Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Kembali


__ADS_3

" Aluna, aku sampai sayang, aku sampai Aluna. " Axel langsung masuk ke dalam kamarnya dan membawa kotak tersebut.


Dia membukanya dan mengambil botol kecil yang berisi ramuan yang katanya bisa membuat Aluna sadar


Axel berjuang dengan waktu agar matahari tidak terbit dan dia terlambat memberikan ramuan itu untuk Aluna.


Dia telah memberikan ramuan tersebut pada Aluna, tapi setelah 4 menit menunggu Alina juga tidak menunjukan reaksi apapun.


Apalagi saat matahari mulai naik dan menampakan sinarnya, Axel semakin gelisah dengan semua ini.


" Aku mohon bangun Aluna, tolong bangun untuk ku, tolong bangun untuk Lucas. " Air mata Axel jatuh tepat di pipi Aluna.


Dia sangat bersedih karena melihat keadaan Aluna yang tak kunjung sadar, padahal dia sudah mengupayakan yang terbaik untuk Aluna.


" Aluna..." Tiba-tiba saja ada asap yang keluar tubuh Aluna dan tak lama kemudian terdengar suara Aluna yang terbatuk.


Uhuk...


" Haus..."


" Axel langsung mengarahkan tangannya ke arah gelas dan langsung datang padanya gelas tersebut.

__ADS_1


Dia membantu Alina untuk bangkit dan meminum air yang di minta istrinya itu.


Sungguh, Axel tidak sampai hati saat melihat bagaimana tubuh Aluna yang sangat menyedihkan seperti ini.


Rasanya Axel tidak tega melihat kulit keriput Aluna, wajah pucatnya dan juga bibirnya yang kering membuat hati Axel sangat sakit melihatnya.


" Axel..." Tangannya bergetar saat menyentuh wajah vampir dingin yang di cintainya itu.


Vampir dingin yang membuatnya rela meninggalkan kehidupan manusianya dan mengandung benih dari Axel.


Mengingat benih, Aluna mengingat anak yang ada di kandungannya. Dia langsung memegang perutnya dan mencari dimana anaknya.


Tapi dimana anaknya saat ini? kenapa tidak ada di dekatnya?


" AX, dimana anak kita? Dimana anak ku?"


" Tenang alun, tenangkan dirimu. Kau baru saja kembali, kau baru saja tersadar. "


" Tidak Ax, aku tidak bisa tenang. Aku ingin tau diman anak ku saat ini. Dimana anak ku Ax?" Aluna terus saja berusaha turun dari tempat tidur untuk mencari anaknya.


" Aku mohon tenangkan dirimu Aluna, anak kita baik-baik saja dan dia bersama guru Hong. Guru Hong yang menjaga putra kita sayang. " Air matanya mengalir saat Axel mengatakan bahwa anak mereka laki-laki.

__ADS_1


" Putra? " Tanya Aluna yang kaget saat Axel mengatakan tentang putra mereka.


" Ya, sayang. Anak kita laki-laki Aluna, namanya Lucas. "


" Lucas? nama anak kita Lucas? "


" Iya sayang, Lucas putra kita adalah anak yang hebat. Dia lahir dari ibu yang hebat maka dia juga menjadi anak yang hebat. dia menunggu mu Aluna. Dia menunggu kesembuhan ibunya dan menginginkan sentuhan ibunya. " Air matanya semakin mengalir dengan deras.


Dia menangisi keadaannya yang ternyata telah mengabaikan putranya tanpa di sadari olehnya.


" Jangan menangis sayang, Sebentar lagi guru Hong dan pengasuh Lucas akan datang. " Di usap Axel air mata istrinya dan di ciumnya kedua mata Aluna dengan penuh cinta kasih sayang.


Dia berharap setelah ini tidak ada lagi cobaan yang akan menghampiri mereka seperti ini lagi.


Semoga setelah ini mereka berdua bisa hidup dengan tenang bersama Lucas dsn membesarkannya bersama.


" Sekarang aku bantu menyisir rambut mu sayang, kamu harus terlihat cantik untuk bertemu putra tampan kita. " Aluna tersenyum mendengar kata-kata Axel yang mengatakannya cantik seperti itu.


Walau dia tau bahwa saat ini dia tidak cantik sama sekali karena tubuhnya sangat buruk dan mengerikan.


...πŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌ...

__ADS_1


__ADS_2