Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Dengan mantap Aluna memilih untuk pulang ke rumahnya karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan orang tuanya.


Tapi sebelum itu dia menemui Axel lebih dulu sampai dia memohon untuk pulang.


Axel pun langsung menarik Aluna untuk masuk ke kamarnya dan tanpa pikir panjang lagi Axel melakukan malam panas dan penyatuan dengan Aluna tanpa memikirkan kemungkinan besar yang akan terjadi ke depannya.


" Kenapa membawa ku seperti ini Tuan ? Apa yang ingin anda lakukan ?" Aluna mulai ketakutan dengan Axel yang membawanya pergi tiba-tiba seperti itu dari meja makan.


Axel tidak menjawab apa pun yang di katakan Aluna karena fokusnya saat ini hanya untuk membuat Aluna menjadi miliknya walau akan ada bencana besar nantinya.


" Tuan Axel, Apa yang anda lakukan ? Apa yang--hemph..." Bibir Aluna sudah di bungkam oleh Axel.


Axel mencium bibir Aluna dengan lembut agar membuat Aluna merasa nyaman dengannya.


Berharap apa yang di lakukan William bisa membuat Aluna terbuai dan dengan begitu dia bisa dengan leluasa melancarkan aksinya.


Awalnya ciuman itu berlangsung dengan sangat lembut, Sampai Axel mendengar lenguhan dari Aluna, Saat itu juga darahnya semakin berdesir hebat.


Gejolak di dalam dirinya semakin menguasainya hingga tanpa sadar Axel mengeluarkan taringnya. Namun dia kembali tersadar karena merasa bahwa dia tidak boleh melakukan hal itu langsung pada Aluna karena bisa saja Aluna tidak selamat nantinya.


" Tuan--"


" Aku mencintai mu Aluna. "


Deg !


Jantung Aluna berdebar kencang saat mendengar bahwa Axel mengatakan cinta padanya.


Ini seperti mimpi bagi Aluna, Dia tidak pernah membayangkan sedikit pun bahwa dia akan mendapatkan kata cinta dari Axel yang notabennya bukan manusia.


Aluna tidak seberani itu untuk menentang takdir di antara mereka berdua.


" Aku juga mencintai Tuan, Tapi takdir kita berbeda. " Aluna melepaskan dirinya dari Axel dan berjalan keluar dari kamar Axel dan menuju balkon.


Entah mengapa Aluna merasa bahwa berada di dekat Axel seperti ini membuat dirinya merasa nyaman dan terlindungi.


Dulu dia juga pernah menjalin hubungan dengan Antoni, Tapi tidak pernah Aluna merasakan perasaan sedalam ini seperti saat bersama dengan Axel.

__ADS_1


Di tatapnya langit yang di penuhi dengan bulan purnama dan bintang yang bertebaran di gelapnya malam.


" Pernah kah anda merasa bahwa dunia begitu kejam dengan anda ?" Tanya Aluna pada Axel yang dia tau mengikutinya hingga ke sini.


" Jangan di sini Aluna, Di luar sana bahkan pepohonan saja pun menginginkan kamu Luna. Jadi ayo masuk. " Bukannya masuk Aluna malah merentangkan tangannya untuk menikmati angin yang berhembus begitu kencang menerpa tubuhnya.


" Aluna..."


" Biar sebentar saja Tuan, Aku ingin merasakan saat-saat terakhir ku di sini bersama mu. Karena aku tidak yakin jika setelah ini kita masih bisa bertemu lagi atau tidak. " Hati Axel berdenyut nyeri saat mendengar Aluna yang mengatakan hal seperti itu.


" Kita akan terus bertemu. Aku berjanji pada mu Aluna, Bahwa aku akan selalu di dekat mu. " Aluna tersenyum dengan indah di bawah cahaya sinar rembulan malam ini.


Axel memberanikan diri mengusap pipi Aluna dan merasakan kehangatan yang di miliki Aluna.


Cup...


" Kau cantik Aluna, Kau sangat cantik. "


Blush...


Wajah Aluna tersenyum malu saat Axel mengatakannya cantik seperti ini. Sekali pun dulu bersama Antoni, Aluna tidak pernah merasakan hal seperti ini.


