Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Rindu


__ADS_3

Hari-hari Aluna terasa sangat berat. Dia membutuhkan sandarannya saat ini.


Dia kembali mengingat saat-saat di mana dia bersama Axel vampir dingin yang telah membuatnya jatuh cinta itu.


Apalagi saat penyatuan mereka malam itu.


Aluna selalu berpikir bagaimana bisa takdir bermain padanya dan juga Axel.


Dia sangat merindukan Axel saat ini. Dia benar-benar merindukan pria itu.


Tapi takdir berkata lain saat dia harus kembali sadar bahwa kenyataannya bahwa mereka itu berbeda.


Aluna manusia dan Axel seorang vampir yang tidak akan bisa bersatu.


Tanpa terasa air matanya kembali menetes setiap kali mengingat hari-harinya bersama Axel yang terkesan dingin tapi lembut perlakuannya.


" Aku merindukan mu Axel, Aku merindukan mu. " Tangis Aluna pecah saat dia teringat bagaimana hangatnya pelukan Axel.


" Aku merindukan mu. " Dia semakin menangis karena tidak ada lagi tempatnya untuk mengadu.


Beberapa hari yang lalu, saat dia pergi ke makam orang tuanya, Dia menumpahkan segala perasaan dan keluh kesahnya.


Dan tadi, Dia kembali ke perusahaan untuk kembali melanjutkan kerja keras Ayahnya yang harus tetap berjalan.


" Tolong datang dan peluk aku sekali saja Ax, Tolong datang untuk ku malam ini. " Ucapnya dengan berderai air mata.


Dia benar-benar sangat merindukan sosok pria yang memiliki takdir lain dengannya.


" Datanglah untuk Ax, Peluk aku sekali ini saja. " Aluna terus saja menunggu kehadiran pria yang katanya akan selalu datang untuknya saat dia memanggil namanya.


Namun hingga beberapa menit dia juga tidak merasakan kehadiran sosok itu.


Aluna memilih untuk kembali mengusap air matanya dan kembali ke dalam kamarnya. Dia memilih untuk tidur dan melupakan kesedihannya.


Dia tidak ingin terlalu larut dalam kesedihannya. Apalagi Axel yang tidak pernah datang seperti apa yang di janjikannya.


Tanpa di ketahui oleh Aluna, Pria itu sudah datang sejak tadi. Tapi dia tidak bisa masuk ke dalam rumah Aluna karena orang tua Aluna yang taat agama memasang semua pelindung di sekitar rumahnya agar dia tidak bisa masuk ke dalamnya.

__ADS_1


Axel sudah berada di dekat Aluna bahkan sebelum wanita yang di cintainya itu memanggil namanya.


Tapi sayangnya Axel tidak bisa datang untuk memeluk wanita yang begitu merindukannya.


Bahkan Axel merasa sakit yang begitu berat saat melihat air mata Aluna yang terus saja mengalir dari mata indahnya.


" Aku disini Aluna, Aku di sini Sayang ku. Aku di sini. " Ucap Axel yang terus saja menatap balkon kamar Aluna.


Andreas, Arbeloa dan Deuso ikut menemani Axel yang datang untuk melihat Aluna.


Mereka ikut melihat bagaimana menyedihkannya kisah cinta beda dunia ini. Bukan hanya kisah cinta beda agama yang banyak di rasakan pasangan di dunia ini. Tapi Axel dan Aluna malah berbeda dunia.


" Jangan menyerah begitu saja Kak. Kau bisa melakukan ini semua. "


" Bagaimana aku bisa melakukannya. Aku vampir setengah iblis. Sementara rumah Aluna di Pagari dengan penangkal iblis seperti ku. Jika hanya Vampir mungkin aku masih bisa melewati ini semua. Tapi aku tidak seperti kalian. Bahkan memegang besi ini saja aku seperti tersengat listrik. Lalu bagaimana aku bisa mencapai Aluna ?" Arnelo dan Deuso tidak habis pikir dengan Axel yang semakin terlihat bodoh jika sudah berurusan dengan Aluna.


