Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 2


__ADS_3

May kita ke pasar malam yuk malam ini, bareng sama dila sama kyra juga.


'mau ngapain ren? imay gk berani naik apa apa lah mi, kalian aja deh ya.' udah ayok cepat ganti bajunya sana. renmi tunggu diluar. gak pake tapi okeh? (mendorong imay masuk kekamar untuk ganti baju) (membatin) 'mau apa lagi ke pasar malam?'.


'Udah belum may? Cepetan nanti kita kemalaman iiihhh...... (Gak sabaran)


iya iya sebentar lagi siap. Sabaran dikit dong ren, baru juga berapa menit. (keluar dari rumah)


Merekapun berangkat ke pasar malam. Sebenar yang membuat Imay gak ingin pergi adalah kenangannya dimasa lalu bersama rendra, mantan kekasihnya. Dulu ketika di kota Pekan, saat ada pasar malam mereka selalu pergi dan rendra selalu memberikan hadiah hadiah ketika berada dipasar malam, entah itu boneka, atau hal hal kecil yang membuatnya bahagia.


...


Sesampainya di pasar malam, renmi yang sangat tidak sabaran menarik tangan imay dan adik adiknya untuk menuju ke loket permainan baling baling. Imay yang takut akan ketinggian meronta melepaskan tangan dan mencoba menolaknya, tapi alhasil gagal. Karen tiketnya terburu sudah dibeli renmi.


Ren, lepas! Imay gak mau naik wahana itu, imay takut. Imay fobia ketinggian. Imay gk ikut pokoknya!.


Ih imay... Udah renmi beli tiketnya gak bisa dikembalikan. Udahlah gak papa orang gak terlalu tinggi juga kok baling balingnya.


'Iya kak, naik aja gak papa, kyra aja berani masak kakak kalah sama anak anak' (meledek imay)


Tapi... Tapi... Imay.....


'Aah udah gak ada tapi tapi, ikut aja. Okey! Aman kok aman. Tenang. '


Huft..! Okelah...


Ketika didalam wahana..


Waaaaahhhh....


Udah.. Udah... Udah.. stoooop..........!

__ADS_1


Imay mau turun! Imay mau turun, tolong berhenti. Huhuhu huhu........... (merengek ketakutan dan menangis).


'Hahahahaha.... Kakak ih kayak anak kecil.masak begini saja takut. Gak asik.. Padahal seru pun.' tutur kyra yang mulai menggoda kakak sepupunya.


' iya ah imay gak bernyali ih...'


'imay gak peduli imay mau turun imay mau turun... hu.. hu.. hu...'


'iya iya beberapa putaran lagi kita turun kok tenang ya!' (mencoba menenangkan imay)


Setelah turun. Badan imay gemetaran karena fobianya itu. Mukanya seketika menjadi pucat dan kelihatan dari sorot matanya masih terlihat ketakutannya.


May.. Sory kalau imay memang fobia ketinggian, renmi gak tau, renmi minta maaf ya.? Lain kali kita gak naik itu lagi deh. Udah ya minum dulu (menyodorkan minum karena merasa bersalah.)


'yaudah sekarang kita naik wahana yang gak tinggi yuk..?'


'gak mau imay gak mau... imay lemas imay gk kuat lagi naik wahana apapun' (menolak)


'Makanya udah dibilangin kak May fobia kalian gak percaya. Udah yuk kak kita pulang aja.' (dila membela imay)


Dila dan imay pulang terlebih dahulu karena kondisi imay yang lemah. Sedangkan kyra dan renmi masih melanjutkan naik wahana lainnya.


.


.


'Kakak masih kuatkan?'


'Masih kok dil, tenang aja. Kamu hati hati nyetirnya ya!'


oke kak pegangan..

__ADS_1


..


.


.


sesampainya dirumah imay langsung masuk kekamar tanpa bicara sepatah katapun...


'May!... kenapa may?'


(diam) karena memang imay sangat lemas dan tertidur.


'kenapa kak may dil? ada masalah apa?'


'kak may ketakutan bu karena naik wahana baling baling. kak may fobia tinggi, tapi dipaksa sama kak renmi untuk naik... waktu turun badan kak may bergemeratan dan mukanya pucat, jadi dila ajak pulang aja.'


'lah jadi renmi sama kyra kemana? gak ikut pulang? '


'enggak! mereka masih mau naik wahana yang lain katanya.'


karena hal itu, imay mulai sedikit menjauhi renmi. sampai beberapa bulan ada beberapa kejadian yang semakin membuat keduanya semakin renggang.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2