
Tindakan itulah yang menggerakkan hati teman-temannya.
"Ayo maju"
Lalu serangan demi serangan yang dilakukan Pratama dan terus menghindar akhirnya ia berhasil mengenai Rojer dengan telak.
"Apa? si es itu menghalangi pukulan ku"
"Hiyaaa dengan kekuatan ini aku pasti akan mengalahkanmu!
Seranganku mempan padanya"
"Berani sekali kau melakukannya manusia"
Rojer langsung menyerang dengan cakar iblisnya, tapi Pratama berhasil menghindarinya dengan lubang hitamnya.
"Wow menakutkan! kalau terlambat sedikit saja bertindak kau dan juga kami pasti akan tamat"ucap Ayato.
"Kerja bagus Pratama!, pertahankan terus"ucap Renji.
"Iya ini juga berkat kalian berdua" ucap Pratama.
"Hebat, ternyata mereka bertiga bisa sehebat itu?" ucap Yuni yang kagum pada mereka bertiga.
"**Ternyata memang tak bisa disembuhkan.
Garis yang menghubungkan kekuatanku dengan kemampuan penyembuh telah diputus ya!
__ADS_1
Itu adalah satu-satunya kekuatan yang bisa mengalahkanku, kekuatan kegelapan.
Kalau hanya bocah itu mungkin semuanya takkan jadi masalah, namun dua orang temannya itu mampu memberinya pergerakan yang cepat dan sangat repot menghadapi kekuatan es dan api**.
Padahal lubang hitam saja sudah cukup merepotkan, sehingga aku sulit membaca pergerakan mereka"ucap Rojer dalam pikirannya.
"Hahahaha menarik tak kusangka tiga manusia sampah seperti kalian bisa memberiku perlawanan terhadapku.
Hal itu benar-benar membuatku muak"
Kekuatan Rojer terus meningkat dengan rasa kebenciannya.
"Jangan kira kalian memiliki harapan, hanya karena kalian berkumpul bersama, manusia"ucap Rojer yang semakin menggila.
"Dia menyerang"ucap Ayato yang siap menyerang dengan meriam apinya.
"Ayo lakukan"ucap Renji yang bersiap dengan panah es pembekunya.
"Ok Renji!" ucap Pratama yang langsung maju.
"Ok serahkan padaku" ucap Renji yang langsung membuat tembok es.
Tapi Rojer langsung berbalik menyerang dan Pratama menghilang kembali menggunakan lubang hitamnya.
"Masih belum! haaaaa"
Pratama pun berhasil memberikan satu serangan dengan sangat telak pas mengenai lengannya menggunakan pedang kegelapan.
"Berhasil"ucap Yuni yang berharap.
"Belum lukanya terlalu dangkal"ucap Ayato.
"Luka goresan seperti itu takkan bisa mengalahkannya"ucap Renji.
"Cara bertarung seperti ini semakin beresiko, tapi Pratama harus lebih dekat lagi dan kami akan terus melindunginya dengan pertahanan es dan api dan membantunya menyerang"ucap Ayato.
Pratama terus menerus manyerang Rojer dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
"Gawat dia mulai terbiasa dengan Timing serangan Pratama, serta pertahanan dan serangan kita mulai berkurang"ucap Renji.
"Sudah waktunya ya" ucap Rojer yang langsung menyerang Pratama dan sedikit mengenai perutnya.
"Pratama"ucap Yuni yang sangat khawatir dengan kondisi Pratama.
"Ini tidak ada apa-apanya!
Cuman kebetulan saja salah satu serangannya menggoresku!
Aku akan mulai sekali lagi"ucap Pratama yang terluka.
"Tunggu pratama"ucap Grance yang tiba-tiba muncul.
"Eh Grance?!"ucap Pratama yang kesakita.
"**Karena Kau yang bertarung lebih dekat, seharusnya kau yang paling menyadarinya, serangannya itu tak cuma kebetulan saja menggoresmu.
Monster kurang ajar itu sengaja tak banyak menyerang dan memilih bertahan, agar bisa terbiasa dengan pola seranganmu.
Kalau kau menyerangnya dengan gegabah, selanjutnya dia pasti akan menghabisimu"ucap Grance dari jauh.
"Ti tidak mungkin"ucap Ayato.
"Hehehe sebagai seorang kepala agen khusus kau hebat juga, ngomong\-ngomong kau ada dimana"
"Yo aku ada disini tapi aku tak bisa kesana karna aku terjebak disini mengurusi para penduduk, tapi anak itu bisa saja membuatmu jadi abu.
Tapi kau beruntung tubuhmu sangat kuat karna itulah kau tidak langsung menjadi abu tapi kau pasti terluka cukup parah"ucap Grance yang mengagumi Pratama.
"Omong kosong" ucap Rojer yang semakin kesal.
"Kalau begitu Pratama berhati-hatilah semoga berhasil, aku akan kesana setelah kau selesai mengalahkannya.
Renji, Ayato dan Pratama lampauilah batasan kalian"ucap Grance yang mempercayakan mereka untuk mengalahkan Rojer.
"Ya kami akan semakin melampaui batasan kami!"ucap serontak mereka bertiga.
"Walau meski mengetahuinya itu tidak ada bedanya kalian masih berada dalam situasi yang mencekam kan.
Sampah-sampah sialan, serangan selanjutnya akan menjadi akhir riwayat kalian"ucap Rojer yang mengancam mereka bertiga.
"Jangan seenaknya memutuskan nasib kami dasar monster"ucap Pratama yang mulai kesal dengan perkataan Rojer.
Pratama pun terus menyerang Rojer dengan serangan pedang kegelapannya yang sangat cepat.
Begitupun dengan Rojer yang juga menyerang Pratama dan mereka seimbang dengan saling melukai.
__ADS_1
yuk tunggu kelanjutannya yah gais