
Disaat semuanya telah berakhir semua agen terus membantu penduduk untuk mengobati luka-luka mereka dan Pratama, Renji, Ayato dan juga Yuni yang sedang berlibur setelah menghadapi lawan yang begitu kuat.
Mereka dibawah kerumah sakit dan akhirnya mereka pun kembali tanpa kehilangan satu orang pun.
"Semuanya terima kasih atas kerja kerasnya!"ucap Pratama.
"Padahal kamu itu yang paling babak belur"ucap Yuni.
"Ah, Lelah banget" ucap Ayato.
"Ini adalah kemenangan terhebat kita" ucap Renji.
Setelah satu hari seorang penjahat salah satu dari aliansi penjahat, menyerang kota dekat pantai.
Sekolah pun diliburkan untuk sementara, tapi sangat sulit untuk melupakan kejadian tersebut.
Setelah mereka sembuh dan memasuki kelas.
"Hei apa kalian melihat berita tadi malam?"ucap salah satu murid.
"Mereka bertiga muncul di televisi kan?"
"Dan semua pemberitaan di televisi memang sedang gempar, aku sampai terkejut"
"Itu sudah wajar, karena kota yang ditempati banyak penduduk disana diserang"
"Tapi Pratama dan mereka berdua memang hebat yah, Mereka bisa mengalahkan penjahat kuat itu"
"Yah kekuatannya memang hebat"
"Kayaknya Kita Benar-Benar Terkenal, ya" ucap Ayato.
"I..Iya kayaknya begitu" ucap Yuni yang gugup.
"Yah, itu sudah pasti kejadian waktu itu luar biasa" ucap Pratama, sambil menghela nafas.
"Ada apa?
Apa kamu murung, karena kita tiba-tiba dianggap sebagai pahlawan?" ucap Renji yang memperhatikan Pratama.
"Karena itu juga sih, tapi ada sesuatu yang mengganggu pikiranku.
__ADS_1
Apa memang semudah itu seseorang menjadi monster atau iblis?" ucap Pratama.
"Memang benar" ucap Renji.
"Apa maksudnya?" ucap Ayato.
"Katanya dulu penyebab iblis muncul, karena emosi atau amarah yang tidak bisa mereka kontrol, atau beberapa insiden yang tidak masuk akal" ucap Yuni.
"Apa faktor kesengajaan, memungkinkan?"ucap Pratama yang menduga-duga.
"Jadi ada orang yang sengaja mengubahnya menjadi iblis?"ucap Ayato yang terkejut.
"Ada sebuah buku yang pernah kubaca , kalau manusia yang berubah menjadi iblis
Akan kehilangan akal sehatnya dan hanya bisa berteriak" ucap Renji.
"Tapi orang yang kita lawan yang berubah menjadi iblis masih bisa bicara.
Kalau dua hal itu dikaitkan, Mungkin saja orang itu dimanfaatkan sebagai bahan eksperimen iblis buatan" ucap pratama.
Setelah selesai berbincang Pratama dan teman-temannya pergi ke Asrama.
"Pak Grance?" ucap Pratama yang terkejut.
Pratama, Renji, Ayato, dan Yuni, tempo hari kalian terlibat dalam insiden munculnya penjahat yang sulit untuk dihadapi.
Dan kalian mempertaruhkan nyawa, Sehingga berhasil menumpas penjahat tersebut!
Untuk itulah kalian mendapatkan penghargaan penghormatan langsung dari presiden kita Khurtalend" ucap Grance.
"Pe..Penghargaan kehormatan?
Maksudnya, Kami mendapatkan medali?" ucap Pratama.
"Tapi apa maksudnya penghargaan kehormatan?" ucap Ayato.
"Saat insiden kemunculan penjahat yang menjadi iblis, Yang pertama kalinya, Kota ini pernah terancam punah.
Dan ancaman tersebut muncul kembali dan berita ini sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri.
Sehingga berita tentang penumpasan penjahat tersebut, bagi negeri ini bagaimana pun juga tidak boleh sampai disembunyikan"ucap Grance.
__ADS_1
"Baiklah aku mengerti akan hal itu tapi" ucap Pratama.
"Ini juga bukan demi diriku tapi demi para penduduk" ucap Grance.
Setelah pemberitahuan bahwa mereka akan mendapatkan penghargaan, mereka pun keluar untuk jalan-jalan.
"Wah apakah mereka yang mengalahkan penjahat mengerika itu?" ucap para murid lain.
"Ah mereka keren"
"Ah tak kusangka gosipnya menyerap luas begini" ucap Pratama.
"Apa yang kamu bicarakan?
Bukankah sudah jelas, sudah pasti akan tersebar luas itukan berita besar, Kalau kita mengalahkan penjahat kan?"ucap Renji.
"Tapi mereka takkan mengetahuinya lebih dari itu kan? ucap Yuni yang berjalan disamping Pratama.
"Kira-Kira siapa yah wanita itu dia begitu dekat dengan yang di depan itu(maksudnya Pratama) Dia bahkan mengobrol dengannya" ucap siswi-siswi yang memperhatikan Pratama dan Yuni.
"Jadi dia pasti orang yang hebat!
Berarti mungkin dia itu pacarnya, ya?" para siswi yang ngegosip.
Yuni pun terkejut dan wajahnya memerah karna omongan mereka.
"Yuni maaf yah kamu digosipin?" ucap Pratama.
"Tidak apa-apa tak perlu dipikirkan" ucap Yuni sambil tersenyum ke Pratama.
"Tapi"
"Aku bersamamu atas keinginanku sendiri kok" ucap Yuni sambil menggandeng tangan Pratama.
"ahh renji kayaknya kita cuman jadi obat nyamuk disini, mau nggak kita pergi cari cewek, disini banyak yang cantik loh hahaha"ucap Ayato.
"Gue nggak mau Lo ajah sendiri" ucap Renji.
"Hahahaha" ayato yang tertawa lepas.
Mereka pun memulai kelasnya seperti biasa dan keesokan harinya mereka pun harus mendatangi upacara penghargaan tersebut.
__ADS_1
Maaf yah gais 2 hari ini saya off karna belom dapat bahan untuk bikin kelanjutan novelnya
silahkan dibaca yah makasih tunggu kelanjutannya.