Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 9


__ADS_3

seperti biasa setiap hari mereka melakuoan aktivitas rutin mereka. hingga tak terasa mereka telah sebulan magang di kota BT. imay yang sangat sibuk melakukan tugas perusahaan dan tugas kampusnya tidak memiliki waktu untuk memberi kabar kepada keluarga, bibi juga sahabatnya. bahkan hari libur imay juga terpakai untuk menyelesaikan tugas tugasnya.


sampailah diakhir bulan ini. imay dan teman teman magang nya gajian... tidak seperti teman temannya yang lain. imay mendapat gaji yang cukup besar karena memang tugas imay lebih berat dari temannya yang lain. dan ini artinya janji dengan si kaki tangannya pak direktur harus dipenuhi....


yeeeyyy..... akhirnya gajian juga.. lumayanlah bisa mengirim untuk ibu dikampung walaupun tidak banyak. (semangat imay)...


tiba tiba.....


ehem.... waktunya mentraktir saya makan. ayok keluar..! (tegas vian)


heyy kamu... sebentar sebentar... gimana kalau besok malam saja saya traktirnya. soalnya saya capek banget malam ini... ya ya ya...! (keluh imay)


tidak...! kamu sudah janji.. dan saya mau malam ini juga... (tegas)


kamu kok seperti bos sih ? suka sekali mengatur orang... (sebel imay)


terserah...! yang penting malam ini saya mau ditraktir kamu. kan kamu sudah janji sama saya. (menyilangkan tangan)


tapi.. tapi...


tapi apa...?


hemmm baiklah... saya ambil tas dulu..


dasar pemerasan huft... (gerutu imay)


ketika imay mengambil tasnya.. tiba tiba datang sahabat dari vian.


hey direktur kita....! (menyapa...)


sudah lama kita tidak mengobrol. kapan kita kumpul lagi? anak anak udah pada balik tuh dari bisnis mereka. (jelas roni)


hey... pelankan nada suaramu. dan jangan panggil aku direktur. aku lagi menyamar untuk seseorang. panggil aku vin di sini okey? (tegas vian dengan suara dingin)


what...? kamu ini kan seorang direktur utama. bahkan perusahaan ini milikmu sendiri. kenapa kamu harus menyamar? kamu menyamar jadi seorang manager? (penasaran)


jadi seorang kaki tangannya pak direktur.... (dingin)


pffft..... wahahahahaha...... kamu seorang kaki tangannya pak direktur. hahahahha... jika sampai keluarga mu tahu apa reaksi mereka ya..? (terbahak bahak)


(melirik) diam.... kamu kira kamu bisa seenaknya saja bicara disini?. jangan lupa ini adalah perusahaan ku. jaga sikapmu ron. (tegas vian)


aiih kamu ze... hilang sedikit sikap dinginmu.. emang untuk siapa kamu menyamar? (bersalah)

__ADS_1


seorang gadis magang. (dingin)


hanya karena gadis magang kamu jadi begini? sudah tidak waras kamu ya ze...?


kamu.... (berhenti bicara)


tiba tiba muncul....


sudah.. ayok kita berang... kat... hmmm ini siapa vin? (imay kaget)


orang asing.. sudah ayok (berjalan.)


hey... kamu ze.. emmm.. vian.. sialan kamu bilang saya orang asing. akukan sahabatmu dari kita kecil...(bantah roni)


(vian melirik)


kamu mau mengajaknya ikut bersama kita makan? kamu mau aku juga traktir teman kamu ini? (penasaran)


iya.. biarkan dia ikut, dan kamu yang bayar semuanya... (mengerjai imay)


sialan kamu vin. gajianku juga tidak bangak viin.. huhuhu (menangis darah. hehehe)


sudah ayok jalan. dan kamu ron jangan banyak komentar (dingin)..


setelah itu......


terima kasih sudah ditraktir. lain kali teraktir lagi oke? hehe (rayu roni)


kepalamu itu... mai ditraktir lagi... gajiku sebulan hanya untuk bayar kalian makan.... huhuhu sial banhet saya bertemu kalian.... (mengamuk)


(dalam hati vian) lucu sekali ekspresi imay saat seperti itu, seperti kelinci beranak. hahahaha (senyum kecil)


ehm...sudah ayok balik... (dingin)


dasar kamu tukang peras... huhu... uangku...! gajiku.... huhuhu... (meratapi)


kamu apa tidak keterlaluan ze... diakan hanya seorang gadis magang diperusahaanmu.. apa tidak berlebihan mengerjain dia...? (tegur roni)


tidak.. (singkat)


hmm.. tapi lucu juga sih anaknya... menarik juga.. pantas bos besar kita tertarik pada gadis itu.. hehehehe (senyum sambil nyindir vian)


silahkan kamu pergi. dan untuk masalah anak anak aku belum bisa gabung. lain kali akan aku hubungi kalian. (dingin)

__ADS_1


kamu begitu lagi... hemmm baiklah aku pergi... jaga gadis kecil itu baik baik bos besar... hehehe bye.... (naik mobil dan pergi)


disisi lain....


huhuhu.... uangku..... (imay masih meratapi)


hey sudahlah kenapa kamu harus sedrama itu.. itu hanya lembaran kertas... (mengejek imay)


lembaran kertas kepalamu.... aku harus kerja sebulan baru bisa menghasilkan uang itu... dan kamu seenaknya saja mengajak makan sahabatmu itu.. dia bukan makan sedikit tauuuuk..... huhuhu (marah imay)


bulan depan kan kamu dapat gaji lagi.... (santay)


kamu memang harus di cekoki obat kali yaa...? emangnya kamu bos disini? kamu juga digajikan disini? apa kamu tidak merasa apa yang aku rasa haaa...? (menjerit sampai mau putus urat lehernya wkwkwk)


huuuft... sudahlah tidak guna bicara dengan kepala domba sepertimu (tenang imay)


apa kamu bilang...? siapa yang kepala domba ha...? dasar kamu kelinci cengeng... (marah marah dengan ekpresi tak biasa. wkwk)


.


..


.


.


.


setelah hari itu, semua kembali seperti biasanya...


mulai melakukan rutinitas kerjanya.. hingga tidak terasa bulan kedua telah mereka lewati. dan pada saat itu.. perusahaan mengadakan liburan dengan acara mendaki puncak gunung limbane. lokasi lumayan dekat dengan kota BT. semua rekan kerja diharuskan ikut begitu juga dengan para mahasiswa magang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2