" Ingin mencoba terbang ?" Aluna masih belum percaya dengan Axel yang mengajaknya terbang.


Terbang seperti apa yang di maksud Axel ?


" Aaahhhhkkkk..." Aluna berteriak saat Axel membawanya terbang.


" A-aku takut ketinggian Tuan, Ayo turun. " Aluna tidak berani menatap ke bawah karena saat ini dia sangat takut sekali.


" Ini menyenangkan Aluna, Buka mata mu dan rasakan semuanya. " Aluna menggelengkan kepalanya.


" Jangan takut Aluna, Aku bersama mu. " Perlahan Aluna membuka matanya dan melihat ternyata Axel membawanya terbang ke atas hingga menembus awan.



" I-ini kenapa indah sekali ?" Tanya Aluna yang merasa sangat kagum dengan yang di rasakannya saat ini.

__ADS_1


" Sungguh ini sangat indah. " Aluna merangkul leher Axel dan menikmati malam indah ini bersama Axel.


Axel sendiri dia merasa bahagia saat melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah wanita yang berada di dalam pelukannya.


" Kenang lah malam ini, Karena aku akan membuat malam ini menjadi malam yang sangat indah untuk kau kenang. " Aluna menganggukkan kepalanya karena memang ini sangat indah sekali.


Axel membuatnya begitu bahagia dengan hal sederhana seperti ini.


Namun saat mereka tengah menikmati malam indah ini, Tiba-tiba saja terdengar suara serigala yang membuat Axel harus waspada karena itu adalah pertanda bahwa dia tidak bisa berlalu lama membawa Aluna terbang seperti ini.


Melihat Axel yang sudah berubah membuat Aluna mengerti bahwa mereka tidak bisa terus seperti ini hingga membuatnya meminta untuk kembali ke rumah saja.


" Aku kedinginan, Ayo kembali ke rumah. " Walau hanya alasan saja, Tapi Axel bersyukur bahwa Aluna mulai mengerti dirinya.


" Kita akan kembali. " Tidak seperti saat terbang tadi, Kali ini Axel membawa Aluna turun dengan cepat karena dia merasa bahwa ada makhluk lain yang tengah mengawasi mereka.


" Terima kasih karena telah membuat malam ku menjadi indah. " Ucap Aluna dengan tulus saat Axel membawanya masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang besar milik Axel.


Tatapan keduanya saling mengunci sampai entah siapa yang lebih dulu memulainya, Merek berdua sudah kembali berciuman dengan mesra.


Lama kelamaan ciuman mereka berubah menjadi ciuman panas saat Aluna melingkarkan kedua tangannya di leher Axel.


Axel sendiri sudah benar-benar sudah membulatkan tekadnya bahwa dia akan melakukan hal itu malam ini dengan Aluna.


Karena dia berpikir bahwa jika dia menyatu dengan Aluna, Dia berharap ada benihnya yang tumbuh di dalam tubuh Aluna agar takdir mereka kembali terhubung.


" Aku menginginkan mu Aluna, " Axel berbisik dengan seksi di telinga Aluna karena saat ini dia sudah di kuasai oleh nafsunya.


Awalnya Aluna sedikit ragu, Tapi saat kembali mendapatkan kecupan serta tatapan lembut dari Axel, Hati Aluna luluh.


" Lakukan lah jika itu yang kamu inginkan. " Axel tersenyum bahagia saat Aluna memberinya izin untuk melakukan hal itu.


Di luar, Yang tadinya cuaca terlihat sangat indah tiba-tiba saja berubah menjadi mencekam saat Aluna dan Axel melakukan penyatuan mereka.


Hujan badai, Angin kencang serta Guntur dan petir yang saling bersahutan serta menyambar mengiringi penyatuan mereka.


" Kau telah melakukannya Axel, Kau melakukannya Nak. " Guru Hong menatap cuaca malam ini yang terlihat begitu buruk di luar sana akibat penyatuan dari Aluna dan juga Axel.

__ADS_1


Hal itu menjadi ancaman besar bagi musuh Axel yang semakin terancam kerajaan mereka saat mengetahui bahwa bencana malam ini karena perbuatan Axel.


...🧛‍♂️🧛‍♂️🧛‍♂️...


__ADS_2