Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 16


__ADS_3

Hay... Kalian cepat sedikit.. Kita sudah hampir sampai kepuncak... (seru putra)


Iyaa... Ning sudah hampir pingsan ini.. Pelan sedikit dong.. (ngos ngosan)


Hemm.... (melihat kebelakang) kenapa imay belum juga kelihatan ya..? (dalam hati vidy)


(menepuk pundak vidy) hey vid. Kamu melihat apa?


(terkejut) eh...tidak tidak fer.. Hanya heran saja. Kok tim yang lainnya belum kelihatan juga ya..


Hemm.. Iya ya... Mungkin mereka belum menemukan apa yang diperintah untuk dicari kali... Sudah yok. Lanjut lagi.. Sudah gelap. Seharusnya kita bisa rehat dipuncak. (tambah fery)


Iya iya... Kamu benar...


Jadi gimana..? Kita sudah mendapat berapa simbol nih? (tanya tiar.)


Hem... Ini baru 25 simbol. Tinggal 5 lagi... (jawab rangga)


25..? Lalu yang dicari pak vian dan imay berapa? (tanya tiar)


Hmmm.. Mungkin sombolnya tidak 30. Tapi lebih. (menduga)


Kalau begitu ayok kita cari lagi simbolnya.. (semangat tiar)


Hey... Ini sudah malam. Sebaiknya kita rehat disini saja. Besok baru kita lanjutkan lagi. Lagian juga perjalanan kita masih panjang. (lontar rekannya)

__ADS_1


Iya dia benar. Kita rehat dulu saja disini ya. (tambah rangga)


Baiklah... Hemmm... Gimana dengan imay dan pak vian ya.. Dimana mereka sekarang. Kok aku jadi sedikit khawatir (tiba tiba terfikir imay)


Mereka pasti baik baik saja. Tenang kamu... Pak vian bukan orang yang sembarangan. (menepuk punggung tiar) sudah ayok kita tidur. Tenda sudah siap.


Hemmm (tiar)


Sementara rekan rekan yang tinggal diperkemahan mempersiapkan acara lainnya.


Hemm... Syukurlah orang yang tinggal disini dulu menanam beberapa buah buahan yang bisa dimakan. Dan syukur juga pohonnya berbuah. (bergumam)


Sepertinya ranting kering ini sudah cukup. (bergegas kembali ke rumah tua)


kretak.. Kretak... Tak.. Tak... (Menyusun ranting kemudian dibakar)


May... Maaf ya.. Lukamu biar vian obati...


Vian kemudian membersihkan luka luka di tubuh imay.. Karena Imay yang tidak sadarkan diri. Tidak merasakan sakit. Pakaian imay terkoyak koyak akibat terjatuh dari jurang membuat vian sedikit tidak enak untuk mulai mengobati luka yang ada dibadan imay. Tapi vian kemudian menutup mata dengan mengikatkan bajunya kewajahnya dan mulai menggantikan pakaian imay dengan menggunakan kaosnya yang ada diranselnya.


May.. Maaf ya... Vian tidak melihat apa apa.. (mulai menggantikan)


Selesai menggantikan. Kemudian vian mengobati luka lukanya. Wajah vian yang memerah karena merasa malu melihat bagian pundak dan perut imay.. Tak berapa lama....


Hem.... Vin....? (sadar dengan suara lemah)

__ADS_1


May... Kamu udah sadar? (Bergegas)


Kita dimana...? (lemah)


Kita dirumah kosong.. Kamu tenang saja. Kita aman disini....


Gluduk....gluduk... Cetaaaaar...... (suara petir)


Sepertinya bakalan turun hujan.. Kamu disini dulu ya.. Vian mau ngambil ranting lagi.


Vin... Jangan....( menahan tangannya vian)


Tenang. Sebentar saja kok ya... Biar kamu tidak kedinginan. (melepaslan dengan lembut)


(mengangguk) jangan lama lama... (lemah)


Iya... (pergi keluar)


Gluduk...gluduk... Gludukk... Cetaaar..... Gluduk.... Gluduk.... Duuaarrr..... (petir)


Aaaaa.... Vin....


Hujan pun turun dengan sangat derasnya. Vian yang kehujanan membawa kayu bakar dan beberapa buah buahan lagi berlari masuk kerumah...


Vin..... Kamu...?

__ADS_1


Iyaaa may... Ini vian... Ini vian bawakan buah. Makan ya biar kamu tidak kelaparan. (memberikan)


__ADS_2