Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 6


__ADS_3

diruangan manager..


Selamat pagi pak! (bersama)


selamat pagi... baiklah mulai hari ini kalian akan mulai bekerja di perusahaan kalsib. karena jurusan kalian berbeda maka kalian juga akan ditempatkan diruangan yang berbeda. (manager lingga)


baik pak (bersama)


dan kalian akan bertanggung jawab atas pekerjaan yang kalian lakukan. baik saya akan mulai memberikan kalian ruangan. hmmmm.... melda kamu diruang staf 3 bertanggung jawab dibagian dokumen. (melihat catatan)


fery kamu di staf 2 bertugas melaporkan semua hasil kerja dari rekan kerjamu. vidy kamu diruang manager 2 dilantai 3 bertanggung jawab untuk semua jadwal manager 2. nining dan wanyu di ruang sekretaris bagian lantai 2 bertanggung jawab untuk semua catatan2 keluar dan masuk. (membalik kertas)


tiar kamu dibagian lantai 4 bertanggung jawab mengatur jadwal meeting dan kamu imay, kamu sedikit memiliki tanggung jawab yang lumayan berat. kamu diruangan direktur zugo bertanggung jawab atas semua yang dibutuhkan oleh direktur. kamu harus bekerja sama dengan tiar karena kalian dilantai yang sama. (menutup catatan)


baiklah apa dari kalian ada pertanyaan.? jika ada silahkan bertanya sebelum mulai bekerja. (lanjut manager lingga)


pak..! jam kerja kami sampai jam berapa? (tanya wanyu)


kalau soal jam kerja. kalian mungkin tidak bisa pulang bersama. jam kerja untuk bagian staf mulai dari jam 08.00-16.00. bagian manager, meeting dan sekretaris mulai jam 08.00-17.00. selain dari yang disebutkan, mulai bekerja dari jam 08.00-19.00. berarti kamu imay.


tapi untuk hari libur, imay sedikit spesial karena jam kerjanya juga terlalu banyak. maka dia mulai libur dihari sabtu. sedangkan yang lain dihari minggu. semua mengerti? (lanjut manager lingga)


yah pak, apa tidak bisa dipercepat sedikit pulangnya? kasian imay kalau harus pulang sendiri. ( sambut tiar)


haha.. itu mah udah nasibnya dialah (sindir melda)


tidak apa apa libur cuman satu hari, toh jam kerja dia lebih banyak. heh.. (melda menggerutu)


pak apa dia tidak bisa dipercepat pulangnya? diakan seorang gadis pak. tidak baik kalau imay pulang seorang diri. (khawatir wanyu)


maaf tapi ini sudah peraturan kantor. dan iya, kalian jangan sampai terlambat, karena akan dihukum juga walaupun kalian hanya anak magang disini. jadi mohon kerja samanya. dan untuk imay, kamu tenang saja direktur zugo tidak terlalu galak. jadi jika kamu tidak menyinggung nya, kamu akan aman. (tegas managar lingga)


may kamu gimana? tidak apa apa harus pulang sendiri? (tiar berbisik kepada imay)


tenang saja, apa yang pak manager bilang itu memang benar, ini peraturan perusahaan, kita tidak bisa sembarangan mengubahnya. kalian tidak usah terlalu khawatir, lagian kita masih akan sering bertemu kan selama dikantor. (imay menenangkan)


baiklah pak kami mengerti. .. (ujar vidy)


oke baiklah jika tidak ada pertanyaan yang lain lagi, kalian bisa keluar dari kantor saya dan mulai ambil posisi masing masing untuk bekerja. dan selamat bekerja. (kata managar lingga).


baik pak, kami permisi dulu (bersama)


...keluar kantor manager mereka mulai menuju keruangan masing masing yang telah disediakan. ditempat masing masing mereka mendapat rekan kerja. namun tidak dengan imay, dia hanya seorang diri dikantor direktur zugo. yang kebetulan direktur zugo sedang keluar karena ada klien. maka jadilah imay seorang diri.


imay duduk menyender menatap langit dan mengingat omongan yang sebelumnya ketika keluar kantor, rekan kerja yang lain memperhatikan imay dan berbisik. setidaknya imay mendengar sedikit apa yang mereka bisikkan.


kamu dengar tidak, ini anak yang bakal bekerja diruangan direktur zugo. (rekan)


kasian banget dia ya kan, bakalan jera deh dia kalau bekerja dengan direktur, walaupun dia hanya anak magang, tapi pak direktur juga tidak akan pilih kasih untuk masalah kerja. (bisik)


padahal anaknya cukup cantik juga yakan, sayang sekali dia harus berhadapan dengan direktur yang tempramennya kurang baik. (lanjut)