Dulu dia juga bodoh saat bersama wanita terdahulunya.


" Aluna..." Suara Andreas menggema hingga membuat Aluna yang tengah tertidur merasa ada yang memanggil namanya.


" Andreas ! Bagaimana jika semua orang terbangun dan menangkap kita di sini ?"


" Aluna..."


Bukannya perduli dengan ucapan Axel, Andreas kembali memanggil nama Aluna hingga membuat wanita yang tengah berada di dalam kamarnya langsung keluar saat mendengar namanya kembali di panggil.


" Kau lihat Ax ? Dia keluar dari kamarnya. Apa perlu aku menculiknya untuk mu ?"


" Jangan macam-macam Andreas ! Aku tidak akan membiarkan mu kembali menyentuhnya. " Arnelo dan Deuso hanya bisa tertawa saja.


Axel telah kembali pada jati dirinya yang asli. Vampir bucin.


" Lalu aku harus apa yang mulia ?"


" Axel...Kau kah itu ?" Suara Aluna terdengar mengalun begitu indah di telinga Axel.


" Ayo kita pergi, Biarkan mereka meluapkan kerinduan di antara mereka. "

__ADS_1


Wushhh...


Ketiga temannya langsung pergi meninggalkan Axel saat merasa bahwa Aluna akan segera datang menghampiri teman mereka.


Dan benar saja, Aluna langsung menghampiri Axel yang telah menunggunya di luar sana.


" Axel..." Matanya berkaca-kaca saat melihat pria yang sangat di rindukannya sudah berdiri di hadapannya saat ini.


" Ya, Ini aku Aluna..." Axel merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Aluna datang padanya.


" Aku merindukan mu Axel..." Aluna kembali menangis di dalam pelukan pria yang sangat di rindukannya.


Pria yang selalu di sebut namanya, Namun tidak pernah mengunjunginya selama beberapa hari ini.


" Maafkan aku yang tidak berada di sisi mu saat kau terpuruk. Maafkan aku Aluna..." Ucap Alex yang memeluk tubuh Aluna tak kalah eratnya.


Jantungnya berdetak sangat kencang saat merasakan kembali kehangatan dari wanita yang sangat di cintainya.


" Maafkan aku Cinta ku...Maafkan aku Aluna..." Tangis Aluna kembali hadir saat dia kembali merasakan hangatnya dekapan Axel yang sangat di rindukannya.


" Aku ingin terus bersama mu. Aku ingin hidup bersama mu, Tapi aku tidak mungkin meninggalkan perusahaan ayah begitu saja. Aku tidak mungkin melakukan ini Ax. Aku bahkan ingin pergi ke jembatan itu. Namun setiap kali aku ingin kesana, Seperti ada yang berbisik pad aku untuk tidak pergi ke sana. Aku sangat merindukan mu Axel. " Axel melepaskan pelukannya terhadap Aluna dan menatap dalam pada wajah yang terlihat sendu itu.


Axel memberanikan diri untuk mencium bibir kekasihnya untuk melepaskan rasa rindunya terhadap Aluna.


Tes...


Air mat Aluna kembali menetes saat Axel menciumnya.


Sementara Axel sendiri dia kembali membawa Aluna terbang ke langit seperti saat yang pernah mereka lakukan waktu itu.


Mereka masih berciuman mesra sambil terus menikmati indahnya malam ini.


" Aku mencintaimu Aluna, Aku benar-benar mencintai mu. Tunggu aku untuk menyelesaikan semua ini agar aku bisa secepatnya menjemput ku dan menjadikan mu pengantin ku. Kita akan hidup dengan bahagia nantinya. " Di halusnya air mata Aluna yang sejak tadi terus saja mengalir.


" Tidak bisa kah kita hidup di dunia ini saja ? Tidak bisa kah kita terus bersama ? Aku tidak akan membiarkan orang jahat itu menguasai apa yang di miliki Ayah ku ?'


" Maka aku meminta mu untuk bersabar. Tunggu aku sampai aku bisa menyelesaikan semua ini dan kita akan terus bersama. "

__ADS_1


...πŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌ...


__ADS_2