Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 23


__ADS_3

Dug.. Dug.. Dug... (jantung imay)


Vin... (memanggil)


Hum..? (berhenti dan menoleh kebelakang) ada apa..?


Hmm.. Tidaaak... Itu... Makasih ya sudah mau berteman dengan may.. Makasih udah nyelamatin imay ketika digunung limbane... Maaf telah merepotkan kamu vin.. (membungkuk)


(mendekati imay)..


(mengusap kepala imay dengan lembut) kamu ini bicara apa may..? Tidak perlu bagini.. (senyum)


(bangkit) Dug... dug... dug....


(wajah memerah) kamu.. Kamu....?


(Mencium kening imay).....


(Terdiam...)


Sudah ayok jalan (vian bergegas pergi dengan menahan wajah merahnya)


(wajah imay pun memerah malu) iya....(senyum)


.


.


.


.


May... Kamu dari mana saja ...? Kita sudah mau berangkat nih.... (ujar vidy.)


Makan... (singkat)


Aduh may... Kamu ini, makan tidak mengajak aku.. Aku kan juga mau juga... (tiba tiba tiar muncul)


Hehe... Maaf ya tiar... Tadi mendadak.. Nanti kita makan di dekat kampus saja ya..? (memeluk tiar)


Hey.... Kalian mau balik tidak...? Ayok cepat... Lambat banget sih... (sewot melda)


Kamu ini may..... Hum... Yasudahlah mari kita berangkat. Nenek sihir sudah sewot saja.. (ujar tiar sambil melirik ke arah melda)


Eh... Barang barang imay...?

__ADS_1


Sudah may... Semua sudah tiar bereskan. Tinggal berangkat... (menggandeng imay)


Duhh.... Kamu memang teman imay yang paaaaaling baik... Ar tenang saja.. Semua tugas kampus sudah may bereskan.. Tinggal ngumpul dan siap... (memeluk)


Benarkah...? Makasih banyak imay.... Baik deh.. (sambil berjalan masuk kebus)


.


.


.


.


Beberapa bulan telah berlalu. Masalah yang terjadi dengannya di gunung limbane tidak pernah diketahui keluarganya. Imay selalu merahasiakannya dari mereka. Tetapi tidak untuk uni sahabatnya. Dia dengan detail menceritakan setiap kronologi kejadian yang menimpa dirinya. Walau hanya lewat telpon tapi, imay cukup merasa lega. Dan Kini imay telah berada dipuncak kelulusannya. Dia dan teman temannya tidak pernah saling bertemu setelah menyerahkan tugas magang mereka. Dikarenakan mereka berbeda jurusan. Dia disibukkan dengan tugas kampusnya. Mengingat perusahaan tempat dia magang masih menginginkan dirinya untuk bekerja kembali disana membuatnya semakin bersemangat untuk menyelesaikan tugas akhir dari kampusnya.


Imay yang masih terbayang dan teringat tentang vian, merasa sedikit sedih karena tidak bisa mengungkapkan perasaannya yang sesusungguh nya kepada vian. Yang membuatnya semakin menyesal adalah.. Karena sampai sekarang mereka tidak pernah saling memberi kabar satu sama lain.


Entah bagaimana dengan perasaannya vian terhadap imay sekarang.? (fikir imay)


Hemm.... Sudahlah telpon uni saja... (fikirnya)


Tut... Tut....tut.... (menyambung)


.


Halo ni... Tidak adaa... Bosan saja nih.. Tugasku semakin bertumpuk diakhir ini..


Oh benarkah.. kapan selesai nih rencananya? (suara telfon yang dispeaker)


Ini tinggal sedekit lagi sih tugas akhir... Semiga bisa lebih cepat lulusnya... Oh ya kamu ada waktu tidak..? Meet up yuk...


Kapan nih..? Kebetulan aku juga libur.. Jumpa dimana? (suara telpon)


Emh... Dikampus may sajalah... Akhir pekan ini gimana..? Biar sekalian nyerahin tugas akhir.. Mau ya ni..?


Akhir pekan ini may..? (suara telpon)


Iyaaa akhir ini. Biar may kebut tugasnya. Tinggal dikit lagi kok. Bisa tidak kamu ni?


Ummm... Sebenarnya sih ada acara.. Tapi tidak penting juga acaranya.. Jadi okelah akhir oekan ini dikampus kamu jam 9 pagi oke. (suara telpon)


Oke ni.... Aku tunggu ya..?


Iya... Sekalian ada juga yang ingin aku kenalkan kekamu... (suara telpon)

__ADS_1


Siapa tuh..? Calon kah..?


Sudahlah... Nanti juga kamu tau... (suara telpon)


Aih... Kamu ini selalu begitu.. Yausudah deh. Kalau begitu may lanjut tugas dulu key... Byeee.......


Oke.... Sampai ketemu.... Bye imay.... (menutup telpon)


.


.


.


Akhir pekan dikampus.


Halo ni ada apa...?


Halo may kamu dimana..? Uni udah sampai ni, sudah berada digerbang kampus kamu.! (suara telpon)


Masuk saja... May didepan gedung praktek.. Sebelah ruang rektor.


Ooh... Oke uni kesana... (menutup telpon)


.


.


Uni....... (melambaikan tangan sambil bersuara keeras)


Hey... May... (menuju ke tempat imay)


Aaaaa..... Rindunya aku..... (berpelukan)


Akhirnya bisa bertemu kita... Kamu sehat kan.? (tanya uni...)


Sehat kok.. Kamu sendiri bagaimana...? Eh mana yang kamu bilang mau ngenalain seseorang....? Kok tidak ada kamu datang sendiri..? (kepo imay)


Memang cuman aku sendiri lo may.. Yang mau dikenali tidak bisa datang. Besok saja deh aku kenalkan ya..(jelas uni)


Aah... Kamu ini... Kebiasaan suka banget buat orang penasaran. Hum.. (kecewa)


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2