
Permisi nona...
Iya pak...?
Ini ada kiriman dari seseorang. Silahkan diterima... (memberikan)
Untuk saya..? Dari siapa pak..? (menerima)
Maaf nona.. Beliau tidak ingin diketahui identitasnya. Yang pasti nona dan bwliau saling mengenal. Saya permisi dulu nona..
Tapi.. Pak...
Pak... Tunggu sebentar... Tapi ini dari siapa...
Pak.....? (mengejar pelan)
Pengawal itu pun menghilang. Sementara Vian melihat dari kejauhan tanpa berkata apapun.
Tuan.. Selanjutnya bagaimana)
Pergi... (dingin)
Dan pastikan dia segera mengantar lamaran ke perusahaan secepatnya. (memerintah)
Baik tuan.....
.
.
Aneh... Ini dari siapa ya? Tidak ada tanda pengenal sama sekali.. Orang itu bilang, kami saling kenal..? Tapi siapa ya...? (berfikir panjang)
Waah... Ini indah sekali.... (Membuka) kalung ini sangat cantik... Ini pasti sangat mahal., tapi ini dari siapa kah..? (penasaran)
Hmm... Sebaiknya aku menyimpannya saja deh... (menyimpan)
.
.
__ADS_1
.
Beberapa hari kemudian.. Imay melakukan Urusan untuk melamar pekerjaan. Dia mengumpulkan semua yang diperlukan untuk melamar. Setelah semuanya selesai, imay pun mengirimkan lamarannya via email dan kantor pos. Karena sang pemilik sangat menantikan kedatangan imay, dan mengetahui masalah imay. Vian alias direktur ze mentransfer banyak uang ke rekening imay tanpa imay sadari dan imay bahkan tidak tau siapa yang mengirimnya. Sebelum berangkat ke kota BT, imay ke ATM untuk mengambil sejumlah uang. Imay terkejut melihat isi saldonya sangat banyak nominal uangnya. Imay pun memutuskan mengambil semua uang yang ada direkening itu karena takut akan ditarik kembali oleh si pengirim.
Oh my god.. Siapa yang mengirimkan begitu banyak uang ini..? (terkejut)
Sebaiknya aku ambil semua.. Nanti kalau aku sudah gajian akan aku tabung kembali dan jika saat itu memang mereka salah mengirim, mereka bisa menarik uang itu lagi.. (fikir imay)
karena memang dia sangat membutuhkan uang itu. Direktur ze pun mengetahuinya bahkan dia merasa senang karena bisa membantu imay. Setelah itu imay kembali ke kota Pekan untuk bertemu dengan ibu dan adik adiknya. Meski tidak lama namun imay sudah merasa sangat bahagia...
.
.
.
Akhirnya...
Ibu.... Rindu sekali... Huhu... (peluk ibu)
Imay.... Kamu pulang nak..?
Iya... Ibu sehatkan..
Sehat.. Ibu..
Datanglah rentenir kerumah imay dan menagih hutang hutang ibunya...
Wah wah.... Gadisnya sudah pulang ternyata. Bu... Bagaimana..? Sudah ada dong?
Hmm... Anu pak... Bisa beri saya waktu sedikit lagi....?
Bu.. Ini siapa? Mau apa mereka..?
Ooh gadisnya ternyata tidak tahu.. Kami kemari menagih hutang ibu kamu. Ini sudah jatuh tempo.. (nada kasar)
Iya pak.. Saya tau.. Tapi saya beneran belum ada.
Bu.. Tenang ya... Ooh jadi ini orangnya. Saya tau ibu saya punya hutang pada rentenir. Tapi saya tidak tau kalau rentenirnya adalah orang orang bangsat seperti kalian. (balas imay)
__ADS_1
Hey gadis..! Kamu sombong sekali... (marah)
May sudah may... Tidak usah dilawan... (cegah ibunya)
Dengan orang seperti kalian itu memang pantas disombongi...(menunjuk nunjuk para rentenir)
Aaah banyak omong.. Sudah mana sini hutang kamu dan bunganya.. (menagih)
Nah.. Ini hutang ibuku... Dan ini bunganya... Total lebih dari hutang dan bunganya.. Kalian bisa pergi dan jangan pernah kembali lagi.. (tegas imay)
Heh... Begitulah. Bu.. Kita selesai. Kami pergi.. (mengambil uang dan pergi)
May... Kamu dapat uang sebanyak itu dari mana..? (bertanya tanya)
Ibu tenang saja.. Imay tidak macam macam kok. Imaykan sudah bilang imay bekerja paruh waktu. Dan gaji imay cukup banyak. Hutang ibu sudah lunas semuanya..
Iya may... Makasih ya may, maafin ibu juga tidak bisa membantu kamu malah nyusahi kamu.. (sesal ibunya)
Ibu kenapa bicara seperti itu.. Imaykan sudah janji imay yang akan membantu ibu, imay akan menjadi seperti yang ibu harapkan. Imay janji kan..? Jadi imay akan tepati janji itu. Yasudah yuk kita masuk dulu bu...(berjalan masuk)
Bu... Kita tidak akan kekurangan biaya lagi.. Imay janji..
Iya nak.. Ibu percaya sama kamu..
(melihat sekeliling) rumah kita sudah sangat payah ya bu..
Tidak apa apa may, selama masih bisa tinggal, ini tidak menjadi masalah.
Tidak bisa... (mengeluarkan) bu... Ini imay masih punyak banyak uang. Imay ingin ibu membangun rumah yang baru atau ibu bisa memilih untuk membeli rumah didekat kota agar lebih dekat dengan sekolah adik adim. Jadi mereka tidak perlu menyewa lagi. (saran uni)
Ibu terserah kamu saja may..
Kalau begitu kita akan pindah ke dekat kota bu hari ini juga.
Tapi may.. Rumah ini bagaimana..?
Rumah ini akan imay renovasi dan imay sewakan. Jadi ibu tidak perlu bekerja. Uang sewanya ibu yang akan pegang. Bagaimana bu..?
Kamu anak yang baik may... Ibu senang sekarang kamu bisa dewasa dan bertanggung jawab. Ibu senang kamu sukses..
__ADS_1
Imay juga senang bisa lihat ibu senang... Yasudah yuk kita pergi.. Soalnya imay tidak bisa lama disini bu.. Imay akan interview ke perusahaan dikota BT.
Iya may.. Ayok...! (bergegas)