
.
.
.
hey...(menepuk pundak ). kenapa kamu. kamu sudah ditunggui direktur ze diruangannya cepat kesana .
hemmm.. saya pak?
iya kamu, cepat jangan sampai pak direktur menunggu terlalu lama bisa bisa kamu dapat masalah nanti.
i.. iya pak terima kasih sudah diingtkan.
.
.
jalan menuju ruangan direktur.
(sambil mikir) kalau yang dibilang petugas tadi benar, berarti vian adalah direktur ze, dan selama saya magang kemarin yang membantu saya itu direktur ze, dan yang selalu saya jahili itu juga direktur ze dong... haduuuh mampus saya. batin imay.
tok tok tok...
(dengan membelakangi pintu masuk) silahkan masuk.
diam sambil melangkah masuk.
duduk(dingin)
tanpa suara langsung duduk.
kamu tahu kenapa kamu saya panggil?
ti.. tidak pak. saya tidak tahu. (tunduk ketakutan)
kamu saya panggil karena saya ingin menagih janji sama kamu. (masih posisi membelakangi)
errr... janji apa ya pak?
oh jadi sekarang kamu melupakan janji yang sudah kamu buat sendiri sekarang ya.?
tapi pak. saya beneran tidak pernah membuat janji apapun dengan direktur ze.
apa kamu yakin imay?
saya yakin pak.
(marah).. kamu tahu siapa saya??
saya tahu pak. bapak adalah pemilik perusahaan ini yang terkenal diseluruh negara. dan memiliki banyak perusahaan dimana mana. direktur ze. (tunduk)
hanya itu yang kamu tahu?
sebenarnya saya ingin bertanya kepada direktur ze. hanya saja.... saya... saya...
hanya saja saya apa?? yang jelas kalau bicara (sedikit penasaran)
saya takut direktur ze marah dan memecat saya.
katakanlah... apa yang ingin kamu tanyakan kepada saya.!
ehm... saya ingin bertanya vian yang dulu bekerja disini sekarang berada dimana ya pak? apa dia masih bekerja atau dia sudah tidak bekerja lagi di perusahaan ini?
kenapa kamu ber tanya tentang vian?
__ADS_1
tidak pak. saya hanya ingin tahu saja keberadaannya. dan juga saya tidak pernah melihat wajah direktur ze secara langsung. aaa.. ada yang bilang kalau wajah directur ze dan vian mirip.
oh jadi kamu penasaran dengan wajah saya?
atau mungkin kamu memiliki perasaan dengan saya atau dengan vian?
maaf direktur ze, saya tidak berani, saya hanya penasaran saja.
lalu apa hubungan kamu dengan orang yang bernama vian itu?
kami hanya berteman saja pak, dia sangat baik dengan saya, meski saya sering jahilin dia, (tanpa sadar mereka menjadi curhat)
jadi kamu tidak memiliki perasaan apapun kepadanya?
tentu tidak pak.
atau kamu sudah memiliki pasangan?
tidak pak, saya tidak punya.
lalu kenapa kamu bertanya?
saya hanya penasaran saja pak. maaf
kalau begitu saya ingin kamu melunasi janji kamu kepada saya!
maaf pak. tapi janji apa yang buat dengan pak direktur?
atau kamu pernah buat janji dengan vian?? (berbalik)
kamu... kamu.... viann... dir.. direktur ze...
jadi selama ini.... selama inii... (terkejut sampai gagap antara marah dan takut)
kenapa kamu menipu saya?
kapan saya menipu? kamu yang tidak bertanya kepada saya siapa saya sebenar nya. kamu yang mengira saya pekerja di perusahaan ini dan kamu yang asal membuat saya menjadi asisten direktur. benar kan??
tapi kamu tidak pernah bilang. jadi saya tidak tahu.
kamu tidak bertanya!
huft. .baiklah saya minta maaf dan saya ingin mengundurkan diri sebelum kamu memecat saya. (menunduk)
siapa yang ingin memecat kamu? saya hanya ingin menagih janji yang kamu buat.
janji apa? saya sudah menepatinya sebelum saya kemari. saya sudah kembali dan menyelesaikan study saya.
lalu apakah kamu sama sekali tidak menyukai saya may?
maaf. saya memang suka dengan kamu vian. tapi hanya sebagai teman tidak lebih.
kenapa?? apa ada yang sedang mendekati kamu?
tidak..
lalu kenapa??
karena saya sedang menunggu janji seseorang.
siapa???
saya tidak tau siapa dia.
lalu bagaimana kamu bisa berjanji dengannya?
__ADS_1
karena nada bicaranya sangat meyakinkan saya. dulu ketika kecil kami tidak sengaja bertemu, kami hanya bermain sebentar dan entah bagaimana kami membuat janji sebagai motivasi diri kami masing masing.
dia berjanji akan menjadi orang yang sukses dan memiliki perusahaan dimana mana. dan saya .... saya berjanji bisa membanggakan orang tua saya. dan..
tanpa sadar ze teringat kembali apa yang dijanjikan. dan kami akan bertemu nanrti ketika kami sudah dewasa dan setelah janji kamu terpenuhi kami akan hidup bersama.. (melihat imay dan menyambung perkataan imay)
saling tatapan.
kamu.... bagaimana kamu bisa tahu janji itu? hanya kami bertiga yang mengetahuinya.. jangan bilang kalau kamu....
iya may.. jadi kamulah gadis kecil yang dulu bermain dengan saya dan menjanjikan semua itu. sampai sekarang saya mengingat dan terus mencari kamu may..
itu sungguh kamu.. kamu orang nya??? ( menangis)
saya.. saya selalu mengingat kamu... saya pikir kamu sudah melupakan saya. ternyata selama ini kita sudah bertemu.. :(
iyaa... dan saya sangat bersyukur kalau orang saya suka dan cintai adalah orang yang sama dimasa kecil saya. (memeluk imay)
lalu bagaimana caranya kamu bisa seperti sekarang?
sangat panjang ceritanya imay. mungkin butuh beberapa waktu untuk menyelesaikannya.
.
.
.
.
.
seminggu kemudian nya diluar di pinggir pantai..
suasana lamaran....
imay.. maukah kamu menikah dan hidup menua bersama saya selamanya??
iya... saya mau.. dan saya bersedia...
.
prok prok prok........
suasana lamaran yang meriah disaksikan oleh banyak orang juga orang terdekat imay serta sahabat dan keluarga imay..
.
.
.
sebulan setelah melangsungkan lamaran, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia di kota Bt. meski jauh dari rumah ibu imay, mereka masih sering berkomunikasi dan imay bisa membiayai adiknya sampai selesai sekolah dan sarjana seperti janjinya kepada ibunya. juga sahabat nya. mereka masih sering bertemu. tidak lama berselang. uni pun menikah dan mereka hidup dikota yang sama di kota Bt.
.
.
.
dimana kamu membuat janji disitu pasti akan ada jalan untuk bisa membuktikannya. selagi ada niat hati untuk membuktikan nya
TAMAT
__ADS_1