
Yasudah. Yang lainnya istirahat dan lakukan sesuai dengan instruksi dari manager lingga.
.
.
.
.
Sudah sore.. Tapi mereka masih belum tiba juga... Bagaimana ini... (fery pun akhirnya khawatir)
Ini sudah hampir malam. Dan daerah disini sangat terjal dan curam. Ini berbahaya kalau mereka belum tiba juga (panik tiar)
Hm... Begini saja... Kalian tunggu aku disini.. Aku akan mencari mereka. Siapa tau mereka ada disekitar sini. (saran vidy)
Jangan vid.. Terlalu berbahaya... (nining mencegah vidy)
.
.nah itu tim c dan d. Siapa tau mereka ikut rombongan tim itu. Kita tunggu ya... (nining melihat dari kejauhan)
Beberapa saat kemudian.....
Horee... Akhirnya sampai jugaa... Perjalanan ini melelahkan juga.. (salah satu rekan)
Hmm... Permisi pak.. Apa imay dan pak vian ikut rombongan tim kalian kemari?
Imay...? Pak vian.. ? Sepertinya tidak.. Bukankah mereka timnya B ya..?
Iya benar..! Tapi mereka belum tiba juga. Mereka hilang (ketus nining)
Apa...? (kaget) hari sudah semakin gelap dan diperjalanan sudah tidak ada orang ataupun tenda peristirahatan lagi.. Sepertinya mereka tersesat.. (tambah rekannya)
Sebaiknya kita lapor manager lingga saja. Biar orang dari pak direktur yang membantu mencari mereka. Sebentar lagi manager lingga akan tiba.. (salah satu rekan memberi solusi)
Ehm.. Iya kamu benar.... (tambah vidy)
.
.
.
.
Selamat sore pak..
Sore... Bagaimana apakah telah selesai...?
__ADS_1
Sudah pak... (serentak)
Tapi pak.... Rekan kita bernama imay dan pak vian telah hilang pak. Mereka belum sampai ke puncak sampai sekarang.. (vidy memberanikan diri)
Iya pak... Kami tidak bisa menemukan mereka. Kami sudah berpencar mencari mereka tapi tetap tidak ketemu pak..! Bagaimana ini.. (fery dengan nada panik)
Kenapa bisa begitu..? Apa yang terjadi...?
Begini pak... Waktu itu.... @$!/:-$-(+:?/::/"'-!"*@$"-"-:: (tiar menjelaskan)
Jadi begitu ceritanya pak... (tambah tiar)
Kalau begitu bisa gawat kitaa... Semuanya ayok berpencar telusuri seluruh hutan dikaki gunung ini. Dan cari mereka sampai ketemu. Bagaimana pun keadaan mereka. . (memerintahkan) dan untuk kalian (menunjuk pengawal direktur) panggil anggota yang lain untuk ikut turun mencari sampai dapat. (tegas)
Baik.... (bergegas...).
.
.
.
.
Vin... Sepertinya ini tempat sudah berulang kali kita lewati.. Apa kita tidak akan bisa keluar kali ini vin...?
Vin... Mungkinkah kita akan ditemukan vinn..? Apakah rekan kita menyadari kita tidak bersama mereka...?
Tenang may.. Mereka pasti menyadari nya. Sekarang mungkin mereka mencari kita..
(dalam hati yakin) Dan orang orangku pasti akan menemukanku disini.
Ayok kita kembali ke rumah tua itu. Kita akan tunggu disana... Mari may... (berjalan)
(menangis) huhu... Huhu...
Apakah may tidak akan bertemu ibu dan adik adik lagi...? Ibu.... May rindu.... Ibu... Maafkan imay belum bisa bantu ibu..... Huhuhu... Huhuhu.... (dalam hati dambil bernyanyi)
May...ayok jalan... Eh kamu kenapa..? tenang..! Kita pasti keluar. Aku janji... Sudah jangan nangis lagi... (balik dan menyeka air mata imay)
Vin... Kamu janji...? (memegang tangan vian yang berada dipipinya dengan kedua tangan)
Iyaa... Aku janji...
Sudah ayok kita kembali... Ini sudah mulai gelap. Dan sepertinya bakalan hujan lagi.. (melihat kelangit)
Apa ini musim penghujan ya vin..? (melihat kelangit juga)
Tidak... Ini karena kita berada dihutan dan dibagian dari gunung. Setiap hari juga bakalan hujan. Jadi sebaiknya kita bergegas. (menggandeng tangan imay dan bergegas)
__ADS_1
Imay yang pincang. Menahan kesakitannya, karenanya perjalanan mereka menjadi lambat dan akhirnya mereka kehujanan.
Vin.. Kamu duluan saja.. May tidak bisa cepat cepat.. Badan may masih sakit semua.. (menahan)
Kamu bilang apa may..? (sambil melihat tubuh imay yang kesakitan dan basah)
Maaf vian tidak berfikir kalau imay sampai kesakitan begitu... Sini vian gendong imay agar kita lebih cepat sampai. (menawarkan diri)
Ti.. Ti. Tidak perlu vin.. Kamu duluan saja.. Imsy bisa menyusul pelan pelan.. (malu)
Hujannya semakin deras may.... (tiba tiba menggendong imay)
Vin.....!
Vian yang idak menghiraukan imay dan bergegas pergi dengan fokus melihat jalan. Sementara imay yang merasa malu, diam diam mencuri pandang kearah vian..
Sesekali vian juga melihat imay dan tak jarang mereka saling bertatapan cukup lama.
.
.
.
.
Pak viaaaaan......... Imaaaaay........ Dimana kaliaaaaaan....(rekan rekan berteriak.)
Imaaaaaayyyy....... Viaaaaan...... Maaaay........ Imaaaaay..... Viiaaaaaannnn....... Dimana kalian..... (teriak vidy dan fery)
Imaaaaayyyyy..... Viiaaaaaaann...... Imaaaaaaayyy...... (sambil menangis tiar pun ikut)
Pak viiiiiaaaan......... Maaay..... Dimana kalian.... (nining pura pura ikut khawatir).
Padahal lokasi mereka cukup dekat dengan vian dan imay... Tapi karena hujan imay dan vian tidak bisa mendengar teriakan mereka..
Viiaaaaaan....... Iiiiiimmaaaaaaaayyyyy.......... Dimana kalian.. Huhuhu..... Huhuhu.... (tiar putus asa)
Iimaaaaayyyyy... Pak viiiiiiiiiin.... Dimana kalian....? (teriak manager lingga)
Semuanya mari berkumpul....(instruksi manager lingga)
Ayo... Ayo....
(rekan berlari mendekat) ada apa pak...? (ribut)
Ada apa pak (ribut)
Begini... Pencarian kita hentikan dulu sampai disini. Karena hari sudah gelap dan rute yang sangat berbahaya.. Sebaiknya kita lanjutkan pencarian besok pagi..
__ADS_1