
"Seluruh babak pertarungan murid kelas satu sudah selesai.
**Dan sekarang kita akan mulai upacara penghargaannya!
Sekarang kita akan menyerahkan medali.
penyerahan medalinya tentu saja akan dilakukan oleh kepala sekolah**."
Para penonton pun bersorak meriah dengan diiringi suara petasan warna warni.
"Kalau begitu silahkan diberikan medalinya dimulai dari posisi tiga."
Kepala sekolah pun naik kepodium untuk memberikan medali 🏅.
"Nak Yuni. selamat
kamu benar-benar kuat yah."
"Makasih pak tapi saya belum pantas menerima pujian anda."
"**Tapi dalam menghadapi berbagai macam lawan jangan hanya bergantung pada kekuatanmu saja,
Jika kau lebih melatih kekuatanmu, kau jadi punya banyak pilihan saat bertarung**."
"Baik pak."
"Nak Renji. selamat
kamu sudah berjuang sekuat tenaga dan melakukan semua yang kau bisa."
"**Pertarungan saya melawan Pratama membuat saya bimbang, dan membuat saya bingung harus melakukan apa.
Saya tidak tahu kenapa ia begitu sangat kuat dan berbeda waktu itu.
Saya juga ingin menjadi kuat sepertinya, tapi saya merasa saya masih begitu lemah dan sulit untuk bisa melampauinya,
Dan saya akan berusaha sampai menjadi lebih kuat**."
"Ya, kamu yang sekarang pasti bisa melakukan apa yang harus kamu lakukan."
"Ya."
"Ya! sekarang giliran Pratama.
kamu memang hebat karena bisa membuktikan bahwa kau akan menang."
"**Maaf menjadi juara seperti ini begitu tidak layak sama sekali, meskipun masyarakat mengakuinya.
Jika aku memenangkan pertarungan ini tdak seratus persen semua kekuatanku itu sama saja dengan bohong**."
Dengan wajah sedih dan sedikit kecewa pada dirinya sendiri Pratama menyesali apa yang telah ia perbuat.
"Ya, di dunia ini dimana orang-orang terus dibandingkan, tak banyak manusia yang bisa turut mengincar puncak yang skalanya selalu berubah.
Terimalah medali ini ya.
Anggap saja ini seperti luka yang takkan pernah kamu lupakan"
Kepala sekolah menyerahkan medali kejuaraan pertama dan memeluk Pratama.
"Baiklah."
__ADS_1
"**Nah merekalah, pemenangnya kali ini!
Tapi semuanya!
Semua orang disini bisa saja meraih podium ini.
seperti yang kalian lihat!
Bersaing, Mengembangkan diri! dan terus mendaki puncak
Dan generasi selanjutnya sudah jelas mengincar posisi itu**! "
Acara tersebut pun telah di bubarkan dan ditutup kembali.
semuanya pun kembali istirahat dikamar mereka masing-masing.
Keesokan harinya didalam kelas
Pak kharisima masuk ke kelas
"**Kerja bagus!
Karena itulah besok dan lusa libur.
Aku yakin para orang-orang dari agen khusus yang melihat acara itu ingin merekrut kalian tapi,
Jadi beristirahatlah sambil menunggu pengumumannya**! "
"Baik! "
Semuanya pun menjalani kehidupan mereka masing-masing.
Di saat Pratama menjalani hari libur setelah acara pertarungan itu, Pratama menjalani pemulihan.
Dan Pratama kembali menjalani kehidupan sekolah seperti biasa.
"Pagi Pratama."
"Eh Renji?"
"Kenapa kau diam begitu, kau bisa terlambat loh.
"Eh..i..iya baiklah?!
Pratama dan Renji pun bergegas dengan cepat untuk masuk ke kelas.
"Renji? "
__ADS_1
"Tidak perlu lagi dibahas kejadian waktu itu aku sudah melupakannya, aku juga sudah baikan, maaf sudah membuatmu khawatir."
Mereka berdua pun masuk ke kelas dengan tenang seperti biasanya.
"Pagi."
"Selamat pagi pak!"
"Kegiatan kelas kita hari ini agak istimewa Lo."
"Ini dia!, istimewa?
Apa ada ujian dadakan?"
"Jangan begitu dong!
Padahal aku tak terbiasa dengan hal buruk seperti itu."
Satu kelas tertekan dengan kata istimewa yang dikatakan pak kharisima.
"Kalian Akan memilih tempat dimana kalian akan magang."
"Hore! datang juga sesuatu yang menarik!"
Keadaan satu kelas pun kembali dengan suasana yang damai.
"**Ini berhubungan dengan daftar nominasi yang kusinggung kemarin.
Penilaian ini akan dilakukan saat kalian berada dikelas dua dan tiga.
Setelah para murid memiliki pengalaman yang cukup, untuk menjadi aset agen khusus dengan kata lain, mereka menawarkan kerja sama pada kalian.
Ditahun sebelumnya, biasanya jumlah penilaiannya seimbang, tapi tahun ini tertuju pada mereka yang memenangi acara itu**."
Semua siswa-siswi pun melihat penawaran kerja mereka masing-masing pada kertas yang dibagikan.
ayato yang melihat bahwa Pratama tidak menerima kertas penawaran merasa kasihan pada Pratama.
"Pratama kau tidak mendapatkannya yah?
Mungkin mereka merasa takut karna merasakan aura yang sangat mengerikan yang kau keluarkan itu."
"Umm..ya mungkin kau benar ayato."
"Kita kesampingkan dulu hal ini!.
untuk Pratama ia akan mendapatkan penawaran VIP dari agen rahasia."
Semua teman Pratama merasa bangga padanya yang mendapatkan perhatian khusus dari agen rahasia.
"Baiklah kalian akan melakukan kerja praktik"
"Kerja praktik?"
"Kalian akan bertarung melawan penjahat
Tapi ini akan menjadi latihan yang bagus untuk kalian karna kalian bisa melihat para agen khusus bekerja."
__ADS_1
Dan pelajaran pun selesai mereka masing-masing kembali ke kamar mereka.