Menanti Membuktikan Janji

Menanti Membuktikan Janji
Eps 11


__ADS_3

Menangis di kamarnya. Dengan diam diam vian mendekati imay, bermaksud untuk memanggilnya. Namun tidak disengaja vian mendengar imay menangis tersedu sedu. Tanpa pikir panjang, vian akhirnya masuk...


Dan dengan spontan imay terkejut sambil berdiri. Dan mengusap air matanya.


Hey.... (menahan tangis)


Apa yang kamu lakukan ha..?


Ternyata kamu..? Mau apa kamu kemari? (sedikit terisak dengan suara serak basahnya )


Kamu kenapa may? Kamu menangis? (tanya vian sedikit khawatir)


May.. Tidak apa apa.. Siapa juga yang menangis, kamu asal bicara saja. (menghindar)


May kamu jangan bohong. Itu kenapa mata kamu merah? Ada masalah apa may? Cerita sama vian, mana tau bisa bantu. (menawarkan)


May tidak apa apa. Siapa juga yang nangis? Imay tadi kelilipan waktu mau ambil barang diatas lemari. Kamu ngapai kemari? Ada perlu apa vin?


Betul kamu tidak apa apa may? (serius)


Iya serius, may tidak apa apa kok. (meyakinkan)


Oh ya vin kenapa kemari..? Ditanyai juga pun (mengalihkan pembicaraan)


Jemput kamu... Kata teman mu kamu tadi lagi ada urusan ditelpon jadi tidak bisa datang bareng mereka. Jadi mereka pergi terlebih dahulu ke limbane. (menjelaskan)


Astaga.... (tepuk jidat)


May lupa kalau kita mau pergi ke limbane... Gawat ini, bisa bisa kena masalah besar kami.. Ya ampun.. Kenapa may lupa ya.. (khawatir)


Ayok ayok kita berangkat sekarang .... (menarik tangan vian terburu buru)


Semoga mereka bisa terkejar.... (tambah imay)


Kamu tenang dulu... Masalah itu sudah diurus oleh mereka tadi sebelum berangkat. Jadi sekarang lebih baik kamu cerita sebenarnya kamu kenapa sampai lupa acara kantor segala haa may? (bos kepo)


Tidak.. Tidak ada apa apa vin. Hanya rindu saja dengan orang rumah. Itu saja hemm.... (membetulkan suara)


Yakin kamu...? (tanya vian ragu)

__ADS_1


Iyalah may yakin. Udah ah ayok kita berangkat.. (berpaling)


.


.


.


Diperjalanan.....


Ehem.... Oh ya vin kamu kok tidak pergi bareng dengan rekan yang lain..?


Ooh ini perintah dari manager lingga. Soalnya yang berangkat sesuai group kerja. Jadi vian harus bareng dengan may berangkatnya.


Ooh begitu.. Oh ya apa satu kantor berangkat semua vin?


Iya... Inikan acara tiap tahun perusahaan, jadi memang diwajibkan untuk semua rekan kerja ikut. Sudah tradisi seperti itu..


Hemmm begitu,, kalau gitu, pak direktur kita juga ikut yakan vin..? Kalau beliau mengetahui may berbuat masalah bisa ribet nih urusan nya. Eh kamu jangan bilang pak direktur ya vin. Please.... Please....!


Uhuk... Uhuk.... Ehemm.....


Ehem.... Bukan begitu.. Tapi sebenarnya pak direktur tahun ini tidak ikut, jadi vian yang menggantikannya. Jadi kamu aman sekarang. (pura pura)


Benarkah...? Tapi kenapa beliau tidak dapat datang?


Beliau itu orang sibuk, ada urusan yang tidak bisa ditinggalkannya.


Ooh begitu....


Ehemm... Kenapa? Sepertinya kamu kecewa beliau tidak datang (merayu)


Enggak sih... Malah senang dong. Jadi untuk saat ini may aman.. Lagian juga may tidak tau orangnya yang mana hmm...(menyilangkan tangan)


Sialan wanita ini, dia tidak mengharapkan kehadiranku... Awas kamu ya may. Hehehe (dalam hati)


Ehem... Kamu tidak penasaran bos orangnya seperti apa may? Apa kamu tidak tertarik dengan beliau?


Hemm sebelumnya memang penasaran, tapi sekarang tidak lagi, karena banyak yang bilang dia itu orangnya dingin dan berbahaya. Jadi may sama sekali tidak tertarik.

__ADS_1


Lagian juga sepertinya bos kamu itu sombong dan sok berkuasa.. Imay paling anti dengan orang yang seperti itu vin.. (membicarakan kejelekan bos didepan bosnya sendiri..)


Ehem... Kalau sampai bos tau, kira kira gimana ya..?


Eh kamu mau apa vin? Jangan gitulah vin, kita kan berteman. Jangan bilang ya... Kamu baik deh.. Kan imay udah traktir vian makan tiap akhir bulan. Yakan vin...?


Tidak... Tapi may terlalu kasar mendeskripsikan seseorang tanpa melihatnya terlebih dahulu.


Lagian juga bos itu tidak seperti itu, dia dingin hanya karena memang tidak menemukan sesuatu yang bisa dihangatkan ketika berbincang atau sebagainya.


Jadi banyak yang berkata bos seperti itu.


Hemm begitukah...? Yaaa imay juga tidak menyalahkan, tetapi sebagai seorang manusia, imay juga tidak suka jika harus didinginin begitu... Lebih baik seperti biasa saja... Yaa memang benar dia seorang bos besar.. Itu memang tidak bisa dipungkiri lagi.. Mungkin memang seperti itu cara dia bersikap sebagai bos, mungkin juga karena ada alasan lain dia seperti itu.. Yakan vin....


Ehm.... Iya seperti itu... (Tersenyum)


Ternyata bocah ini punya sisi yang pengertian juga hemm. Jadi tambah menarik juga sekarang. Makin penasaran (dalam hati sambil tersenyum mengangguk)


Hey vin.... Kamu kok malah diam...


Oh tidak tidak.....


Masih berapa lama kita sampai vin...? May mengantuk.. Hooaam..... (menguap)


Setengah jaman lagi. Yasudah may tidur saja.. Nanti vian banguni ketika kita sampai..


Baiklah..... (meneramkan mata)


(vian Diam diam melirik dan berkata dalam hati) cantik juga kalau dia sedang dalam keadaan tertidur seperti ini hem...


..


.


.


.


.

__ADS_1


Setengah jam kemudian....


__ADS_2