Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 20


__ADS_3

Tapi pak.... Teman kami belum ketemu... Ini sudah 2 hari mereka hilang pak.. Jika tidak segera temukan mereka. Bagaimana dengan mereka pak... (vidy protes)


Pak tolong lanjutkan dulu pak... Kasian imay dan pak vian pak... (tambah tiar sedih)


Saya tau.. Tapi kita tidak bisa membuat rekan yang lainnya dalam berbahaya.. Besok pagi akan kita lanjutkan lagi pencarian..


Tapi pak...... (vidy dan fery kompak)


Sudah tidak pake tapi... Besok kita lanjutka... Semua ayok balik keperkemahan... (berjalan)


Vid.. Yang dibilang pak lingga benar... Ini terlalu bahaya untuk mencari mereka didalam kegelapan. Sebaiknya besok pagi kita lanjutkan. Mereka pasti kita temukan.. (nining berpura pura)


Kamu kenapa bisa bilang begitu ning... Imay itu teman kita... (bentak fery)


Ning berkata fakta.. Kita tidak akan bisa temukan mereka dalam gelap fer. Kamu mau membahayakan nyawa orang orang demi imay...? Jangan egois fer..! (marah nining)


Tapi imaaay... Bagaimana keadaannya sekarang..? (sedih tiar)


Ini semua karena kamu..! Coba kalau kamu tidak menyuruh mereka berpencar. Pasti tidak seperti ini keadaannya sekarang. (memprovokasi tiar dengan yang lain)


Hey...! Kenapa kamu jadi menyalahkan tiar... Kita juga tadi berpencar kan..? (fery membela tiar)


Tidak fer..! Ning benar... Ini semua salah tiar.. Kalau tiar tidak menyuruh mereka berpencar pasti tidak begini jadinya. Ini salah tiar. (menangis dan menyalahkan diri sendiri) huhuhu.... Imaay kamu dimana.... Maafkan tiar imay..... Huhu... Huhu....


Ini tidak salah kamu ar.. Ini baru pertama kalinya kita kemari. Pasti banyak yang tidak tau rutenya. Ini bukan salah kamu... Sudah jangan menyalahkan diri sendiri ya.. (fery menenangkan)


Hey.... Yang dibelakang ayok jalan.. Sudah semakin gelap... (instruksi rekan yang berada didepan mereka)


Sudah... Ayok kita bergegas... Besok kita akan mencari lagi.. Kamy tenang dulu ya ar. Kita pasti temukan imay.. (vidy menenangkan tiar)


Baiklah... Huhuhuhu... (bergegas...)


Vin... Kenapa kita mengalami kejadian seperti ini...? (menggigil kedinginan)

__ADS_1


(diam)...... Kamu istirahat ya.


Tengah malam..


Ibu.... Bu.... Ibu...... (memanggil ibunya)


Emh... (terbangun) May...?


Bu.... Maaf bu... Imay tidak bisa membantu ibu....ibu..... (mengigau)


(Membelai rambut imay dan memeriksa luka imay....) Hmm baju kamu basah may.. Kalau begini sakit kamu tidak akan membaik... (mengganti perban)


Dug...dug...dug... (jantung vian)


Vian bermaksud untuk membantu imay agar tidak kedinginan. Vian pun memberanikan diri memeluk imay. Imay tampak nyaman dengan pelukan vian.


Mengapa jantung ku berdetak sekencang ini..? Aku harus memeriksanya. Mungkin aku mengidam penyakit jantung.. (berfikir)


Mereka tidur hingga pagi dengan posisi seperti itu.


Ehmm..... (berfikir) ini hangat.. May merasa nyaman.. (menoleh kebelakang dan melihat wajah vian)


Dug... Dug... Dug... (jantung imay)


(berbalik badan menghadap vian) Mengapa vian...? Apa dia terjaga sepanjang malam untukku? (gumam imay)


Eih... Umm.... (mulai tersadar..) may... Sudah bangun?


Eh... Umm... Vin... Kamu kok disini.. (canggung)


Kamu ribut banget tadi malam.. Vian tidak bisa tidur. Jadi vian kesini untuk menyumpal mulutmu may. (melirikkan mata dan berbohong)


Kamu...? (imay memegang bibirnya)

__ADS_1


Jangan berfikir aneh aneh.. Vian menyumpal pake baju vian. .. Atau kamu berfikir untuk mencobanya ya.. (menaikkan alis dan menggodanya)


(Menutup mata vian).... Sembarangan kamu vin.... Dasar mesum...! (berdiri)


Hahahaha (tertawa)


Apa yang lucu....? (geram)


Muka kamu lucu sekali... Hahahahaha (senang).


Tiba tiba...


Dubraaakk.... (mendobrak pintu)


Waaaaa (imay kaget sampek teriak)


(vian bangkitvkarena terkejut)


(Muncul roni sahabatnya vian..)


Fiuh.... Ternyata kamu disini...? Capek saya mencarimu kemana mana.... (Ujar ron)


Ron... Akhirnya kamu datang.


Bagaimana kamu bisa tau kalau aku disini? (bingung)


Kemaren orang orangmu datang mencariku dan bilang kalau kamu hilang. Jadi aku bergegas mencari. (jelas roni)


Baguslah kalau mereka cepat menyadarinya. (tenang vian)


Ternyata kamu bisa tersesat vin? Bagaimana bisa? Bukannya ini tempat biasa kamu bermain main? (mengejek bingung)


Aku juga tidak mengerti. Ada yang salah dengan rute ku kali ini. Kamu tolong selidiki. (memerintah)

__ADS_1


Wah.. Kamu masih bisanya memerintah aku vin..... (marah marah)


__ADS_2