Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 22


__ADS_3

Iya... Kami serius ingin merekrut kamu sebagai bagian dari kami. (senyum)


Wah... Terima kasih banyak pak. Saya akan segera menyelesaikan study saya.. Saya akan kembali bekerja disini sesuai perintah pak lingga. Ini merupakan suatu kehormatan untuk saya pribadi pak.. (berterima kasih karena senang).


Baiklah.. Kalau begitu kamu bisa kembali sekarang... (mempersilahkan untuk pergi)


Sekali lagi Terima kasih pak.. (membungkuk dan pergi)


.


.


.


Diluar ruangan manager.


Syukurlah... dapat gaji dan bonus. Ini banyak sekali.. Akhirnya bisa mengirim untuk ibu. Ibu bisa bayar hutang dan bayar biaya sekolah adik adik.. Juga masih bisa untuk biaya hidup beberapa bulan kedepannya. (bicara sendirian)


Ehm..... (vian yang daribtadi menunggu imay diluar, mendengar apa yang imay bicarakan)


Hay... Vin.. Kamu disini....? (menyapa)


Iya.. Sepertinya ada yang baru saja menerima gaji nih... (melirik tangan imay yang memegang amplop gaji)


Hehe... Iya... Hari terakhir may disini ternyata masih dapat gaji.. Ditambah bonus lagi.. Memang beruntung sekali imay... (senang)


Hm.... Kalau begitu tunggua apa lagi.. Ayok cari makan.


Kamu masih punya janji untuk mentraktir aku makan.


(menarik tangan imay)


Tanpa sadar vian terbiasa memanggil namanya dengan sebutan "aku" dan imay tidak mempermasalahkannya.


Vin... Kamu menyebalkan vin...

__ADS_1


Kamu sudah janji.. Ayok... (menarik)


Iya.. Iya... Tapi imay yang nentukan tempatnya. Ayok.. (berjalan kedepan vian)


.


.


Sudah sampai.. (imay berhenti)


Dimana kita akan makan..? (tanya vian)


Um... Haaa... Disana.. Disana makanannya sangat enak. Itu tempat favorit aku disini.. Ayok.... (menarik vian)


Kamu serius...? Kita makannya disini may..? (melihat sekeliling)


Iyaaa.. Seriuslah.... Kenapa..? Kamu tidak mau? Kalau tidak mau yasudah may tidak jadi traktir kamu. (berjalan pergi)


Eeiit... Kamu mau kemana? Aku mau... Ayok..! (menggandeng imay dan menuju warung makan sederhana dipinggir jalan)


Hihihi... Kenak kamu vin. (senyum jahat bicara dalam hati)


(mendekati) ini nona.... (memberi menu)


Kamu mau makan apa vin..? (menyodorkan menu)


Terserah deh.. (melirik sekitar)


Kamu baru pertama kali ya..? Kalau begitu pesan ini, ini, ini dan ini... Minumnya ini, ini,. Sudah itu saja pak.. (memberikan menu)


Baik... Tunggu sebentar ya nona (pergi)


.


.

__ADS_1


(Beberapa saat kemudian) ini pesanan nona. Silahkan dinikmati.. (menghidangkan)


Terimakasih pak...


Vin... Ayok dimakan.. Enak loh... (mulai mengunyah)


I.. Iya... Kamu duluan saja makannya..


(dalam hati) ini pertama kalinya seumur hidup aku makan ditempat seperti ini. (menelan ludah)


Kamu tidak makan vin. Enak loh... Nih coba yang ini.. Nah buka mulutnya... Aaaa... (menyuapin)


Bagaimana? Enak kan..? (tanya imay )


(mengunyah) um... Lumayan juga.. Enak.... (menikmati)


Makanya kamu harus sering sering makan ditempat seperti ini. Makanannya sangat enak.. (sambil mengunyah)


Pelan pelan kamu makannya may...


.


.


Selesai juga... Pak minta bon. (seru imay)


(memberikan)


Sebentar ya pak.. (memeriksa dompet)


Nih pak. Kembaliannya ambil saja.. May ayok kita pergi. (ujar vian tiba tiba)


Loh vin... Kan may yang mau traktir kamu. Kenapa jadi kamu yang bayar..? (terkejut)


Sudahlah.. Inikan hari terakhir kamu dikota BT. Anggap saja ini hadiah perpisahan dari aku. Sudah ayok, Nanti kamu ketinggalan bus. Bukannya kamu akan kembali ke kota Dan sore ini.? (bergegas pergi)

__ADS_1


Vian yang berjalan sangat berwibawa layaknya seorang direktur didepan imay.


Iya... Kamu benar... (memperhatikan vian berjalan didepannya) ternyata kamu sangat tampan vin.. (dalam hati)


__ADS_2