Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 28


__ADS_3

.


.


.


Diperumahan elit.


Nah... Bagaimana dengan rumah ini bu... Ibu suka..? Atau kita mau lihat yang lain saja..?


(tertegun) wow may... Ini besar sekali.....


Bagaimana..? Ibu suka tidak..? Kita cari yang lain..?(tanya imay)


Tidak nak.. Ini sudah sangat bagus... Di rumah kita yang lama tidak ada yang punya rumah sebagus ini. .ibu suka.. Tapi may... Ini apa tidak terlalu besar.. Pasti ini sangat mahal...(tanya ibunya)


Kalau ibu suka... Kita akan beli.. Uang tidak akan menjadi masalah sekarang bu.. Ibu tenang saja. Oh iya bu.. Untuk biaya adik adik, ibu tidak usah khawatir lagi, semuanya akan imay yang membiayai sampai mereka menyelesaikan pendidikan mereka sampai ke universitas tinggi.


Ibu percaya kamu akan berhasil may.. Dan sekarang ibu bangga denganmu.. Janjimu sudah kamu wujudkan. .(memeluk imay)


Ini semua berkat harapan ibu.


.


.


.

__ADS_1


Setelah mereka membeli rumah.. Akhirnya merekapun tinggal di rumah barunya. Ibu imay tidak perlu lagi menghutang kesana kemari, karena semua kebutuhan hidupnya sudah dipenuhi imay. Begitu juga adik adiknya. Imay sekarang sudah menjadi sukses karena bantuan dari sang direktur. Namun pada akhirnya imay pun harus kembali meninggalkan ibu dan adik adiknya untuk bekerja di perusahaan kalsib.


.


.


.


Hemm... Akhirnya tiba dikota BT. Sebelum aku interview, sebaiknya aku mencari rumah sewa di sekitar perusahaan jadi aku bisa lebih hemat. (pikir imay)


(Melihat sekitar) yang mana ya..? (pikirnya lagi)


Namun, karena vian alias ze mengirimkan seseorang untuk selalu mengawasi dan membantu imay, akhirnya dengan mudah imay menemukan rumah sewa, juga interviewnya berlangsung lancar.


.


.


Permisi nona.. Lagi mencari rumah sewa ya..? (orangnya ze menyamar)


Oh.. Iya ni paman, paman kok tau..? (terkejut)


Saya lihat nona membawa koper yang lumayan banyak dan kelihatan kebingungan mencari sesuatu.. (jelasnya)


Hehehe.. Apa itu begitu kelihatan ya paman.. .? (tanyanya malu)


yasudah disebelah sana ada sebuah rumah yang tidak dipakai.. kamu pakai saja.. ini kuncinya (memberikan)

__ADS_1


tapi paman... ini milik siapa? kenapa paman


memberikannya kepada saya..?


itu rumah milik saya... kamu bisa pakai karena saya tidak pernah tinggal disana.. sayang tidak ada yang rawat. jadi kamu boleh untuk menempatinya.. (mencari alasan)


jadi paman tinggal dimana..?


saya tinggal dipinggir kota. karena saya bekwrja dengan bos, jadi saya harus tinggal dekat dengannya. nona tidak perlu khawatir. rumah itu aman,saya jamin.


hmmm... begitu.. terimakasih paman. tapi saya tidak ingin memberatkan paman. (menolak.)


disekitar sini sudah tidak ada rumah sewa lagi nona.. nona akan kewalahan mencari kesudut kota. sebaiknya terima ini. (memberi kunci)


hm... baiklah... saya terima, tapi saya tidak ingin gratis. saya pasti akan membayar uang sewa kepada paman. (senyum sipit)


tidak perlu nona.. nona tidak perlu sungkan. (menolak)


ah.. paman juga bekerja keras, biarkan saya membayarnya.. (senang)


hmm.. baiklah sesuai keinginan nona.... kalau begitu saya permisi dulu nona... (pergi)


baiklah paman. terima kasih banyak... (mengangguk)


hmm.. paman itu sedikit aneh.. apa tidak mengapa kalau aku tinggal dirumah itu..? tapi kelihatannya paman itu sangat baik.. ah.. sudahlah sebaiknya aku pergi lihat dulu... dan merapikan barang barangku. ini sangat banyak. .. (berpikir dan menuju kerumah itu)


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2