Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 12


__ADS_3

Tibalah mereka di lokasi tempat mereka berkemah di kaki gunung limbane.. Karena rekannya yang lain telah sampai terlebih dahulu, jadi mereka telah menyelesaikan mendirikan tenda. Karena tiar sangat khawatir dengan imay. Dan rekannya yang lain sibuk menenangkannya, sampai akhirnya vidy melihat bahwa imay telah tiba dengan kaki tangannya pak direktur.


Imay kemana? Kenapa dia belum datang juga..? Apa dia tidak tau lokasi kita atau terjadi sesuatu dengan imay...? (khawatir tiar)


Sudahlah.. Kamu tenang saja.. Imay pasti datang kok, mungkin sebentar lagi. Kita kan sudah mengirimkan imay lokasi kita. Tidak mungkin dia tidak tau (kata fery)


Tapi kenapa nomornya imay tidak aktif.. Sudah berapa kali ar telfon tapi tidak aktif juga... Fer., kita balik yuk cari imay. Tiar khawatir banget dengan imay. Apalagi dia sendirian disana. (tambah tiar)


Sudahlah ar, lagian juga rekan seruangannya juga disana kan?. Mungkin mereka bareng kemarinya. Kita tunggu saja ya disini.... (wanyu menenangkan )


Nanti kalau sampai sore imay belum juga tiba, baru kita balik menjemput imay.. (tambah fery)


Apa nomornya masih juga belum aktif..? (tiba tiba vidy menyeka mereka)


(menggelengkan kepala..) belum... (raut sedih tiar)


Yasudah kalian tunggu disini, biar aku pergi menjemput imay.. Kalian siapkan saja yang harus disiapkan. Oke..? (tambah vidy)


Hemmm... Lagi lagi imay... Kenapa harus dia mulu sih yang buat kacau... Nyebelin banget (sewot melda)


Hmm.. Ning ikut ya vid. (menggandeng tangan vidy)


Udah.. Kamu disini saja bantu bantu mereka, disini lebih membutuhkan mu ning. Oke. Vidy sebentar saja kok. Jangan terlalu khawatir, nanti vidy paati bawa imay... (melepaskan tangan nining)


Ketika vidy berjalan beberapa langkah... Tibalah imay dan vian..


Tin... Tin.. Tin..


Heyy may.. Kita sudah sampai. Kamu mau tidur berapa lama haah...? Bangun. (membangun kan imay)


Hmm... Sudah sampai..? (mengusap wajah)


Kemudian turun dari mobil. Tiar yang tafinya khawatir berlari memeluk imay dengan cemasnya.


Imay....

__ADS_1


Haduh.... Kamu kenapa ar?


Kenapa kenapa.. Kamu kemana saja.? Kami darivtadi cemas menunggu imay. Kamu nelfon siapa kenapa begitu lama..? Ada masalah apa rupanya sampai begitu lamanya? (cerewet)


I.. Ini.. Telpon dari rumah.. Tidak ada. Hanya sedikit saja dan sudah beres kok. Tenang ya.


Terus kenapa kamu tidak menyusul kami dikantor..? Nomor juga tidak aktif. Kenapa ha?


Itu... Imay lupa kalau kita akan pergi ke limbane. Jadi imay tidak datang. Imay kira kalian kerja, soalnyakan biasa imay dirumah sendiri kalau akhir pekan. Begitu. Maaf ya..? Handpond imay juga tidak ada signal selesai menelpon rumah. Maaf ya ar.


Tapi untung saja vian datang menjemput. Kalah tidak imay bakalan gawat. Hehehe


Kamu kebiasaan deh. Suka banget buat orang khawatir. Hoby kamu ya..? ( mencubit pipiny imay..)


Iyaa iya.. Ampun... Sakit ar.. Sakit... (melepaskan)


Huft... (marah)


Ehem.... Syukurlah kamu tidak apa apa may. Lain kali jangan seperti ini lagi ya.. (vidy dengan lembut)


Hehe iya vid. Maaf ya.. (jawab imay)


Apaan sih kamu nyu. Biasa banget godain orang. (seka imay)


Nining berpaling dan masuk ke dalam tenda. Begitu juga dengan melda.


Oh iya.. Nining dengan melda kemana ar..?


Ada tu ditenda. Sudah ah jangan tanya mereka.. Ayok kita masuk ketenda kita. (menarik imay)


Oh iya... Vin makasih banyak ya.. Udah mau jemput may... May masuk dulu bye.. .(berjalan sambil melambaikan tangan)..


Oke tidak masalah... (menganggukkan kepala)


Ehem... Pak tenda untuk anda telah selesai. Disebelah sini. Silahkan pak... (dengan hormat)

__ADS_1


Baik... (berjalan dengan berwibawa)


Oh ya.. Cari tau akhir akhir ini imay menelpon siapa dan apa yang mereka bahas dengam detailnya. Saya tunggu laporan dari kamu sebelum besok pagi. (menginstruksi pengawalnya)


Mengerti pak. (membungkuk)


(Berhenti) dan kamu tidak perlu terlalu formal ketika berada didepan anak anak magang itu. Kamu paham?


Siap pak. Kami paham. (kembali membungkuk)


.


.


.


.


Tibalah malam hari. Merek membuat api unggun dan membuat acara manggang manggang, sambil bernyanyi dengan gitar.


Imay yang masih memikirkan masalahnya tampak tidak bersemangat dan memilih berada didalam tenda. Sambil merenung. Tiar yang penasaran menghampiri imay.


May... Kamu kok tidak ikut gabung.?


Hemm..? Nggak ah, may capek. May mau tidur terlebih dulu. Tiar lanjut saja gih...


Eh... Tapi kamu belum makan. Bentar ya ar ambilkan dulu... (bergegas)


Ar... Tidak usah. May belum mau makan. (menahan tiar)


Tapi kamu harus makan may.


Hem.. Iya ntar may makan. Makaaih ya ar, ar baik banget sama imay...


Hemm iyalah. Maykan teman ar, ar juga tidak terlalu suka mencari musuh.. (senyum)

__ADS_1


.


.


__ADS_2