__ADS_1


iya yakan, pak direktur yang dingin itu, yang tidak bisa disinggung dengan mudah, sekali marah dan kalau sudah menyinggung nya maka dia tidak akan memberikan ampunan sedikitpun. (bisik)


syuuuuut.... jangan keras keras bicaranya, nanti kalau kedengaran dengan kaki tangannya bisa gawat kita (bisik bisik mengingatkan)


iya.... iya.... aku keceplosan, untung kamu ingatkan. udah yuk kita pergi aja. kita liat gimana nasib anak magang itu, bisa bertahan berapa lama dia diperusahaan ini. (pergi sambil berbisik)


huuufft.... mati aku kali ini, apa benar pak direktur seperti itu? aiss.... kenapa harus aku yang diposisi ini.. haduuuhh mati aku.. (menutup mata dan berbicara sendiri)


sebenarnya siapa pak direktur ini? kenapa dia sangat ditakuti? hemmmmm (penasaran)


aaahhh.... sudahlah, mengapa juga aku berpikir sejauh itu, lebih baik aku fokus kerja dan jangan membuat kesalahan apapun atau aku tidak akan bernasib baik. hmmmm. (tersadar dan mulai melakukan kegiatannya.)


.


.


.


.


.


jam istirahat....


may..! ayok kita kekantin, aku sangat lapar sekali.. (tegur tiar)


eh kamu tiar, iya baiklah yuk kita makan, aku juga sudah lapar. (jawab imay)


apaan sih kamu ar.? may tu belum bertemu dengan pak direktur, dia ada klien diluar jadi ya belum tau juga gimana tampangnya. lagian may tidak berani menyinggung nya. rumor beredar kalau pak direktur kita itu sangat dingin.


haaaah? dingin gimana sih may (tiar penasaran)


udah ah ar, jangan bahas itu lagi, fokus saja sama pekerjaan kita. (sela imay)


selesai makan mereka bergegas kembali keruangan... dan berpisah diantara ruang...


sementara itu......


selamat siang pak... (Rekan)


selamat siang pak... (rekan)


(berjalan masuk) menganggukkan kepala..


panggil manager lingga keruanganku sekarang! (melirik)


ba.. baik pak. (salah satu rekan dengan gugup)


secara bersamaan imay yang baru saja berpisah dengan tiar, berpapasan dengan pak direktur yang tidak sengaja tersenggol dengan nya sampai imay terjatuh., namun imay tidak mengetahui jika itu adalah direkturnya.


aduh..... (mengusap lengan)

__ADS_1


hey... kamu..! berhenti (imay memanggil)


kamu selain buta, kamu juga tuli ya? sudah membuat orang jatuh bukannya minta maaf malah pergi seenaknya saja. hey..... (geram imay)


kamu pikir kamu siapa ha? aku bicara pada mu dasar orang tuli... (marah)


hai nona, mohon jaga ucapan anda, kamu tidak tahu siapa dia, tolong diam jika tidak saya akan.... (pengawal)


(melirik) diam... (direktur zugo dingin)


apa masalah kamu nona? bukannya kamu bisa bangun sendiri? (tenang)


kamu tidak punya mata ya? kamu lihat ini, dokumen ku jadi berantakan. susun sekarang! jika sampai aku laporlan ke pak direktur kamu akan gawat. (menunjuk kedokumen yang berceceran)


kamu siapa? anak baru? apa kamu kenal dengan pak direkturmu itu? (menguji imay)


te.. te. .tentu saja aku kenal. dia itu temanku jadi kamu jangan macam macam, cepat bereskan! (menggertak)


hmmm... kamu temannya pak direktur ternyata!..


tapi kenapa saya tidak pernah tau kamu ya!?.. (sindir)


emangnya kamu siapa ingin tau hal itu? (ketus imay)


saya kaki tangannya pak direktur. tapi saya tidak pernah dengar pak direktur memiliki teman seperti kamu... (menyepelekan)


itu.. itu karena saya kuliah, jadi kami tidak pernah bertemu dan sekarang magang jadi dia mengatur untuk saya kerja disini, dan berpesan jika ada yang menyinggung saya itu berarti sama dengan menyinggung direktur. apa kamu tidak tau kalau pak direktur itu sangat dingin? dia bisa melakukan apapun termasuk memcat kamu. jadi sekarang kamu sebaik nya bereskan dokumen ini dan minta maaf. (mengancam dan marah)


oo jadi begitu....


gawat... apa yang telah aku katakan. jika dia lapor ke direktur zugo, aku bisa habis, sebaiknya aku pergi saja ( dalam hati)


baiklah jika kamu tidak ingin minta maaf juga tidak masalah. saya pergi dulu. dan kali ini saya memaafkanmu. hmm (pergi)


wanita ini...!


cari semua info tentangnya dalam 3 jam ini harus berada dimeja ku, dan jangan biarkan siapapun diantara rekan kampusnya mengetahui jika saya adalah direktur mereka. jika ada yang membocorkan ini kepada mereka, siapapun akan tau akibatnya...(memberi perintah)


baik pak...(kaki tangannya)


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2