Men Two Characters Strong

Men Two Characters Strong
Kemarahan pratama


__ADS_3

Setelah beberapa saat para agen khusus profesional mulai berdatangan dan membantu Grance untuk melawan para penjahat yang ada disekelilingnya.


"Untunglah para agen khusus profesional sudah ada disini kalau begitu aku akan pergi untuk melihat keadaan orang tuaku"


Pratama pun segera pergi ke rumah orang tuanya dengan sangat cepat,setelah beberapa saat Pratama akhirnya sampai di rumah orang tuanya tapi.


Apa yang Pratama lihat rumahnya hancur sebagian kekacauan ada dimana-mana, dan apa yang di khawatirkan Pratama terjadi, telah terjadi hal buruk pada keluarganya.


"A..apa ini kenapa bisa seperti ini?"


Pratama terlihat sangat terpuruk melihat kondisi rumahnya.


"Kak Pratama cepat kesini! kami ada disini, tolong!" adik Pratama memanggilnya dengan keadaan penuh luka.


"Adik kau kenapa? dan dimana ayah dan ibu?


"Ayo ikut aku cepat!"


"Baiklah"


Pratama pun mengikuti adiknya ketempat dimana ayah dan ibunya berada Tapi saat ia sampai disana Tertidur dipangkuan ibunya.


"Ayah ibu aku sudah membawa Kaka kesini!"


"A****yah, ibu aku datang..


ke..kenapa bisa begini?"


"Kemarilah ada yang ingin ayah sampaikan padamu, kemarilah"


Ayah Pratama sudah tidak bisa lagi bertahan lama dalam kondisi yang sangat parah.


"Ayah kenapa bisa begini?"

__ADS_1


Pratama terus merasa kecewa pada dirinya sendiri karna tidak datang lebih cepat.


"Ada yang ayah ingin sampaikan dengar baik-baik, jagalah ibumu dan juga adikmu, ayah sudah tak kuat lagi"


Ayahnya pun mati dalam pelukan ibunya setelah mengucapkan sesuatu pada Pratama.


"Tidak, jangan ayaaaaah!"


Pratama sangat sedih dan juga marah atas kematian ayahnya.


"Ibu adik aku akan membawa kalian bersama ayah kerumah sakit di dekat sekolahku"


"Lubang hitam terbukalah!"


Pratama membawa keluarganya kerumah sakit setelah itu ia langsung pergi dengan lubang hitam miliknya ketempat dimana ayahnya mati.


"Kalian semua akan membayar apa yang kalian lakukan, kematian ayahku akan kubalaskan!"


Kemarahan Pratama sudah diujung tanduk ia tak tahan lagi melihat para penjahat itu berkeliaran.


"Baiklah ayo kita balaskan kematian ayahku"


"Ya"


Pratama dan sisi satunya mulai mengeluarkan kekuatan mereka.


"Pedang angin" ditangan kanan Pratama yang sisi baik.


"Pedang kegelapan" ditangan kita Pratama yang sisi kegelapan.


"Ayo kita habisi mereka semua"


"Ya, ayo kita mulai"

__ADS_1


"Serangan ganda pedang angin dan pedang kegelapan, akan ku habisi kalian semua!"


Pratama pun mulai menyerang dengan kecepatan yang sangat luar biasa bahkan tak seorangpun bisa melihat gerakannya.


 


SRING ... SRING ... SRING ... SRING ...


 


Pratama menghabisi semua penjahat dalam radius satu kilo meter, semuanya menjadi abu dalam sekejab.


"Disini telah selesai saatnya pergi ketempat Grance"


Pratama langsung menuju ketempat Grance, tapi Grance dan beberapa agen khusus profesional mulai kelelahan menghadapi para penjahat yang jumlahnya ada ratusan.


"Grance menyingkirkan biar kami berdua yang membereskan mereka semua"


"**Eh Pratama? aura ini tidak salah lagi ini aura yang sangat mengerikan, kayaknya ada yang memicu Pratama sangat marah.


ini yang kedua kalinya dia semarah ini sejak 200 tahun yang lalu**"


"Cepat! aku tidak sabar lagi menghabisi mereka semua!"


"Ba..baiklah kalian semua menyingkirlah menjauh dari tempat ini!"


"Apa maksudmu Grance? kau mau Anak ini melawan mereka semua sendirian? apa kau mau dia mati sia-sia?"


"**Percayalah padaku anak ini bahkan seratus kali lebih kuat dari kita semua, saat ini dia sangatlah marah.


tidak bagus kalau kita ada disini, kita akan terkena dampaknya jika terus berada disini**"


"**Terserah kau saja kalau ada apa-apa yang terjadi dengan anak itu, itu semua salahmu.

__ADS_1


Ayo kalian semua kita pergi dari sini**!"


Semua para agen khusus pergi dari tempat itu dan Pratama pun bersiap-siap untuk mulai menyerang.


__ADS_2